World Impact Online

World Impact Online
Menyelamatkan Sandera


__ADS_3

Kai dan Noire benar-benar kehabisan waktu. Mereka tidak punya pilihan, selain menerobos langsung. Waktu penyelamatan yang tersisa adalah 45 menit dan itu terus-menerus berkurang.


"Cih! Kita benar-benar kehabisan waktu!" gumam Kai menggigit jari telunjuknya.


Itu menjadi kebiasaan Kai saat sedang dikejar waktu. Noire yang melihat Kai sudah panik seperti itu segera angkat bicara.


"Kai! Aku punya rencana, tapi ini akan beresiko untukmu," ungkap Noire.


"Benarkah! Cepat katakan, akan aku lakukan meski harus mengorbankan diri!" sahut Kai.


Noire pun mulai menjelaskan rencana yang dia miliki, Kai yang mendengarnya menatap serius Noire.


"Baiklah, aku setuju dengan rencana itu!" ujar Kai.


"Kalau begitu, aku akan memulainya," sahut Noire yang mulai melafalkan sihir miliknya.


Rencana milik Noire adalah menggunakan sihir api pada Goblin dihadapannya agar Kai dapat menyelinap dengan baik di kerumunan Goblin tersebut. Setelah berhasil mencapai sangkar, Kai akan membebaskan para sandera dan akan memberikan kode pada Noire untuk membuka jalan dengan sihir apinya lagi.


Selesai merapal, sebuah badai api menghujani para Goblin tersebut dan membuat mereka panik. Kai yang melihat kesempatan tersebut segera memanfaatkannya untuk menyelinap dengan Super Speed miliknya. Kemudian dia membuka gembok sangkar dengan pedang miliknya. Goblin King menyadari hal tersebut dan segera menyerang Kai.


"Dasar penyusup kecil! Enyah kau!!"


Goblin King mengayunkan pedang besarnya kearah Kai. Dengan sigap Kai menahannya menggunakan Skull Fang, beruntung Skull Fang masih bisa bertahan untuk satu serangan kuat lagi. Kai memiringkan pedangnya sedikit, hingga membuat pedang Goblin King merosot jatuh menuju tanah. Dia melakukan itu agar para gadis tidak terluka.


"NOIRE!!" teriak Kai memberi kode pada Noire.


Noire yang mendengar teriakan Kai, segera melemparkan dua buah gulungan sihir dan saat kedua gulungan tersebut jatuh, dua buah dinding api muncul dari tempatnya berada sampai sangkar para gadis ditahan.


Goblin King sempat ingin melancarkan serangan berikutnya, tapi Kai segera mengeluarkan Blind Potion dan melemparkannya kearah Goblin King.


"Aaarghh! Mataku!! Kalian semua cepat tangkap mereka kembali!!" perintah Goblin King.


"Cepat! Ini kesempatan kita untuk melarikan diri! Ikuti aku!" ujar Kai.


Kai mengaktifkan Sword Dance dan berlari sambil mengayunkan pedangnya. Para gadis pun mengikutinya dari belakang. Para Goblin Mage mencoba mematikan dinding api, tapi Noire tidak membiarkannya. Dengan segala cara, Noire mempertahankan dinding api tersebut.


Kai sama sekali tidak punya niat untuk membunuh para Goblin, tapi tetap saja ada yang terpenggal oleh pedangnya. Gadis-gadis yang melihat kejadian tersebut bergidik ngeri, namun mereka tetap mencoba yang terbaik untuk bertahan. Beberapa Goblin ada yang mati terbakar menabrak dinding api akibat dorongan pedang Kai. Mereka beruntung tidak ada Goblin Chief, Commander dan Champion didalam dinding api.


Para Goblin Champion mencoba mendekat, tapi Noire tidak membiarkannya. Dia menembakkan panah api setiap kali ada pergerakan dari Goblin lain yang berada diluar dinding api. Merasakan kalau Noire ancaman yang harus dibereskan lebih dulu, para Goblin pun berlari menuju Noire. Melihat hal tersebut, Noire menyunggingkan senyumnya dan mengangkat tangan kanannya dengan cepat. Dua buah dinding api segera muncul dihadapan Goblin-Goblin yang menuju kearahnya. (Note: Jika kalian bingung membayangkannya, bentuk dari 4 dinding api akan seperti ini __| |__)


Kai yang melihat itu segera mempercepat langkahnya dan menyuruh para gadis berlari. Noire mencoba menahan para Goblin yang berada didalam dinding api pertama dan kedua. Beberapa dari mereka ada yang langsung mati karena tusukan Noire mengenai tepat ke titik vital seperti jantung, kepala dan tenggorokan.


Setelah Kai keluar, Noire akan tetap berada dibelakang sebagai penghambat para Goblin atau seperti itulah rencana mereka sebelumnya. Kai menonaktifkan Sword Dance dan berlari menuju jalan keluar dari Gua. Namun mereka bertemu dengan beberapa Goblin yang berpatroli. Untungnya mereka masih dalam keadaan tidak menyadari keberadaan Kai, jadi sangat mudah untuk membunuh mereka dalam satu serangan di leher.

__ADS_1


Mereka terus berlari untuk keluar dari Agravia Forest, sayangnya mereka tidak bertemu dengan player. Jika mereka bertemu dengan player, setidaknya mereka berdua bisa menitipkan para gadis pada player disekitar selagi mereka menahan pasukan Goblin yang masih mengejar.


Kai tidak tahu, kalau sebenarnya sudah ada pasukan ksatria khusus bersama dengan beberapa player yang tengah bersiaga diluar hutan Agravia. Alasan kenapa para ksatria mengetahui hal ini adalah, seorang player yang mengambil misi pengintaian di menara pengawas menemukan 2 player dan 8 gadis NPC tengah berlari dari gelombang besar Goblin dibelakang mereka.


Player tersebut segera memberitahu tanda bahaya dengan membunyikan lonceng. Para ksatria yang mengetahui kemungkinan gelombang monster muncul segera menyiapkan diri mereka dan sebuah Emergency Quest diberikan pada semua player yang berada didalam kota.


"Sebentar lagi kita akan kelu--" Kai gagal menyelesaikan kalimatnya karena sebuah panah mengenai pundaknya.


"Kai! Kamu baik-ba--"


"Jangan berhenti! Terus berlari!!" teriak Kai.


Noire dan para gadis tidak punya pilihan lain selain melakukan perintah Kai. Sedangkan Kai segera bangun dan mencabut anak panah dipundaknya. Kai segera meminum Mana Potion yang dapat memulihkan 50% dari Max Mana saat ini, dia tidak meminum Health Potion karena tidak terlalu penting baginya saat ini.


Kai juga memakan makanan yang diberikan Noire yang dapat meningkatkan batas Mana miliknya sebanyak 2000 selama 30 menit. Setelah memakannya, dia mengalirkan Mana miliknya pada Skull Fang sebanyak mungkin. Saat Mana miliknya mendekati 500, dengan segera dia meminum dua Mana Potion dan mengalirkan Mana kembali ke Skull Fang. Kai mengulangi itu hingga 5 kali. Dia juga mengaktifkan skill yang meningkatkan serangannya seperti Strengthening dan Magic Burst.


"Mana Wave!!" teriaknya dengan keras dan melepaskan sebuah gelombang energi besar yang menyapu bersih hampir 6000 Goblin, bahkan beberapa Goblin Champion dan Goblin Commander pun mati karena serangan tersebut.


Namun karena hal itu, Kai terpaksa harus kehilangan Skull Fang karena tidak bisa membendung Mana yang dialirkan olehnya. Setelah itu dia duduk jatuh dengan pasrah menerima kematiannya yang sudah didepan mata.


"Maaf, Noire," gumamnya menutup mata.


Tapi disaat yang sama sebuah dinding tanah muncul dihadapan Kai. Beberapa teriakan juga didengar di telinganya. Saat ini telah ada ribuan pasukan dan player yang memulai penyerangan.


"Claris! Bagaimana bisa?" sahut Kai bingung.


"Noire yang memberitahukannya pada kami!" balas seorang pria pembawa kapak besar yang tak lain adalah Roni.


"Maaf terlambat yah, kawan!" lanjutnya.


"Haha, kalian benar-benar sangat terlambat tahu!" sahut Kai.


"KAAAAAAAAAIIIIIIIIII!!!!"


"Tung-- Woaah!!"


Kai terjatuh ke tanah akibat kedatangan Noire yang tiba-tiba datang memeluk dirinya.


"Noire! Kau tahu, ini sedikit berat," ledek Kai.


"Bodoh! Aku kira kau akan mati tadi!" sahut Noire.


Noire pun mulai memarahi Kai habis-habisan, melihat itu Claris dan Roni tidak bisa melakukan apapun selain menunggu Noire selesai. Kai hanya bisa meminta maaf berulang kali dan menjelaskan alasan dia melakukan hal senekat itu.

__ADS_1


"Intinya, aku ingin gadis-gadis tersebut bertemu dengan keluarganya kembali," jelas Kai.


"Aku mengerti! Tapi lain kali jangan diulangi oke?" balas Noire, Kai hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Sudah selesai? Kita punya pekerjaan disini!" ungkap Roni.


"Yah! Ayo kita habisi mahluk hijau itu!" sahut Kai bersemangat.


"Sebelum itu, kau harus memulihkan diri dulu bukan!" balas Claris memukul kepala Kai dengan tongkatnya.


"Ugh.. maaf," gumam Kai.


...***...


...KOMUNITAS...


...Episode Invasi Goblin...


Bard: Kalian mendapatkan quest itu bukan?


Vice: Maksudmu emergency quest yang diberikan pada semua player didalam Kota?


Zarx: Mau membentuk Party untuk membantai mereka?


Bard: Gas!


Vice: Gas!


Voyance: Aku ikut!


Darma: Bantai~ Bantai~ Bantai yang banyak~


Grey: Wow! Darma sepetinya tengah bersemangat 🗿


Darma: @Gray menganjing


Bard: Awokwokwok


Vice: Wkwkwkwk


Lonely_★: Bjieer, sempat-sempatnya kalian bercanda


Setelah itu Komunitas dipenuhi canda tawa walau hanya sebentar.

__ADS_1


__ADS_2