ZIA (BUKAN ANAK HARAM)

ZIA (BUKAN ANAK HARAM)
part 8


__ADS_3

"Zian yah, mau ambil motor" sahut bu hani, ia sudah menjelaskan masalah motor zian kepada suaminya tadi, karena pas pulang kerja tadi sore suaminya keheranan melihat ada motor di depan rumah.


"'Assalamu'alaikum pak" salam zian ketika melihat pak anto di dalam rumah...


"oh nak Zian toh, mari masuk nak Zian" sambung pak anto ketus


sementara Mela hanya diam saja duduk di kursi sambil bermain dengan zia.


"iya Pak makasih Zian mau ambil motor, tadi di bawa mela karena motor sindi mogok di tengah jalan jadi saya bawa ke bengkel" Zian menjelaskan panjang lebar karena takut pak anto salah paham...


"iya... iya sudah dijelaskan sama ibu nya Mela tadi"


"Mel Zian mau ambil motor itu mana kuncinya" pak anto beralih menatap Mela

__ADS_1


"i... iyaa yah bentar Mela ambil dulu ya kuncinya di kamar" mela gelagapan


sikap pak anto yang dingin kepada Zian bukan tanpa sebab, ia masih mengingat dengan jelas bagaimana keluarga Zian menentang hubungan Mela dengan Zian dimasa lalu, bagaimana saat keluarga Zian datang kerumah dan menghina dirinya dengan sang isteri karena Mela di anggap tidak pantas berdampingan dengan zian yang anak seorang juragan tahan di kampung nya sementara Mela hanya anak seorang petani miskin, hinaan dan cacian dari keluarga Zian yang sedemikian kejam yang membuat Mela akhirnya memutuskan untuk pergi merantau ke kota besar karena kasian melihat orang tuanya selalu tertekan ulah keluarga zian.


karena merasa sedih Mela akhirnya mencari pekerjaan di kota dan di sana lah awal mulai Mela bertemu dengan Wanda mantan suami nya mela, sebenarnya pak anto sempat tidak merestui hubungan bersama Wanda tapi karena tidak mau menambah kesedihan Mela ia akhir nya merelakan Mela menikah dengan wanda.


ternyata pernikahan toxic ini lah menjadi awal mula kehancuran kehidupan Mela seperti sekarang ini, walaupun tidak sepenuhnya ke salah Zian tapi bagi pak anto Zian merupakan pangkal dari segala permasalahan yang dialami Mela saat ini.


zia bagaikan anugerah di tengah musibah besar yang menimpa keluarga mereka, zia laksanakan mentari yang menyinari kehidupan keluarga pak anto. meskipun banyak masa lalu Mela yang sangat ia sesal kan tapi lain halnya dengan zia. zia sama sekali bukan kesalahan tapi zia adalah kado terindah buat nya.


Mela keluar dari dalam kamar sembari membawa Kunci motor Zian, lalu menyerahkan kepada Zian.


"ini kuncinya"

__ADS_1


"terimakasih Mel, saya pamit ya" sambung Zian


Mela hanya mengangguk sangat kentara sekali kecanggungan yang hadir antara Mela dan Zian, di tambah sikap tidak senang yang di tunjukan pak anto membuat gunung es semakin membeku.


Mela hanya menatap punggung Zian setelah kepulangan nya tadi


"yah gak boleh kasar gitu lah sama Zian, kasihan itu yah Zian kan baik dan gak salah apa-apa, yang salah kan keluarganya zian toh yah. jadi jangan Zian yang ayah marahi"protes bu hani kepada suaminya karena udah jutek dan menunjukkan sikap tidak bersahabat kepada zian tadi.


pak anto tidak merespon sedikitpun perkataan istrinya


"bentar lagi masuk waktu sholat isya, ayah mau ke mesjid dulu. Assalamu'alaikum" pak anto berlalu di hadapan isterinya begitu saja


"wa'alaikum salam" jawab bu hani sambil menggelengkan kepala menarik nafas panjang

__ADS_1


__ADS_2