
"oh ya Mel katanya tadi mau beli susu buat zia terus sekarang dimana susunya', tanya sindi karena tidak melihat Mela membawa kotak susu.
"tadi pas pulang sudah aku titip sama udin anak tetangga sebelah rumah yang masih SD itu sin.
aku gak mau ayah sama ibu melihat keadaan ku saat ini.
aku kasian sama mereka, gak mau menambah beban pikiran mereka lagi".
"yaaa udahlah Mel lupakan masalah yang ibu-ibu tadi bicara kan ke kamu, sekarang kamu harus fokus untuk membesarkan zia ya. kasian zia kalau kamu putus asa begini, zia hanya punya kamu Mel jadi kamu harus semangat" lanjut sindi penuh motivasi.
"terimakasih ya sindi masih mau mendukung aku, di saat orang-orang menjauhi aku kamu masih sudi berteman dengan aku" ucap Mela sambil menyeka air matanya.
"jangan begitu Mel, kamu buat aku gak nyaman kalau begitu. kita ini sudah temanan dari masih kecil dulu, kita tumbuh besar sama-sama kalau hanya gara-gara kamu buat masalah lalu aku ninggalin kamu gak mau temanan lagi itu nama nya bukan sahabat. aku dukung kamu buat berubah Mel, aku yakin kamu akan jadi Mela yang kuat, Mela yang punya masa depan yang cerah bisa membahagiakan zia dan bisa membanggakan zia punya seorang ibu seperti Mela"cerocos sindi mengebu-gebu
"maksih sin udah menyemangati aku"... ucap Mela sambil tersenyum tipis.
" nah gitu donk senyum jangan sedih lagi ya Mel, kamu gak sendiri ada kami disini yang sayang sama kamu"lanjut sindi sambil merangkul sahabat nya.
__ADS_1
"jangan sedih yaa itu masih ada zian yang masih nunggu kamu, masih ingat zian gak?
dia belum nikah loh Mel sampai sekarang masih betah membujang" sindi berkata sambil mengejek sahabat nya supaya suasana hati sahabat tidak sedih lagi.
"iiiihhhh ngacoooo kamu sin" Mela mencubit pinggang Sahabat nya.
"aku pulang dulu ya, kasihan zia lama aku tinggal" pamit Mela kepada sindi
"ya udah pulang sama-sama ya aku antar pake motor aja biar cepat, kebetulan aku juga mau pulang ini" sindi melanjutkan
sepanjang perjalanan dua sahabat tersebut heboh berbincang dan mengenang masa muda mereka.
sampai tiba-tiba motor sindi tersendat-sendat lalu mati tidak bisa di nyalakan.
sindi dan Mela turun dari motor matic yang mereka kendarai...
"aduh gimana ini mel kenapa mati tiba-tiba ya motor ini padahal tadi baik-baik saja" sungut sindi sambil memajukan bibirnya.
__ADS_1
"lhaaa sin aku mana paham kalau sudah masalah motor kayak gini, mana sepi lagi gak ada orang yang lewat mau minta tolong siapa"lanjut Mela
"berarti kita dorong ini ini Mel" sindi mengambil inisiatif
"yaa gak ada pilihan lain lagi, ayo kita dorong aku kuat kok"lanjut Mela sambil mengejek sahabatnya
"yok kita kan wanita super" lanjut sindi di ikuti gelak tawa dua sahabat tersebut.
baru lima menit mendorong motor tiba-tiba ada suara motor melintas.
"sin motor mu kenapa" tanya seorang laki-laki muda
"eh zian tolongin donk motor ku ini kenapa, kamu kan punya bengkel" jawab sindi semangat
Mela menoleh mendengar sindi menyebut nama zian
terlihat ekspresi terkejut zian ketika melihat Mela, begitu juga Mela rasanya dia belum siap untuk bertemu zian hari ini. mengingat berbagai hal yang terjadi pada masa lalu mereka terdahulu...
__ADS_1