
Dalam dunia WIO sekarang pukul 2.00 PM, artinya dia masih memiliki sekitar 6 jam sebelum memasuki batas pemakaian Character. Kai segera pergi membeli beberapa persiapan dan juga memperbaiki semua perlengkapannya.
Tidak lupa juga dia menjual Death Blade, Death Armor, serta Dullahan (Magic Stone). Setidaknya dia mendapatkan lebih dari 280000 IO untuk penjualan tersebut dan semua persiapannya hanya menghabiskan sekitar 50000 IO saja. Kai ingin mengambil Blessing lain, tapi dia bingung ingin mengambil Blessing apa.
"Baiklah, waktunya untuk pengintaian!" gumam Kai.
Benar, tujuan Kai kali ini hanyalah pengintaian. Dia ingin tahu sebesar apa kekuatan musuh. Kemudian dari hasil pengintaian tersebut, Kai akan memutuskan untuk menyerang mereka sekarang, atau mundur dan meminta bantuan pada seluruh teman sekelasnya. Batas waktunya 1 Minggu, jadi Kai masih memiliki banyak waktu sebelum membuat keputusan.
Dengan Agility Kai yang sekarang, setidaknya butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di lokasi. Tapi dengan Super Speed, dia berhasil menguranginya menjadi 45 menit agar bisa sampai di lokasi tersebut.
Sesampainya disana, sebuah pemandangan menjijikan berada tepat di hadapannya saat ini. Ribuan Zombie, Skeleton, Spectre, Spirit, serta Dullahan tengah bergerak bergerombol dengan seorang NPC ditengah barisan.
Mara the Necromancer
Danger Level A
Health 800000
Mana 2200000
Attack 800
Magic 2200
Defense 780
Mind 1220
Agility 300
Evasion 200
"Ini benar-benar sulit! Aku tidak mungkin bisa menanganinya sendiri," gumam Kai.
Statusnya berada diatas Goblin King yang dia temui kemarin. Kai tidak tahu kalau semua ini berkat Patch yang dirilis hari ini. Bahkan Wild Boss Rank E saja sekarang memiliki Health lebih dari 20000 sekarang.
Setelah melihat lebih lama, mereka bergerak sedikit lambat, setidaknya butuh sekitar 1 minggu untuk mereka bisa sampai di Kota Celine. Alasan kenapa Kai yakin adalah karena para Zombie berjalan lambat. Mereka memiliki Agility sebesar 10 dan diletakkan pada garis depan.
Kai memutuskan untuk kembali lebih dulu dan melaporkan semuanya pada Paus Zaka. Kai juga meminta 1 Juta IO untuk hadiah pada teman-temannya dan Paus Zaka menyetujuinya.
"Kapan kalian akan bergerak?" tanya Paus.
"Besok kami akan segera bergerak. Jadi ayahanda tidak perlu khawatir!" jelas Kai.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak akan khawatir. Tapi apa kamu yakin bisa menghentikannya hanya dengan 50 orang?" balas Paus.
"Aku juga sebenarnya kurang yakin, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba!" sahut Kai dengan semangat.
(Anda mendapatkan +50 Trust Point dari Paus Zaka!)
Setelah menerima notifikasi seperti itu, Kai tidak bisa mengecewakannya. Jika tidak, poin kepercayaan tersebut akan berkurang. Untuk mendapatkannya juga cukup sulit. Kai segera pamit pada Paus, dia berniat untuk Log Out selama 2 jam dikarenakan teringat sesuatu.
Adiknya akan datang mengunjunginya jam 8 malam. Tapi sebelum Log Out, dia bertanya pada Roni tentang Raid yang akan dilakukan jam berapa. Roni mengatakan kalau Raid akan dilaksanakan jam 6 pagi di dalam game. Kai segera berterimakasih dan Log Out dari kamar Katedral yang telah disediakan.
Kebanyakan mereka yang mengambil Blessing Job seperti Kai, telah mendapatkan tempat khusus untuk beristirahat. Jadi Kai bisa tenang karena tidak perlu membayar uang di penginapan lagi.
***
"Kamu sangat lama, kakak!" ungkap seorang gadis berambut biru safir yang di ikal dua.
"Bukankah masih ada satu menit lagi sebelum kamu datang, Nia?" balas Kyle melepaskan Spacium Authority di kepalanya.
"Aku datang 1 jam lebih awal karena papa berhasil membujuk nenek tua tersebut," jelas Nia.
"Berapa kali aku jelaskan padamu, dia itu adalah nenekmu, jadi jangan menyebutnya seperti itu," ujar Kyle.
Kyle hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Usia dia dan Nia hanya terpaut 1 tahun, tapi mereka berada ditingkat Sekolah Menengah Atas yang sama. Bisa dibilang mereka disekolahkan secara bersamaan.
Nia juga tahu kejadian sebenarnya dari ayahnya, itulah kenapa dirinya tidak membenci Kyle seperti anggota keluarga lainnya. Nia juga sangat senang bermain game, bahkan hingga sekarang dia masih bermain game. Karena itulah saat mendengar Kyle sudah mulai kembali bermain game, dia menjadi bersemangat dan datang lebih awal.
"Kudengar kakak sudah mulai bermain lagi bukan? Bagaimana kalau kita bermain sekarang?" ajak Nia.
Kyle memukul kepala adiknya pelan, dia lalu berkata, "Aku baru saja Log Out dan ingin berbincang-bincang dengan dirimu! Aku yakin kamu juga belum makan bukan?"
"Ugh.. bukankah aku pernah mengatakan kalau memukul kepala itu dilarang?"
"Bukankah aku juga mengatakan kalau itu diperbolehkan jika kamu melakukan hal yang bodoh?"
Nia menggembungkan pipinya saat mendengar kakaknya membalikkan pembelaannya. Kai tertawa pelan dan mengajak adiknya makan malam. Dia tahu adiknya belum makan malam karena perutnya berbunyi kencang.
Mereka pun makan malam bersama sambil berbincang-bincang. Kai menceritakan tentang kehidupan sekolah barunya yang sangat menyenangkan. Dia juga menjelaskan kalau Riana bersekolah ditempat yang sama dengannya. Nia yang mendengarnya sangat senang, tapi dihatinya berkata lain. Nia tidak mau kakaknya menjadi milik siapapun, kecuali miliknya.
"Mana mungkin kita bisa bersama seperti itu," gumam Nia pelan menyadari kenyataan kalau mereka berdua saudara kandung.
"Apa kamu mengatakan sesuatu?" tanya Kyle.
__ADS_1
"Tidak, bukan apa-apa kok!" jawab Nia dengan tersenyum manis.
Setelahnya mereka mengobrol banyak tentang masa lalu. Mereka menceritakan game yang pernah dimainkan bersama dengan ibu mereka. Tapi sekarang game itu sudah ditutup dan sekarang Nia hanya bermain game di ponselnya saja. Dia memiliki Spacium Authority, tapi tidak pernah memainkan game VR lagi semenjak kematian ibunya.
Nia juga telah dibelikan chip Game World Impact Online 5 tahun yang lalu, tapi dia tidak ingin memainkannya walau sudah diajak oleh teman sekelasnya. Itu karena dia tahu kakaknya masih belum memainkan game tersebut. Sekarang dia akan memulai game tersebut karena kakaknya memainkan game tersebut.
Pada masa lalu, Nia menggunakan Chara Name Nayla dengan kelas Hunter yang bisa menggunakan senjata jarak jauh dan dekat. Karena masih punya waktu 30 menit (3 jam di dunia game) sebelum Raid dimulai, Kyle berniat untuk membantu adiknya terlebih dahulu. Mereka juga membuat sebuah isyarat yang menandakan kalau mereka saling kenal.
...***...
...KOMUNITAS...
...Episode Raid...
Chloe: Butuh 3 party lagi untuk Raid! Ada yang mau ikut?
Salsa: Need 1 Party for Raid!
Gulie: Buka Komunitas isinya Raid semua
Bard: Awokwokwok
Zarx: @Vice mau ikut Raid gak?
Vice: Persyaratan Blessing Job belum selesai 🗿
Zarx: Lama amat jadi ninjanya
Vice: Aku sudah melepas Blessing Job itu dan menggantinya dengan Blessing Job Hunter
Taylor: Akhirnya aku tidak sendirian
Bard: @Zarx aku ikut dalam Raid kan?
Zarx: Yoi, sanss ae
Gulie: @Zarx masih ada slot satu party lagi ga? Party ku ingin mencoba Raid katanya.
Zarx: Sebenarnya sih udah full, tapi aku akan tanya pada Raid Leader dulu, bisa nambah satu party lagi atau tidak?
Gulie: Oke
Setelahnya, banyak sekali orang yang membentuk Raid.
__ADS_1