ZIA (BUKAN ANAK HARAM)

ZIA (BUKAN ANAK HARAM)
part 13


__ADS_3

"Mela anak mu kasih aku saja ya, aku janji aku akan membesarkan zia dengan penuh kasih sayang seperti anak sendiri"


sontak Mela dan sindi yang tadinya mau pulang menoleh kearah sumber suara berbarengan


terlihat seorang wanita cantik berlengak lenggok bak model ternama menuju kearah Mela dan sindi


dia adalah bu diana wanita berusia empat puluh tahuan yang masih terlihat cantik dan awet muda. isteri seorang konglomerat dari kota besar.


bu diana punya segalanya harta dan tahta hanya saja di usia pernikahan yang menginjak angka sepuluh tahun dia dan suami belum di karuniakan seorang anak.


"boleh anakmu biar aku yang rawat Mel, aku akan bayar berapa saja asal kamu mau serahkan anak ini kepada aku"


"maaf maksud ibu apa? " tegas Mela


"saya gak lagi jual anak bu, ibu bisa ke panti asuhan kalau mau cari anak, permisi! "


"dasar wanita aneh, cari anak kenapa harus anak ku. kan panti asuhan banyak kalau mau adopsi anak


datang tiba-tiba mau minta anak orang, emang zia barang bisa di tukar sama uang.


nampaknya dia punya segalanya kecuali otak" Mela ngedumel sepanjang perjalanan

__ADS_1


"Mel jangan langsung pulang ya mampir dulu di minimarket aku mau beli susu buat devano, stok di rumah tinggal dikit"


Mela hanya mengikuti arahan sindi segera mengambil arah jalan menuju minimarket.


* * *


bagitu sampai di depan rumah Mela terkejut melihat pemandangan sebuah mobil mewah berwarna silver keluaran terbaru parkir apik di depan rumahnya.


Mela bertanya-tanya siapakah tamu yang berkunjung ke rumah orang tuanya, karena sebelumnya belum pernah ada mobil semewah itu yang mampir ke rumah itu, dan ia tahu jelas keluarganya belum ada yang mampu membeli mobil sekelas itu.


"Assalamu'alaikum"


langkah Mela terhenti, melihat kearah tamu yang dimaksud ibunya. bu diana dan suami duduk angkuh di kursi rotan anyaman yang sudah berumur puluhan tahun tersebut..


"mau apa mereka kesini bu" ketus mela


"loh Mel bu diana dan suami dari tadi nungguin kamu datang, kenapa marah?"


"tadi udah ketemu di jalan bu"


"ada apa ini" pak anto ayah Mela yang sedaei tadi diam angkat bicara

__ADS_1


"tadi wanita terhormat ini mau minta zia, kemudian menukarkan dengan sejumlah uang. suruh pulang aja yah Mela gak lagi jual anak! "


"sebenarnya ada apa bu diana? , kenapa Mela jadi marah!


apa benar yang Mela katakan barusan ibu mau membeli cucu saya" ayah menatap tajam ke arah bu diana dan suami


bu diana terlihat salah tingkah mendengar pertanyaan pak anto


"hemmm begini pak kami bukan mau membeli cucu bapak" suami bu diana yang dari tadi diam angkat bicara


"lalu apa?


" biar saya jelaskan pak, saya dan isteri saya sudah lama menikah tapi belum memili anak, barangkali kalian kau kamu mengadopsi zia"


"ke panti asuhan saja pak bu, kami masih sanggup merawat zia, biarpun miskin hidup serba kekurangan tapi kami tidak berniat menjual anggota keluarga kami" tegas pak anto


"Mel, maafkan perkataan saya tadi mungkin kamu tersinggung tapi tadi saya mendengar semua perkataan ibu-ibu di tempat posyandu tadi bagaimana mereka menghina kamu dan zia anak mu akan lebih baik kalau zia hidup bersama kami. hidupnya akan terjamin dan tidak akan ada yang tahu asal-usul zia, kami akan merawat zia seperti anak sendiri.".


"di panti asuhan banyak anak yang butuh orang tua asuh, kenapa harus zia? " tanya Mela penuh selidik


"karena suami ku memilih zia! "

__ADS_1


__ADS_2