
"Roni, aku yang akan menghadapi Necromancer itu sendiri," ujar Kai membuat semua orang terkejut.
"Tunggu! Apa maksudmu itu?" tanya Noire.
"Aku mengerti, lakukan saja sesukamu!" sahut Roni.
"Roni! Kenapa kamu mengizinkannya? Bagaimana jika kejadian sebelumnya terulang lagi?" balas Noire.
"Jangan khawatir! Apa kau tidak melihat tatapan seriusnya?" ungkap Roni.
"Kalau itu.. aku.."
"Noire! Jangan khawatir, aku baik-baik saja kali ini! Akan aku selesaikan dengan cepat," ucap Kai menenangkan Noire.
"Aku mengerti, tapi berhati-hatilah!" sahut Noire menghela nafas dan memberikan senyuman manisnya.
"Yah!"
***
3 jam berlalu, semua orang kini telah berada di tempatnya masing-masing. Mereka sekarang hanya perlu menunggu instruksi selanjutnya dari Roni. Semua Healer bahkan telah melafalkan mantra pemulihan dan telah siap untuk melepaskannya. Berkat Sharing Skill dan Zone milik Claris dan Leon, mereka dapat melihat dan melepaskan skill mereka dari jarak yang jauh.
"Lepaskan sekarang!" perintah Roni.
Para Healer segera melepaskan sihir pemulihan mereka kearah para Undead hingga membuat mereka menggeliat kesakitan.
"Itu tandanya! Serang!!" ungkap Kai mengangkat pedangnya dan berlari lurus menuju pasukan Undead.
Kai tidak mau membuang waktu, dia langsung menebas semua Undead yang ada dan menghiraukan semua Drop Item yang jatuh. Dia berencana untuk langsung menghampiri Mara the Necromancer.
Sedangkan disisi lain, di Golura Mountain. Semua orang terkejut saat melihat Kai yang langsung menerobos tanpa pikir panjang. Tapi mereka tidak bisa melarangnya karena mereka yakin Kai memiliki sebuah rencana.
Player yang mengikuti Kai juga agak terkejut, tapi mereka segera fokus dengan lawan yang mereka hadapi. Kai sendiri terhenti saat dua Dullahan menghadangnya, dia langsung mengeluarkan Holy Darkness tanpa pikir panjang.
"Maaf saja, tapi aku sedang tidak punya waktu menghadapi kalian!" ujar Kai.
Kai segera menggunakan Mana Slash pada kedua pedangnya dan langsung membunuh kedua Dullahan tersebut. Mara yang melihat dari tempatnya terkejut bukan main. Dia tidak pernah tahu ada yang bisa membunuh dua Dullahan dalam satu tebasan.
Alasan kenapa dua Dullahan mati dalam sekejap adalah karena Instant Death dari Holy Darkness terpicu. Inilah alasan Kai memberanikan diri untuk maju tanpa ragu. Mara yang merasa penasaran dengan kemampuan Kai, segera menggunakan tehnik pemanggil Undead untuk memanggil ribuan Zombie.
"Jadi kau mau mengukur kemampuanku? Aku terima tantangan itu! Holy Wave!!"
Kai mengayunkan Holy Darkness, menciptakan gelombang suci yang langsung membunuh ribuan Zombie dalam sekejap. Sekali lagi, Mara terkejut dan menyuruh para Dullahan yang membawanya untuk menuju kearah Kai.
"Kau adalah manusia yang membuatku tertarik! Bagaimana jika dirimu bergabung denganku? Akan aku berikan sebagian kerajaan untukmu nanti?" tawar Mara.
"Tawaran menarik, biarkan aku berpikir terlebih dahulu!" sahut Kai.
"Baiklah, aku akan menu--"
"Maaf, tapi aku menolaknya! Aku lebih tertarik dengan hadiah dari Katedral daripada hadiah milikmu! Holy Fire!!"
__ADS_1
-1800° pada Mara the Necromancer
Keempat Dullahan yang berada disekitarnya terkena True Damage yang jauh lebih besar, namun tidak membuat mereka mati seketika.
"Keparat!! Beraninya dirimu! Hancurlah bersama negeri sampah ini! Shadow Mist!!" teriak Mara dengan kesal.
"Apa kau mengira menjebakku dalam kabut bayangan bisa membuatmu unggul? Kau harus belajar sekali lagi dengan benar! Holy Field!" ujar Kai mengaktifkan skill miliknya.
Seketika area dalam lingkup 15 Meter disekitar Kai berubah, energi suci menyebar disekitar area tersebut dan menghapuskan efek dari Shadow Mist. Ribuan Skeleton yang muncul disekitar Kai mengeluarkan teriakan pilu dan lenyap seketika. Mara yang melihatnya merasakan sebuah ancaman besar, tapi dia tidak takut sama sekali.
"Kau tahu? Menyerang ku dengan para Undead adalah sebuah kesalahan besar? Aku adalah seorang Paladin dan memiliki energi suci yang cukup besar. Bukankah kau sudah tahu siapa yang akan menang?" jelas Kai.
"Cih, keparat sialan! Akan aku bunuh dan ku jadikan pasukan mayat hidup milikku!" balas Mara.
"Hahaha, itu pun jika kau masih hidup!" ujar Kai.
Alasan kenapa Kai mengincar Mara di awal karena untuk segera mengakhiri semua ini dengan cepat. Mara menyuruh keempat Dullahan tersebut, tapi empat orang Paladin datang dan menarik perhatian keempat Dullahan tersebut.
"Fokus saja pada targetmu!"
"Biarkan kami yang menangani keempat Dullahan ini!"
"Aku tidak mau membiarkan dirimu saja yang bersinar!"
"Hahaha! Ayo datanglah!"
Kai yang melihat itu hanya menghela nafas dan menatap Mara yang tengah menahan amarahnya.
"Jangan pikir kau bisa menyentuh diriku! Rise of Zombie! Rise of Skeleton!" balas Mara memanggil ribuan Zombie dan Skeleton untuk mengelilingi Kai.
Namun siapa sangka, para Undead yang dipanggil oleh Mara merasa takut untuk menyerang Kai. Mara harus memaksa mereka untuk menyerang, tapi Kai hanya berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun.
Para Undead yang menyentuh Holy Field langsung terbakar dan mati hanya dalam 100 detik setelah memasuki Holy Field. Bahkan karena pergerakan mereka yang lambat, mereka hanya bisa mencapai jarak 5 meter saja.
"Apa kau tidak berniat memanggil Undead terkuat milikmu?" tantang Kai.
"Keparat! Kau mencoba menantang ku huh?" sahut Mara.
"Kalau itu memang mau mu! Aku terima tantangan darimu! Rise of Dragon Zombie!!" lanjut Mara memanggil mahluk panggilannya yang terkuat.
Kai tersenyum kecut saat melihat mayat hidup dengan tinggi lebih dari 30 Meter muncul dihadapannya dan meraung cukup keras. Dia merasa menyesal karena telah menantang Mara, setelah melihat status Dragon Zombie yang lebih kuat daripada majikannya.
Dragon Zombie
Danger Level SS
Health 2500000
Mana 0
Attack 4500
__ADS_1
Magic 4500
Defense 3000
Mind 3000
Agility 2500
Evasion 2500
"Ini benar-benar sangat sulit," gumam Kai.
***
"Bagaimana dengan Kai? Apa dia baik-baik saja?" tanya Noire penasaran.
"Tenanglah, dia baik-baik saja! Aku telah menyuruh 4 Paladin untuk menangani 4 Dullahan yang bersama dengan targetnya," jelas Roni.
Noire menghela nafas lega saat mendengarnya, tapi saat melihat seekor mahluk besar muncul dan meraung keras, membuat Noire dan yang lainnya memasang ekspresi terkejut.
"Apa-apaan mahluk itu?" tanya salah satu dari mereka.
"Kai.." gumam Noire khawatir.
...***...
...KOMUNITAS...
...Episode Dragon Zombie...
Bard: Itu seekor naga bukan?
Zarx: Sialan! Jika dia terbang ke Kota, bisa-bisa hancur dalam sekejap!
Roni: Kami membutuhkan bantuan siapa pun, tapi kami tidak bisa memberikan hadiah apapun. Tapi jika kalian tidak membantu, maka Kota ini akan hancur!
Grey: Aku akan datang! Tapi kita juga harus melakukan pembagian kelompok! Ini untuk berjaga-jaga terhadap invasi Goblin!
Lyon: Aku juga setuju rencana itu! Zeus, William, Henry dan aku akan pergi lebih dulu untuk menghadapi Dragon Zombie. Karena hanya kami berempat yang bisa sampai dalam waktu 25 menit!
Henry: Oke!
William: Dimengerti!
Zeus: Aku tidak bisa! Bagaimanapun juga, kita membutuhkan seseorang Top Ranker lain untuk memperkuat penjagaan disini. Maaf karena tidak bisa membantu
Roni: Terimakasih! Kami akan mencoba bertahan selama mungkin!
Kemudian tiga Top Ranker segera melesat menuju Golura Mountain dimana perang dengan pasukan Undead berada.
...>>Catatan Penulis<<...
__ADS_1
Selamat datang para pembaca! Semoga kalian puas dengan 30 Episode awal ini! Author juga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022, semoga kalian bisa mencapai Goals kalian di tahun yang baru nanti! Btw Novel ini akan kembali update 1 Juni 2022, karena Author juga punya banyak Novel yang harus dikerjakan. Tapi Author juga akan mengusahakan untuk Up jika punya waktu lebih! Jadi sampai jumpa lagi~