
Melihat Ersen yang sedang fokus dengan makanannya membuat sudut bibirnya tersungging.Indah menyibukkan dirinya sendiri.Dipandangnya keseluruhan ruangan Ersen.Ruangan ini tidak terlalu buruk. Hanya saja desain interior nya terlalu klasik.Mungkin selera Papa Arga memang klasik modern jika dilihat dari desain interior nya.
”Ada apa?Kemu suka desien ruangan ini?Jika kamu suka, rumah kita aku buat seperti ini!Oh Iya sayang.Rumah yang rencananya kita tinggali setelah kamu lahiran tinggal lima puluh persen lagi.Kapa-kapan kita kesana ya?”Kata Ersen saat melihat mata Indah tidak lepas dari penjuru ruangannya.
Indah menoleh, Ia menatap Ersen”Cepet banget udah lima puluh persen”Ucap Indah mengingat baru beberapa bulan suaminya membangun.
”By aku lihat-lihat Perpustakaan mini kamu Ya”Kata Indah saat matanya melihat objek perpustakaan yang penuh dengan buku-buku karya penulis ternama.
”Itu milik Papa!kalau kamu mau lihat-lihat Perpustakaan punya suami kamu—”Ersen menjeda ucapannya, dia menarik tengkuk Indah dan dalam sekejap bibir mereka menyatu untuk beberapa saat sebelum Ersen melepaskan tautan bibirnya.
__ADS_1
”Ada di Amerika”Ucap Ersen.Di Amerika dia punya perpustakaan yang sangat besar.Ersen termasuk jajaran mahasiswa berprestasi dahulu saat berkuliah.Bahkan nilainya selalu berada ditingkat tertinggi.Pria itu sangat menyukai membaca, bahkan membaca termasuk salah satu hobinya.Hingga semenjak dia masuk ke dalam perusahaan, semuanya berkaitan dengan perusahaan dan hidupnya hanya untuk bekerja.
”Kita kapan-kapan ke sana ya by, Aku pengen lihat sebesar apa sih perpustakaan suamiku.Eh lupa aku tadi beli Es Crem”Kata Indah mengambil paper bag yang berisi Es Crem.Tadi saat sedang membeli Es Crem, Ia ingat dengan suaminya dan jadilah Ia membeli sangat banyak.
”Sisanya dibagiin ke Staf ya by”Indah hendak bangkit dari tempat duduknya, Ia mengerutkan dahinya saat melihat tangan Ersen menempel di pinggang nya.Mengkode bahwa dirinya tidak usah repot-repot memberikannya sendiri jika ada orang yang bisa Ia suruh.
Ia berjalan menuju mejanya dan memencet tombol yang menghubungkan dengan ruangan Elang berada.Ruangan nya kedap suara hingga meskipun dia berteriak memanggil, tidak akan ada yang mendengar.
Kenapa Indah malah kepikiran dengan Jessica yang ingin curhat tentang statusnya?
__ADS_1
”Bagikan Es Crem itu ke staf kantor.Jika lainnya tidak kebagian, suruh mereka membeli sendiri dengan uang yang saya transfer”Ucap Ersen seraya mengambil handphonenya.
Jika dilihat dari paper bag yang dibawa istrinya, itu mungkin hanya sekitar 10 cap Es Crem.Sedangkan stafnya mencapai ribuan.Ia juga tidak menyalahkan Indah, Ia sudah bahagia saat wanita nya memikirkan orang lain.Toh bukan salah Indah juga karena wanita itu tidak mengetahui berapa banyak staf miliknya.Apalagi lantai yang baru istrinya kunjungi baru lantai 5.Tempatnya bekerja, Entah kenapa Papanya tidak ingin ada dilantai atas, Ersen ingat bahwa Seorang Valentino Arga Darendra Pobia ketinggian.
”Baik Tuan”
Ersen kembali tersenyum saat melihat Indah tengah asik sendiri dengan aktivitasnya.Pria itu menghampiri istrinya yang fokus memilih-milih buku disebuah rak yang bisa Ia jangkau.Saat Indah ingin mengambil buku yang lebih tinggi dari tinggi tubuhnya membuat Ersen berinisiatif untuk memegang tangan Indah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
🧚Kabuuuuur....