World Impact Online

World Impact Online
Party Adik?


__ADS_3

Butuh waktu sekitar 50 menit untuk sampai di Terias Forest. Kai mengabaikan monster atau mahluk buas yang pasif dan membunuh yang agresif. Tidak lupa juga dia mengambil Drop Item yang dijatuhkan. Kai juga mengklaim hadiah dari Event berburu 10000 Monster. Untuk hadiah kompensasi yang dia dapatkan setelah Update Patch Extra belum dia gunakan.


"Tapi, tidak aku sangka akan bertemu denganmu disini, Nayla," ucap Kai saat mengetahui adiknya berburu di Terias Forest juga.


"Yah, sebenarnya aku ingin menemui teman-temanku yang berada disini sih," balas Nayla.


"Oh, iya Kak! Terimakasih karena membelikan belati ini yah!" lanjut Nayla yang menunjukkan Lighting Cutter pada Kai.


"Sama-sama! Lagipula mana ada seorang kakak yang menolak keinginan adiknya?" sahut Kai mengelus kepala adiknya itu.


Tidak berapa lama, mereka pun sampai di tempat pertemuan teman-teman Nayla. Kai menemukan pria bertanduk dua pada dahinya tengah bersama dengan 2 wanita manusia yang sedang asyik mengobrol satu sama lain.


"Teman-teman!" panggil Nayla yang menghampiri mereka.


"Oh, akhirnya kamu datang juga, Nayla!" sahut pria bertanduk dengan rambut hitam yang nampak diikat, beserta sebuah katana di pinggangnya.


"Nayla, siapa pria yang ikut bersamamu?" tanya seorang wanita berambut putih salju dengan sebuah tombak di tangannya.


"Oh, perkenalkan! Dia adalah Kai, kakakku di dunia nyata. Tentu saja dia tidak menggunakan nama aslinya seperti dirimu, Aisyah!" balas Nayla mengejek wanita berambut putih salju tersebut.


"Tunggu! Kenapa kamu malah mengatakannya! Bukankah kamu janji untuk tidak memberitahu siapapun?" sahut Aisyah.


"Jangan khawatir! Kakakku ini bisa dipercaya kok!" jelas Nayla.


Kai yang mendengarnya hanya tersenyum kecut. Dia lalu mengenalkan dirinya untuk mengalihkan topik.


"Namaku Kai! Seperti yang kalian lihat, aku seorang Paladin," jelas Kai.


"Rayn, Ras milikku adalah Oni dan aku seorang Samurai!" sahut pria bertanduk.



"Aisyah, seorang Warlock dengan Ras Witch!" sahut Aisyah.



"Leila, Priest," sahut wanita terakhir berambut panjang dengan warna pirang.



"Lalu, aku Nayla! Seorang Ranger!" sahut Nayla dengan semangat.


"Kami sudah tahu!!" balas semua orang serempak.

__ADS_1


Nayla yang mendapatkan balasan serempak hanya bisa terkejut dan bergumam pelan dengan wajah murung. Kai dan yang lain mengabaikannya dan mulai membicarakan strategi setelah memasukkan Kai dan Nayla ke dalam Party.


"Jadi, kita akan memburu apa?" tanya Kai.


"Great Wild Boar dan Elder Terror Wolf," jawab Rayn.


"Huh? Dua Wild Boss sekaligus?" ucap Kai terkejut.


Rayn lalu menjelaskan kalau mereka semua membutuhkan Drop dari 2 Wild Boss tersebut. Tentunya Kai tidak mempermasalahkannya dan akan tetap ikut dalam perburuan. Kai juga tidak meminta apapun dari Drop yang akan mereka dapatkan. Namun sebagai gantinya, Kai akan mengambil Drop dari Monster atau Mahluk Buas yang menghadang mereka.


"Tentu saja, jika kalian yang mengalahkannya, maka aku tidak akan mengambilnya. Jadi kalian bisa tenang," jelas Kai.


"Aku mengerti, kalau begitu mohon kerja samanya yah!" balas Rayn yang dibalas anggukan pelan oleh Kai.


"Kakak! Teman-teman! Di depan kita ada tiga ekor Wild Boar!" peringat Nayla yang tengah berada di dahan pohon.


"Bagus, kalau begitu kita--"


"Maaf, Rayn. Bisa serahkan mereka padaku?" potong Kai.


"Huh? Yah, oke," balas Rayn sedikit bingung.


Setelah mendapatkan izin, Kai segera melesat menuju ketiga Wild Boar tersebut dan mulai menyerangnya dengan basic attack miliknya.


...


Hanya dalam 5 detik, ketiga Wild Boar tersebut langsung mati dan berubah menjadi Drop Item. Rayn, Aisyah dan Leila hanya bisa terperangah melihat Kai dapat membunuh ketiga Wild Boar yang memiliki Danger Level D tersebut.


"Fufu, kalian lihat sendiri bukan? Betapa hebatnya kakakku ini," ucap Nayla dengan bangga.


"Aku memang tahu kalau Paladin bisa memberikan True Damage, tapi tidak menduga bisa sebesar itu," sahut Rayn yang disusul dengan anggukan kecil Aisyah dan Leila.


Disisi lain, Kai yang baru saja membunuh 3 Wild Boar tersebut mengambil Drop yang dijatuhkan dan segera kembali ke Rayn dan yang lainnya. Rayn menanyakan apa Kai menggunakan skill untuk melawan Wild Boar atau tidak. Jadi Kai menjelaskan kalau itu murni serangan normal miliknya tanpa skill apapun.


"Daripada itu, sebaiknya kita cepat menyelesaikan perburuan ini. Entah kenapa aku memiliki firasat buruk dengan hutan ini," ungkap Kai.


Mereka pun akhirnya melanjutkan perburuan menuju tempat dimana Great Wild Boar berada. Tanpa menyadari seseorang tengah mengikuti mereka dari belakang.


***


"Boss! Aku mendapatkan informasi dari salah satu pengintai! Dia bilang ada Party yang tengah berburu di wilayah kita ini!" jelas seseorang.


"Oh? Benarkah? Itu sangat bagus! Kalau begitu, bagaimana jika kita mulai berburu mereka?" sahut pria yang dipanggil Boss tersebut.

__ADS_1


"Katakan padaku, berapa jumlah gadis di Party itu?" lanjutnya bertanya.


"Sepertinya ada tiga Boss!" jawab orang yang sama.


"Wah! Nampaknya kita akan bisa berpesta dengan gadis-gadis itu lebih dulu yah?" sahut Boss.


"Erik! Pergilah dan kirimkan hasil appraisal mereka kepadaku!" titah Boss.


"Hehe, tentu saja dengan senang hati, Boss!" sahut Erik yang langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Kukuku, akan aku buat kalian merasakan kenikmatan yang tidak bisa kalian rasakan di dunia nyata, gadis-gadis. Hahahaha!" tawa Boss.


...***...


...KOMUNITAS...


...Episode PK Terias Forest...


Zarx: Guys, bukankah akhir-akhir ini PK terus-terusan terjadi di Terias Forest?


Bard: Yah, aku juga sudah membaca keluhan di Website WIO.


Darma: Lalu apa? Ingin mengurus mereka? Masalah Invasi Goblin saja belum selesai lho!


Eleanor: Semua orang nampaknya harus melakukan sesuatu pada Terias Forest secepatnya!


Darma: @Eleanor apa-apaan kau ini! Bukankah aku baru saja menjelaskan kenapa kami mengabaikan Terias Forest? Lagipula, mereka itu Player dan bukan sesuatu masalah besar.


Eleanor: Karena mengabaikannya jugalah yang membuat banyak gadis melaporkan hal ini ke Website WIO!


Zarx: Tunggu, maksudmu mereka benar-benar melakukan hal bejat itu?


Eleanor: Benar! Aku baru mendapatkan informasi ini dari temanku di dunia nyata.


Vice: Adik temanku juga menjadi korbannya. Katanya satu-satunya cara untuk keluar dari perbuatan bejat mereka hanyalah dengan bunuh diri lho! Aku harap mereka tidak melakukannya di dunia nyata.


Gulie: Baiklah, mungkin aku dan Party ku akan mencoba pergi ke sana. Tapi butuh waktu untuk melakukan persiapan sih.


Eleanor: Bisa izinkan Party ku bergabung?


Gulie: Tentu saja!


Selepasnya, Party Gulie dan Eleanor pun segera bergegas menuju Terias Forest secara diam-diam.

__ADS_1


__ADS_2