ZIA (BUKAN ANAK HARAM)

ZIA (BUKAN ANAK HARAM)
part 9


__ADS_3

"urus saja anak mu itu sendiri, aku tidak akan pernah mau mengakui kalau itu adalah anak ku. kan aku sudah bilang waktu itu segera gug*rkan anak itu sebelum lahir ke dunia ini.


dasar wanita tidak berguna kamu!


nekat kan waktu itu mau mempertahankan anak itu lalu kenapa sekarang malah mau ngerepotin aku hahhh"


"bang tapi zia anak kamu bang, darah daging kamu masak kamu tidak ada rasa kasih sayang sama zia sama sekali. dimana hati nurani mu bang? "


"anak aku? siapa yang bisa jamin kalau itu anak aku, apa kamu lupa sudah tidur bersama berapa lelaki hahhhh!!! "


"dasar pel*c*r kamu Mel, jangan pernah hubungi aku lagi ingat ya sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengakui anak itu adalah anak aku"


tutttttt...


setelah kejadian itu mela tidak pernah bisa lagi menghubungi nomor handphone nya Adit, bahkan nomor mela sengaja di blokir Adit.

__ADS_1


pupus lah segala harapan mela meminta pertanggungjawaban Adit terhadap zia, mengakui bahwa zia adalah anak kandung nya.


padahal Adit tahu persis kalau zia adalah darah dagingnya sendiri, karena Mela mengetahui kehamilan nya setelah tiga bulan melarikan diri dari rumah Wanda mantan suaminya yang saat itu masih berstatus suami Mela. saat itu Mela mengetahui dirinya hamil baru masuk satu bulan berarti sudah jelas bahwa anak yang di kandung Mela adalah anak adit karena dari semenjak melarikan diri dari rumah Wanda hubungan Mela dan Adit sudah selayaknya suami isteri.


mereka pindah dari satu kost ke kost yang lain, karena saat itu Wanda dan orang tua Mela gencar mencari keberadaan Mela dan Adit.


karena sering berpindah kost Mela dan Adit tidak bisa lagi bekerja tentunya tidak ada penghasilan sama sekali. permasalahan pun dimulai..


pelan tapi pasti Mela mulai mengetahui kalau Adit mempunyai perangai yang buruk Adit merupakan pemakai obat terlarang


karena tidak bisa membeli obat terlarang nya Adit gelap mata bahkan rela menjual Mela kepada pria hidung belang, padahal pada saat itu Mela tengah hamil anaknya.


sampai di sebuah hotel pukul delapan malam Mela aneh kenapa tidak ada tanda-tanda akan diselenggarakan sebuah pesta


Adit berdalih pestanya dimulai nanti pukul sepuluh malam karna khusus dewasa jadi Mela dan Adit menunggu sambil istirahat di sebuah kamar hotel tersebut yang Mela masih ingat dengan jelas nomor kamarnya dua kosong tujuh

__ADS_1


sampai di dalam kamar adit menyuguhkan segelas orange jus untuk Mela, dan setelahnya Mela seperti tidak berdaya hanya terkulai


tapi Mela masih bisa mengingat Adit keluar kamar kemudian masuk lagi dengan seorang laki-laki


"ini pak ceweknya, sesuai dengan yang bapak mau kan?" Adit tersenyum miring


"ini, cukupkan? " laki-laki itu melemparkan segepok uang kepada Adit yang jumlah Mela yakin lumayan banyak


"oke, sangat cukup pak. terimakasih pak"


"tapi amankan, dia tidak akan kabur kan? " tanya lelaki hidung belang tersebut


"sangat aman pak, dia sudah saya kasih obat per*ngs*ng jadi bapak bisa menikmati nya malam ini sangat leluasa


Mela yang terkulai lemas tidak berdaya hanya mampu meneteskan air mata, kenapa Adit setega itu kepada dirinya bukankah Adit yang berjanji akan melindungi dirinya kenapa justru Adit yang menjerumuskan dirinya kedunia hitam tersebut.

__ADS_1


Mela merasa sangat jijik dengan dirinya sendiri, apa yang sudah dia lewatkan malam ini sangat memalukan semua terjadi di luar kemauannya dan tidak bisa ia kendalikan sekalipun ia berusaha sekuat tenaga..


haruskah Mela mengakhiri hidupnya setelah ini


__ADS_2