
Susana Mansion Grandma malam ini sungguh berbeda dengan hari biasanya.Pasalnya Hana dan Sam berkunjung ke mansion dengan membawa serta dua kurcacinya, yaitu Hendry dan Jinora.Keponakan Ersen yang sangat Ersen rindukan kehadirannya.Ersen tidak mengetahui kedatangan mereka, Baru satu jam lalu Sam sampai di Indonesia setelah melakukan perjalanan beberapa jam lamanya.
Pria dengan dua anak itu ingin menuruti keinginan istri tercintanya yang sangat merindukan keluarga besarnya di Indonesia.
”Dimana Ersen Oma?”Tanya Hana melihat meja makan.Ia tidak menemukan keberadaan Ersen di meja makan itu.Pria itu pasti akan ikut serta dengan keluarganya.
”Dari tadi sore anak itu berada didalam pesanggrahannya.Entahlah yang dilakukan Ersen, yang penting dia tidak macam-macam dengan cucuku Indah”Jawab Oma yang tidak terlalu mempedulikan kehadiran Ersen.Oma tahu kalau cucunya itu sedang melakukan kegiatan yang menurutnya menyenangkan.
”Yah padahal Nora kangen sama Paman Ersen, Ih Nora samperin aja ya Grandma.Hati Nora udah gejedak gejederr nih sangking nggak bisa nahan rindu.Nanti Nora ajak main deh dedek bayi paman Ersen”Ungkap anak kecil itu semangat empat lima.
Sedangkan kembarannya Hendry kini tengah sibuk bermain gadget.Apalagi yang anak itu lakukan jika tidak bermain game.Hari-hari anak itu lakukan untuk memainkan gamenya.Bahkan Hana pernah memarahi Sam karena suaminya nekat membelikan hendphone baru' untuk bocah itu setelah anak itu merusak hendphone lamanya.
Hendry meletakkan hendphonenya di meja saat dirasa baterainya habis.Anak laki-laki itu dengan santainya bangkit dari kursi tanpa berbicara dengan kedua orangtua dan Grandmanya.Sungguh sangat sopan bukan?
”Kalau rindu dengan paman ya samperin saja orangnya.Diam tidak akan menghilangkan rasa rindumu Nora”Kata Hendry, dilangkahkan kakinya untuk menaikki tangga satu persatu.
__ADS_1
Nora yang mendengar ucapan saudaranya ikut turun dari kursi.Ia mengikuti langkah Hendry yang naik ke lantai atas.
Orangtua anak kembar itu diam saja.Ia malah sibuk makan dan tidak menghiraukan anak-anaknya karena mereka tau anaknya secerdas apa.
”Jika Paman masih tertidur jangan ganggu dia Hendry Nora!!Biarkan paman istirahat, dan setelah itu kalian juga tidur”Teriak Hana saat kedua kurcaci kesayangannya sudah sampai setengah tangga.
”Oke!”Jawab serempak keduanya lalu ngacir ke kamar Ersen.
”Cek Hen pintunya dikunci nggak!”Seru Nora semangat, anak perempuan dengan bando telinga serigala itu berharap semoga pintunya tidak dikunci.
Ceklek, dan gotcha pintu tidak terkunci.Nora sangat girang. Dengan semangat Ia memasuki kamar itu dan betapa terkejutnya dia saat mendapati pamannya tengah tertidur dengan memeluk Bibi Indah dalam keadaan telanjang.
Nora tidak sepenuhnya melihat karena, separuh tubuh pamannya tertutup selimut dan Bibinya dipeluk oleh sang paman dengan sangat erat.
__ADS_1
”Tutup matamu Nora”Kata Hendry santai.Ia menutup mata Nora dengan mengunakan kedua tangannya.
Mungkin ini hal baru yang Nora alami, melihat yang seharusnya tidak Ia lihat.Namun bagi Hendry itu merupakan pengalamannya yang sudah Ia lihat berkali-kali.Dulu ia pernah ingin mengambil hendphone Mamanya dikamar saat Mamanya sedang tidur dipelukkan sang Papa, dan Ia lihat Mamanya tengah dipeluk oleh sang Papa.Saat itu hanya punggung Sam lah yang terlihat.Untung saja anak kecil itu tidak melihat semuanya yang belum seharusnya Ia lihat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jeng
Jeng
Jeng
Ersen ceroboh bgt nggak kunci pintunya huh😬😄
Sudahlah🙁
__ADS_1