Wedding World

Wedding World
Digigit Tikus?


__ADS_3

”Nora sebaiknya kita keluar terlebih dahulu sebelum paman mengetahui kalau kita masuk kedalam kamarnya secara tiba-tiba.Dia pasti sangat marah nanti”Ucap Hendry dengan tangan yang masih Ia gunakan untuk menutup mata Nora.


"Kamu benar Hen”Jawab Nora, Ia menarik tangan Hendry untuk ikut keluar bersamanya.Namun sebelum Hendry benar-benar meninggalkan kamar kedua pasangan itu.Ia sempat mengambil hendphone milik Ersen yang berada di atas nakas.Tidak masalah Ia mengambilnya tanpa ijin, nanti jika level game pamannya naik pasti pamannya akan senang.


Ternyata oh ternyata tujuan anak laki-laki itu hanya ingin mengambil hendphone Ersen dikarenakan baterai hendphone miliknya sudah habis.Bukan karena rindu atau semacamnya.Memang benar anak dari Samuel Prasaja.


Mereka berdua keluar dari dalam kamar Ersen.Tak lupa Hendry mengunci pintunya dari luar,agar sang paman kelimpungan tidak bisa keluar dari dalam kamarnya.Salahkan saja sang Paman karena tidak menutup pintu dan membuat mata suci Nora ternodai dengan pemandangan tidak baik.Jadi anak laki-laki itu marah untuk saudaranya?Oh sosweet nya.


......................


Ersen bangun dari tidurnya jam sebelas malam.Dia menarik selimut untuk melindungi kulit Indah agar wanitanya tidak kedinginan terkena dinginnya AC malam.


Pria itu mengeritkan dahinya saat melihat hendphonenya tidak ada diatas nakas, padahal tadi sore Ia menaruh hendphonenya di situ.Tidak mungkinkan sebuah hendphone bisa berjalan sendirian.


Ersen turun dari ranjang lalu memakai baju tidurnya didalam Walk in closed setelah itu Ia berniat keluar dari kamar untuk mengisi perutnya yang sedari tadi sudah keroncongan.Ersen tidak tega membangunkan Indah saat melihat betapa pulasnya Indah tertidur.Mengingat Indah membuat senyum terbit dibibirnya.

__ADS_1


Ceklek.


Ersen kembali membuka pintunya tapi tidak bisa, raut wajah Ersen berubah seketika saat menyadari kalau pintu kamarnya dikunci dari luar.Siapa yang berani' bermain dengannya?Apakah Omanya?Tapi tidak mungkin Omanya becanda seperti ini.


”Sialan”Ucap Ersen, Ia berbalik untuk mengambil kunci cadangan.


”Lihatlah siapa yang berani mengunci pintu kamarku”Kata Ersen, dia sekarang sedang lapar.Jangan salahkan dirinya jika menerkam seseorang disaat perutnya lapar.


Ersen turun dari tangga, saat melewati kamar netranya menatap bocah yang Ia kenal dengan tatapan datar.Ersen masuk begitu saja saat pintu kamar tidak ditutup.Anak itu memang ceroboh, bisa-bisanya tidak menutup pintu jika ingin menghindar dari orangtuanya.


”Bocah ingusan!”Kata Ersen seraya menyentil pelipis Hendry membuat anak itu mengelus pelan pelipisnya.


”Apa yang kamu lakukan di dalam kamar Paman HM?”Tanya Ersen tajam.


”Seharusnya Paman yang meminta maaf kepada Hendry dan Jinora!Akibat Paman tidak menutup pintu membuat Jinora masuk dan melihat Paman bersama Bibi Indah”Kata Hendry menggebu-gebu menyalahkan Ersen sebagai biang masalah.

__ADS_1


"Apa?”


”Apa yang kalian berdua lihat?”Tanya Ersen merasa takut begitu mendengar kata-kata Hendry.Ia jelas tidak ingin merusak otak suci duo kurcacinya.


Salahkan dirinya yang terlalu hanyut saat melihat Indah memakai bathrobe sebatas paha hingga lupa menutup pintu.


”Tidak banyak karena paman memakai selimut”Jawabnya santai.


Ersen memijat kepalanya yang berdenyut.Menghela nafas kasar saat melihat ponselnya ada ditangan Hendry, bocah itu ternyata yang menjadi tuyul ponselnya.


”Maaf Paman, Ini level game Paman naik kok”Ujar Hendry menunjukkan hendphone Ersen yang menampilkan game yang Ia mainkan.


”Bagus.. Lanjutkan, paman mau makan”Kata Ersen senang, Ia mengelus rambut Hendry karena senang.Betapa mudahnya hari ini Ia merasa bahagia.


”Leher Paman digigit tikus?”Tanya Hendry tiba-tiba ketika mata anak itu melihat leher Ersen banyak yang memerah.

__ADS_1


”Eh..”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2