Wedding World

Wedding World
Pesan Singkat


__ADS_3


Selesai dengan makan malamnya yang tertunda.Dilangkahkan kakinya menuju lantai atas, saat melewati kamar Hendry dia berhenti sebentar menatap sengit Hendry yang sibuk memainkan ponselnya.


”Cepat tidur atau kupanggil Hana”Ancam Ersen kepada Hendry.Mendengar suara Pamannya membuat Hendry menoleh sekilas.Ersen berdiri di depan pintu kamarnya seraya berkacak pinggang memperhatikan dirinya yang tengah fokus bermain game.


Ersen sendiri bingung dengan anak Hana, entah sifat siapa yang menurun ke bocah itu.Pasalnya Sam dan Hana sepertinya tidak memiliki sifat seperti Hendry.


”Oke!”Jawab Hendry lalu tangannya Ia gunakan untuk menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Ersen menatap Hendry, memangnya Ia tidak mengetahui akal-akalan keponakan kecilnya.Pasti saat dirinya pergi, anak itu kembali bermain dengan ponselnya.

__ADS_1


Ersen mendorong pintu hingga tertutup, mendengar suara pintu yang sudah tertutup membuat Hendry membuka selimutnya, mata kecilnya melotot saat melihat Ersen sedang menatap dirinya tajam, bahkan pamannya kini berdiri tepat di depan ranjang.


"Sini ponsel Paman.Jika peringkat pertama kamu turun, siap-siap semua game yang kamu mainkan setiap hari hilang..”Kata Ersen merebut hendphone yang digenggam oleh Hendry dengan sangat kuat.Akhirnya anak itu melepaskan ponselnya.


”Tidur ini sudah malam, jangan lama-lama begadang!Tidak baik untuk kesehatan anak kurcaci sepertimu”Kata Ersen membuat Hendry pasrah.Ia memejamkan matanya untuk tidur lebih tepatnya mencoba tidur.


Ersen mengetahui kalau waktu yang Hendry gunakan habis untuk belajar dan belajar.Saat anak itu bermain game terkadang sampai tidak ingat waktu, sebenarnya bermain game adalah kegiatan Hendry disaat waktunya senggang,Namun anak itu tetap tidak ingat waktu saat bermain dengan setan gepengnya.


Saat melihat Hendry menuruti ucapannya membuat Ersen keluar dari kamar Hendry dan menuju kamarnya sendiri, Ia bisa melihat wajah sang Istri yang terkena sinar cahaya bulan.Ersen lupa menutup jendela kamar, Ia berjalan menuju balkon, netranya menatap langit yang penuh bintang, bahkan kini sinar rembulan sangat terang.


Ersen mengambil leptopnya Ia mengeritkan dahi saat melihat pesan singkat dari seseorang yang Ia kenal.

__ADS_1


”Tuan Ersen, Nona Erica sakit.Ini akun Email asisten Nona.”Tulis orang yang mengirim pesan itu kepadanya.


Ersen terdiam.Ia tidak membalas pesan itu.Ersen akan menunggu besok pagi setelah istrinya bangun untuk membalas pesan dari orang yang mengaku sebagai asisten Erica.


Istrinya perlu tahu, dan Ia bukanlah orang yang suka menyembunyikan masa lalunya.Ersen tidak suka menyembunyikan hal yang nantinya akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.Apapun itu jujur lebih baik daripada berbohong.


Dahulu sekali saat Ia masih kecil, Ia berbohong kepada Papa Arga dan saat itu juga Ersen membenci kebohongannya.Papanya kecewa kepadanya, Bahkan saat sang Mama hamil Angga, Ia merasa kesepian, padahal sang Papa hanya mengajarkan bagaimana seorang pria bertanggung jawab.


Papanya tidak marah melainkan sibuk dengan pekerjaan.Ia saja yang dahulu terlalu mengambil hati setiap perkataan orang, hingga saat itu Ersen takut untuk berbohong.


Ersen membuka file yang berisikan pekerjaannya.Pria itu lebih suka menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu, dan sisa waktunya Ia gunakan untuk bersama keluarga.

__ADS_1


Waktu tidur pria itu sudah banyak, Ia tidak akan bisa tidur lagi.Jadi satu-satunya cara adalah menyibukkan diri dengan ditemani oleh beberapa pekerjaan.



__ADS_2