
”Lanjut tidur ya”Ersen membawa tubuh telanjang Indah ke dalam dekapannya, Ia menyembunyikan wajahnya diceruk leher sang istri.Itu merupakan bagian yang Ersen sukai, yaitu wangi tubuh sang istri.
Sekarang sudah pukul empat pagi, terhitung sudah dua jam dia melakukannya dengan Indah.Sebelum melanjutkan tidurnya.Ersen tadi sudah memakaikan kemejanya ke tubuh Indah.Pasalnya tadi Ia asal membuang dress Indah begitu saja.
Ia yang tidak suka memilih-milih pakaian asal mengambil saja dan alhasil kemejanya lah yang Ia kenakan ke tubuh sang istri.
Mereka berdua tertidur pulas dengan saling memeluk mencoba saling menghangatkan, Ersen sebelumnya sempat mengecek pekerjaannya yang sudah selesai.Istrinya memang serba bisa, Ersen tidak menyangkal itu mengingat kuliah Indah sama dengan jurusannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi menyapa dengan Indahnya, Ersen terbangun tepat pukul tujuh pagi.Ia membuka matanya perlahan lalu duduk sebentar mencoba mengumpulkan kesadarannya.Dilihat wajah sang istri yang sangat lelah membuatnya mengurungkan diri untuk membangunkan Indah.Biar saja sang istri beristirahat sementara dirinya akan bekerja.
Ersen membuka selimut perlahan, matanya berhenti tepat di leher sang istri.Ternyata kemarin Ia seganas itu sampai-sampai membuat leher sang istri memerah.
Ersen mencium bibir sang istri sebelum beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Ia mengisi bathub dengan aromaterapy yang dibelikan sang istri.Lalu merendam tubuhnya sebentar.
__ADS_1
Ersen membasuh tubuhnya di shower.Selesai dengan rutinitas mandinya.Ersen berjalan menuju walk in closed, diraihnya bermotif lurus dengan setelah jas berwarna hitam.Dan jangan lupa dengan dasinya.
Biasanya Indah yang akan memilihkan pakaian dan dasinya, namun melihat sang istri kelelahan membuat dirinya mau tidak mau menyiapkan dan mamakai sendiri dasinya.
Tak lupa dengan jam tangan koleksinya yang Ia beli di Swiss bermerek Patek Philippe.Ia menyugar rambut hitam legam nya kebelakang saat melihat dirinya sudah siap dan rapi.
Ersen keluar dari Walk in closed.Diciumnya kening lalu turun ke hidung dan selanjutnya berakhirlah di bibir semerah leci itu.
”Jaga Mama ya”Ucapnya pada nyawa yang bersemayam diperut Indah”Papa kerja dulu”Ucap Ersen, diambilnya tas kerja serta dompetnya lalu meninggalkan kamarnya menuju ke ruang makan.
"Baik Tuan”
Ersen meninggalkan perusahaan dengan supir yang sudah bekerja dengan nya salama beberapa bulan ini.Sejujurnya Ersen sedang membangun rumah diwilayah yang sama dengan Mamanya.
Sepertinya apartemen tidak terlalu luas untuk calonk anaknya kelak,pria itu menginginkan hal terbaik untuk keluarga kecilnya.
__ADS_1
”Tuan hari ini ada rapat dengan beberapa pemegang saham sekitar pukul sepuluh”Kata Sekretaris Elang saat netranya menatap Ersen.Ia mendengus kesal saat Ersen seperti biasanya menunjukkan wajah datar..
Elang mengikuti Ersen yang masuk kedalam ruangannya.Dia bisa melihat Ersen duduk di kursi kebesarannya.
Brakk..
Pria dengan jabatan tertinggi diperusahaan itu menggebrak meja dengan kedua tangannya.Sorot matanya menatap Elang tajam.Ia mengendorkan dasinya hingga Ia lemparkan dasinya itu asal.Dan alhasil dia sekarang tanpa dasi.
”Sialan Lo Elang! berani'-beraninya Lo kotorin otak istri Gue”Bentak Ersen membuat Elang Melotot.Apa ini jelas-jelas dia tidak tahu menahu?
”Oh masalah Vidio yang gue kirim?Bagus nggak itu limited edition lho”Ucap Elang membangga-banggakan Vidio yang Ia kirim.
🍓🍓🍓🍓
__ADS_1
Happy Reading all 😍