ZIA (BUKAN ANAK HARAM)

ZIA (BUKAN ANAK HARAM)
part 4


__ADS_3

Mela ada apa, kenapa sampi seperti ini tanya sindi dengan ekspresi penuh tanda tanya melihat keadaan Mela yang sangat kacau...


Mela meringkuk di pematangan sawah milik ayah nya sindi, bahunya bergetar naik turun.


Mel.... pangggil sindi lirih sambil berjokok menyejajarkan posisinya dengan Mela. "kamu kenapa begini Mel, jangan buat aku takut Mel"


Mela mengangkat kepalanya menatap sendu ke arah sindi..


"sin aku kotor sin, aku ini aib, seharusnya aku gak di sini. aku udah buat warga kampung sini malu, udah mencoreng nama keluarga"


"Orang-orang kampung bilang aku bawa anak haram...


anak ku bukan anak haram sin, dia gak salah apa-apa. aku lah yang telah berbuat dosa tapi kenapa anak ku yang menanggung nya.


aku ini memang manusia tidak berguna, aku tidak berhak untuk hidup lagi sin. aku mau m*t* saja.


hidup ku ini hanya membuat orang-orang yang aku sayangi menderita"

__ADS_1


bahu Mela semakin berguncang kali ini sampai meraung-raung tidak terkendali.


sindi hanya diam membiarkan Mela melepaskan semua masalah yng menyesakan dada nya.


"menangis lah mel keluar kan semuanya disini, tapi berjanji lah setelah ini kamu akan kembali bangkit demi keluarga mu, demi zia"


setelah hampir satu jam menunggu akhirnya mela bisa tenang juga.


sindi yang tadi pergi mengambil minum kembali datang memberikan minum kepada Mela. setelah hampir satu jam menangis tentu saja tenggorokan Mela akan merasa kering


"ini Mel minum" ucap Mela sambil menyodorkan air putih tersebut kepada Mela. dan di Terima Mela lalu menegak habis air putih satu gelas yang sindi berikan.


Mela hanya menganggukan kepalanya pandangan nya lurus kedepan menatap hamparan sawah yang sangat hijau menyejukan mata setiap yang memandang nya.


"lain kali kalau ada masalah jangan bilang mau mati ya, ngeri tau!!


masih ada zia yang harus kamu besarkan jadi jangan menyerah"

__ADS_1


Mela hanya menghembuskan napas perlahan.


"sebenar ada apa Mel?


kenapa kamu sekacau ini?


seputus asa ini sampai mau mati segala?"


tanya sindi beruntun


Mela menoleh ke arah sindi lalu menatap lurus ke hamparan sawah yang hijau.


"tadi waktu aku beli susu buat zia di warung aku ketemu rombongan bu nani dan ibu-ibu lainnya


mereka bilang kalau aku ini kotor sin, aku udah buat nama kampung sini rusak, aku seharusnya di usir dari kampung ni membawa zia dan lebih menyakitkan mereka bilang zia anak haram"ucap Mela lemas di akhir kalimatnya.


kalau aku yang jadi bulan-bulanan orang kampung sini gak apa-apa sin aku bisa terima, memang aku sudah melakukan kesalahan sudah melakukan dosa besar. tapi kalau untuk zia aku benar-benar gak bisa Terima. kalaupun warga disini mau menghujat aku, aku pasti akan diam dan Terima tapi ketika anak ku yang jadi bahan olok- olok warna sini terus terang sampai mati pun gak akan aku Terima. aku memang telah melakukan kesalahan dan aku pantas di hina, maka hina saja aku akan diam saja dan Terima. semuanya.

__ADS_1


"iya Mel, kamu sabar aja dulu ya asal kamu mau berubah semuanya akan berlalu kok sekarang adalah prosesnya. kamu jangan pikirkan omongan ibu-ibu tadi tapi sekarang kamu harus fokus sama zia paham kan"


"oh iya Mel tadi katanya beli susu buat zia terus sekarangana susu nya"?!


__ADS_2