
"Baiklah, kita sudah sampai ditempat Great Wild Boar berada!" ungkap Rayn.
Saat ini, dihadapan mereka ada seekor babi besar yang terlihat menikmati makanannya yang berupa babi lain dengan ukuran lebih kecil darinya.
"Dia kanibal?"
"Kak, babi itu Omnivora bukan? Aku rasa itu wajar?"
"Meskipun kau mengatakannya, dia memakan sesamanya lho!"
"Oke, cukup debatnya! Lebih baik kalian periksa status miliknya itu!" peringat Rayn menghentikan perdebatan kecil kakak beradik tersebut.
Great Wild Boar (Wild Boss)
Danger Level C
Health 32000
Mana 10000
Attack 1900
Magic 100
Defense 1600
Mind 1200
Agility 1200
Evasion 900
"Menyerangnya dengan sihir akan menjadi pilihan bagus, kah?" gumam Kai.
"Itu benar. Biasanya aku yang akan berada di garis depan, sementara Aisyah akan fokus dengan sihirnya daripada tombak. Namun saat aku sedikit kewalahan, Aisyah akan menggantikanku selagi aku memulihkan diri," jelas Rayn.
"Tapi kali ini kita memiliki Kai dan Nayla. Akan lebih baik jika kita membuat strategi baru," lanjutnya.
Rayn lalu menjelaskan kalau dia dan Kai akan menjadi garis depan dengan Kai sebagai penerima Agro dan Rayn akan menggantikannya jika Kai sedikit kewalahan. Sementara Nayla dan Aisyah akan menjadi pemberi damage terbesar sembari mempertahankan Agro pada Kai. Sedangkan Leila sendiri akan memberikan dukungan dari belakang. Kai tidak mempermasalahkan hal itu dan menerima perannya.
"Kalau begitu, kita akan mulai setelah Kai menggunakan Provoke dan menyerang disaat yang sama," ungkap Rayn.
"Okay!" sahut semua orang.
Kai segera berlari menuju Great Wild Boar dan menggunakan Provoke untuk menarik Agro Great Wild Boar. Bersamaan dengan itu, Nayla melepaskan panah yang diperkuat dan Aisyah melepaskan sihir es berupa tombak miliknya pada Great Wild Boar yang mana membuatnya mengerang kesakitan.
-246 Physical Damage pada Great Wild Boar (Nayla)
-824 Magic Damage pada Great Wild Boar (Aisyah)
"Ugh, dikit sekali," keluh Nayla yang menyadari damage miliknya sangat kecil.
"Jangan berkecil hati! Memberikan 200 damage pada Wild Boss yang 2 tingkat darimu itu sudah bisa disebut pencapaian hebat lho!" hibur Aisyah.
Disisi lain, Kai dan Rayn mencoba menyeimbangkan damage dari kedua gadis tersebut agar Agro tidak mengarah pada Nayla dan Aisyah. Beberapa kali mereka terlihat menyerang dan bertahan disaat yang sama. Tapi itu semua berubah saat Great Wild Boar terlihat mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
"Kai! Jangan menyerangnya selama masa itu! Kalau dia mengarah padamu, segera menghindar jika tidak mau terkena Stun! Kalau bisa, cobalah bimbing dia menuju pohon besar!" peringat Rayn.
"Aku mengerti!" sahut Kai.
"GRRR!"
Great Wild Boar menerjang Kai yang masih berlari menuju pohon besar. Pada saat yang tepat, Kai menggunakan Back Step untuk melompat ke belakang. Membuat Great Wild Boar menabrak pohon besar dan membuatnya terkena status Dizzy.
"Kesempatan!" teriak Rayn.
Semua orang yang mendengarnya segera mengerti dan melakukan apa yang mereka bisa.
"Enchant: Attack! Speed!"
"Ittoryu: Hanabira!!"
__ADS_1
-962 Physical Damage pada Great Wild Boar (Rayn)
-962 Physical Damage pada Great Wild Boar (Rayn)
-962 Physical Damage pada Great Wild Boar (Rayn)
-962 Physical Damage pada Great Wild Boar (Rayn)
-962 Physical Damage pada Great Wild Boar (Rayn)
"Switch!"
"Sword Dance! Strengthening! Round Slash! Delta Slash!"
-7615 Physical Damage pada Great Wild Boar (Kai)
-1349 Physical Damage pada Great Wild Boar (Kai)
-1466 Physical Damage pada Great Wild Boar (Kai)
-1588 Physical Damage pada Great Wild Boar (Kai)
"Switch!"
"Triple Shot!"
-21 Physical Damage pada Great Wild Boar (Nayla)
-21 Physical Damage pada Great Wild Boar (Nayla)
-21 Physical Damage pada Great Wild Boar (Nayla)
"Switch!"
"Frostbite!"
-7248 Magic Damage pada Great Wild Boar (Aisyah)
"Ittoryu: Ōkami no Kiba!"
-12540 True Damage pada Great Wild Boar (Rayn)
Great Wild Boar tersebut berubah menjadi partikel setelah kepalanya dipenggal. Menjatuhkan Drop Item berupa dua buah gading besar, sebuah kulit, serta daging dalam jumlah besar.
"Bagaimana hasilnya Rayn?" tanya Aisyah mendekati Rayn yang memeriksa Drop Item bersama Kai.
"Kita mendapatkannya!" jawab Rayn antusias.
"Benarkah? Kalau begitu kita hanya perlu taring serigala teror saja bukan?" sahut Aisyah.
"Yah, begitulah. Benar juga, Kai dan Nayla bisa mengambil daging dan kulitnya. Tidak apa kan?" ujar Rayn.
"Jujur saja, aku tidak suka daging babi sih. Tapi mungkin bisa aku jual nantinya. Sedangkan untuk kulitnya, mungkin akan bagus jika dijadikan zirah kulit. Bagaimana menurutmu, Nayla?' tanya Kai.
"Hmm, aku sih terserah kakak saja. Lagipula biasanya memang seperti itu kan?" balas Nayla.
Kai hanya menghela nafas mendengar perkataan adiknya itu. Tapi dia tidak kesal dan hanya memasukkan Drop Item berupa daging dan kulit tersebut ke Inventory miliknya. Kai melihat ikon peti dengan nama Weapon Chest.
"Mungkin aku akan membukanya untuk berjaga-jaga," gumamnya saat melihat Durability Holy Darkness yang sudah kisaran puluhan.
[Apa Anda ingin membuka Weapon Chest?]
[YES] [NO]
Tanpa ragu, Kai menekan Panel "YES" dan sebuah ikon perisai muncul di hadapannya. Kai menekannya dan informasi tentang perisai tersebut segera tertera disana.
BlackWhite Wing Shield (Ultra)
Defense +50, Mind +50
Sebuah Perisai dengan sayap putih dan hitam yang melambangkan cahaya dan kegelapan.
__ADS_1
Reinforced: 0
Potency: 210
Slot Skill: 2
Magic Stone: 0
Durability: 3800
Kai mengabaikannya dan membuka Weapon Chest yang terakhir. Namun kali ini sebuah ikon pedang yang muncul.
Black Lotus (Ultra)
Attack +75, Defense +75
Sebuah Pedang Panjang dengan bunga lotus di gagangnya.
Reinforced: 0
Potency: 148
Slot Skill: 2
Magic Stone: 0
Durability: 3800
"Kurasa ini sudah lumayan bagus," ujarnya mengeluarkan Black Lotus dan berlari menuju Leila dengan mengayunkannya.
Semua orang terkejut saat mengetahuinya, bahkan Rayn hampir membentaknya jika tidak melihat anak panah tergeletak di tanah. Dalam waktu singkat, mereka semua langsung mengelilingi Leila untuk melindunginya.
"Kalian cepat tanggap juga," celetuk Kai.
"Tentu saja. Lagipula, kami memang sudah menduga akan ada penyergapan sih. Juga, terimakasih karena menolong Leila," sahut Rayn.
"Haha, santai saja! Sekarang, bisa kalian keluar dari tempat persembunyian? Atau mungkin, harus aku yang memaksa kalian keluar?" pancing Kai.
Tidak lama setelahnya, puluhan Player keluar dari kegelapan hutan sembari cekikikan. Kai dan yang lainnya semakin waspada, terlebih lagi dengan jumlah yang lebih dari 40 orang tersebut.
"Yo! Nampaknya kau menyadari ini dari awal bukan? Tuan Paladin?!" ungkap seorang pria dengan telinga panjang dan memiliki taring beserta sabit raksasa.
...***...
...KOMUNITAS...
...Episode Invasi Goblin Agravia Forest...
Darma: Sial! Para Goblin sekarang mulai aktif! Mereka bahkan tanpa ragu menyerbu benteng!
Vice: Meskipun begitu, kita berhasil mengusir mereka sementara bukan?
Bard: Kalian padahal berdekatan, tetapi menggunakan Komunitas untuk berinteraksi?
Vice: Memangnya salah? Lagipula kami juga ingin memberitahu orang lain.
Zarx: Sudah, untuk apa mempermasalahkan hal sepele? Lebih baik kembali ke kota dan perbaiki senjata yang mulai rusak!
Venus: @Teo mau pergi ke tempat makan?
Teo: Tentu, kenapa tidak?
Felix: Guys, nampaknya aku mulai melihat gelombang berikutnya!
Bard: Seriusan? Padahal belum ada 30 menit lho!
Mel: Dia tidak bohong kok! Aku juga melihatnya!
Zarx: Cih, padahal aku belum memperbaiki senjataku!
Setelahnya, Komunitas menjadi sepi karena Invasi Goblin berikutnya.
__ADS_1