ZIA (BUKAN ANAK HARAM)

ZIA (BUKAN ANAK HARAM)
part 3


__ADS_3

tidak terasa air mata ku jatuh di pipi mengingat malangnya nasib putri kecil ku kelak. hari ini saja aku sudah kebingungan bagaimana cara supaya bisa membeli kan zia ku susu formula, sementara aku tidak bekerja tidak bisa menghasilkan uang bahkan seribu rupiah pun tidak bisa aku hasilkan saat ini. untungnya aku mempunyai orang tua yang luar biasa baik dan bijaksana. di saat aku di kucilkan di jauhi semua orang karena hasil dari perbuatan ku sendiri bahkan keluarga sendiri menjauhi aku tapi tidak dengan ayah dan ibu ku mereka tetap dengan sabar merangkul ku dengan penuh kasih sayang, disaat aku jatuh dan masuk kedalam lubang kehidupan yang kelam dan memalukan kedua orang tua ku tidak pernah melepaskan aku. mereka dengan sabar dan penuh kasih sayang menarik dan menuntun ku ke jalan yang benar kembali. padahal mereka berhak merasa kecewa dan benci sekalipun kepada diri ini karena telah mencoreng aib di wajah ke dua nya tapi itu tidak pernah mereka lakukan. dengan sabar ayah datang lalu berkata lirih"nak apapun yang terjadi padamu saat ini tidak semuanya murni kesalahan mu kalau seandainya Mela melakukan kesalahan sebesar ini berarti ada kesalahan dalam diri ayah saat membesarkan mu dulu ada yang ayah lewatkan saat mengajari Mela dulu. maafkanlah ayah Mel ayah gagal mendidik Mela dengan baik ucapan ayah sambil mengusap sudut matanya. ayah ku menangis, baru kali ini aku melihat ayah serapuh ini. kenapa ayah menyalahkan diri ayah sendiri, ayah tidak ada salahnya. yang salah Mela ayah ucap Mela terbata seraya bersimpuh di kaki ayah nya. rasa bersalah menyeruak dalam dada Mela, sungguh dosa besar yang telah ia lakukan telah melukai orang-orang tercinta nya salah satunya ayah dan ibunya. Mela tau walaupun tidak pernah mengucapkan secara terang-tetangan ayah dan ibunya pasti sangat kecewa dengan perilaku Mela yang telah merusak mama baik keluarga nya. hanya saja rasa kasih sayang yang sangat besar membuat mereka tidak bisa menjauh atau membuangnya dari kehidupan meraka. masih ada secercah harapan kedua orang tua tersebut kalau suatu saat anaknya ini bisa berubah ke jalan yang lurus dan benar.


Mel tepuk bapak di pundak mela, menyadarkan Mela yang sadari tadi melamun..


iya Pak jawab Mela berusaha menetralisir perasaannya...


dari tadi bapak liat melamun terus ada apa?


gak ada apa-apa kok pak jawab Mela, bapak baru pulang tanya Mela mencoba mengalihkan pembicaraan supaya bapaknya tidak terus bertanya, karena Mela tidak mau ayahnya tau keadaan Mela yang sebenarnya. Mela tidak mau menambah beban pikiran lagi orang-orang yang dengan tulus mengasihi diri nya.


zia lagi apa tanya ayah..


zia tidur lagi yah habis minum susu tadi jawab Mela, kembali ingatan susu zia habis membuat Mela menarik napas panjang.


kenapa Mel tanya ayah seperty tau ada sedang Mela pikirkan..


gak ada apa-apa yah Mela berusaha tersenyum


ayah itu sangat mengenal Mela, ayah tau ada sedang Mel pikirkan, ayo sini cerita sama ayah. kita ini keluarga Mel harus saling berbagi jangan sembunyikan apapun lanjut bapak sambil beralih menatap wajah putrinya dalam-dalam.


sssu...su zia habis yah akhirnya keluar juga dari mulut Mela...


ya udah kalau habis beli lagi gih, ini ayah tadi dapat dari pak Herman upah mencari kayu untuk pagar kadang sapi nya ucapan ayah lembut sambil menyodorkan uang seratus ribu rupiah.


ya pak ucap Mela menerima uang pemberian ayahnya sambil mengusap air matanya.


lohh kok malah nangis... sana cepat beli susu nanti zia keburu bangun susu nya gak ada.


makasih yah ucap mela, Mela mau cari kerja nanti biar gak menyusahkan ayah sama ibu terus.

__ADS_1


ya udah cepat beli susu zia sana nanti baru memikirkan pekerjaan nanti zia nangis loh


iya yah lanjut Mela sambil bergegas pergi ke warung buat beli susu...


sampai di warung Mela langsung memanggil bu nila yang punya warung


bu nila beli susu nya yaa yang nol sampai enam bulan yang sembilan ratus gram


bentar Mel sahut bu nila ramah sambil mengambilkan susu yang Mela cari


ini Mel susu nya kata bu nila sambil memberi kan susu kepada mela


berapa bu tanya mela


sembilan puluh dua ribu Mel


bentar ya Mel ibu ambil kembaliannya dulu


Mela hanya mengangguk kepala


Tiba-tiba datang rombongan ibu-ibu ke warung bu nila...


eh bu nila itu ngapain si Mela ada disini nanti warung ibu kotor loh teriak salah satu ibu di rombongan tersebut, di ikuti raut wajah yang tidak suka dari ibu-ibu yang lainnya.


loh bu nani kenapa bicara seperti itu Mela ini hanya beli susu apanya yang kotor jawab bu nila.


yaaaa yang kotor kelakuannya lah bu, masak ibu gak tau. apa pura-pura gak tau bu nila ini sarkas bu nani judes sekali.


ya ampun bu nani jangan seperti itu lah, itu kan masalah pribadi orang kita jangan ikut campur lah. kan kita juga gak tau kejadian sebenarnya seperti apa lanjut bu nila sambil melihat ke arah Mela.

__ADS_1


yang sabar ya Mel, ibu-ibu disini memang seperti itu suka ngurusin masalah orang lain lanjut bu nila sambil memberi kan uang kembalian delapan ribu rupiah kepada Mela.


terimakasih bu jawab Mela sambil menerima kembalian dari bu nila, saya permisi bu lanjut Mela.


bu nila hanya menggunakan prihatin melihat Mela.


eh Mela ngapain kamu balik lagi ke sini bawa aib segala, kamu udah buat kampung ini tercemar tau gak. bawa-bawa anak haram lagi pulang ke sini teriak bu nani kasar sekali


Mela yang sudah pamit pulang tertahan langkahnya...


mata nya memerah menahan tangis


bu jangan seperti itu, ibu boleh menghina saya tapi jangan bawa-bawa anak saya bu. anak saya tidak pernah salah yang salah saya bu, yang hina saya.


alah sudah berbuat dosa masih mau membela diri kamu yaa Mela sambung bu tina salah satu ibu dalam rombongan ibu-ibu tersebut.


ibu-ibu yang lain juga menganggukkan kepala membenarkan ucapan bu tina sambil mengeluarkan ekspresi tidak sukanya.


iya benar ibu lanjut bu nani...


dasar perempuan nakal kamu Mel, kenapa gak keluar saja kamu dari kampung ini. buat malu keluarga dan orang-orang dikampung sini saja kamu.


iya bu harus nya pak lurah usir saja Mela sama anak haram nya itu dari kampung sini.


Mela langsung berlari sambil menangis membawa beban yang sungguh berat, percuma ia membela dirinya tetap saja tidak akan merubah apapun..


* * *


Mela ada apa, kenapa sampi seperti ini tanya sindi dengan ekspresi penuh tanda tanda melihat keadaan Mela yang sangat kacau...

__ADS_1


__ADS_2