
*Kelvin POV*
11.00 WIB
Sfx: Sreeettt.... Cklaak.. Klekk..!!
Suara pistol yang sedang ku isi amunisi, karena sebentar lagi kami semua akan pergi ke rumah ku...
"Bagaimana? Apa semua sudah siap?" tanya ku ke yang lain.
Semua mengangguk tanda bahwa mereka sudah siap berangkat.
"Baiklah kita akan bergegas ke rumah ku, kemudian kita akan berangkat dari rumah ku sekitar jam 1 siang, lalu dilanjutkan dengan tujuan ke sekolah menyelamatkan yang tersisa" Ucap ku dengan tegas.
"Siap kapten!" ujar semua serentak dan tersenyum kecil.
Semua mulai masuk ke bus TK dengan perlengkapan nya, namun langkah masuk ku terhenti karena haqqul dan andhika yang memanggil ku.
"Kelvin..."
"Hmm.. Ada apa..." jawab ku yang kemudian menghampiri mereka berdua.
Tampak kepala pelayan haqqul datang dan menghampiri kami juga.
"Ada apa tuan memanggil saya?" tanya kepala pelayan dengan hormat dan sopan.
"Mungkin kita perlu sesuatu untuk membuka jalan, agar bus TK bisa melaju dengan lancar di pasar maupun lahan pertanian itu, setahu ku memang ada jalan di sana..... Tapi... Area itu kawasan yang cukup ramai orang..." jelas andhika dengan serius.
Sementara haqqul membisikkan sesuatu kepada kepala pelayan nya, walaupun tetap dengan wajah datar nya.
Sang kepala pelayan pun sedikit mengangguk lalu pergi meninggalkan kami yang sibuk berbincang.
"Hm... Bisa jadi itu akan menghambat jalur kita untuk ke sekolah, resiko nya sangat besar..." kata ku juga sambil berpikir.
"Tapi... Kita tidak punya cukup waktu.. Hanya sampai besok saja waktu kita..." sambung andhika.
Sfx:Bruuuuuuummmm...!!! Ciiitt...!!! Takk.. Blamm!!
Tiba-tiba sebuah jeep dengan kecepatan nya menghampiri kami dan tepat berhenti dihadapan kami, tidak lama kemudian kepala pelayan tersebut keluar dari jeep itu dan menghampiri haqqul.
"Terima kasih... Sekarang kau boleh pergi... Jangan lupa arahkan mereka menuju ke tempat yang akan dituju, oh iya katakan kepada mereka semua agar jangan sampai kehilangan ketajaman mereka.." ujar haqqul dengan datar.
"Baiklah tuan, saya permisi..." jawab kepala pelayan dengan sopan dan penuh hormat kemudian pergi dengan meninggalkan jeep nya.
"Kita akan pakai ini... Jeep P0-ATAV" kata nya kepada kami.
Andhika tersenyum sinis dan masuk ke dalam jeep itu lalu menghidupkan mesin nya.
"Aku akan mengendarai ini, haqqul! Tugaskan saja zidan dengan ku, dia akan bagian menembak para zombie itu dengan senjata mesin yang ada diatap jeep ini!" ujar nya dengan senyum penuh percaya diri.
Haqqul hanya mengangguk, aku masuk ke bus bersama haqqul dan mengatakan ke zidan untuk segera naik ke jeep yang ditumpangi, zidan sangat senang dan keluar dari bisa dan naik jeep bersama andhika.
"Apa tidak apa-apa mereka berdua, kelvin?" tanya marsha agak cemas.
"Tenang saja, percayalah kepada dia.. Aku sudah mengenal nya sejak kecil" kata ku menenangkan kecemasan marsha.
Marsha kemudian tersenyum agak lega. Okta duduk dengan marsha, sementara Vika duduk bersama Annisa. Aku duduk di depan bersama kak kamiya, sementara haqqul hanya bersiaga dan tetap berdiri mengawasi dengan mata tertutup.
"Okee...! Kita..berangkaatt!!" ucap kak kamiya dengan tersenyum.
Sfx:Bruuuummm....!!! Brum!!!
Suara mesin bus TK dihidupkan, aku memberikan tanda untuk jeep andhika maju duluan, andhika pun melajukan jeep nya dan diikuti bus kak kamiya di belakang nya.
Para penjaga gerbang membukakan gerbang rumah dan kami pun melaju ke rumah ku.
*Kamiya POV*
Sfx:Bruuuummm... Bruuuummmmm...
Bus dan jeep melaju dengan cepat menuju rumah kelvin, melihat yang lain tetap tenang dengan kondisi yang seperti ini, membuat ku cukup lega.
"Kak kamiya, kau kenapa?" tanya kelvin yang duduk di samping ku dengan tatapan heran.
__ADS_1
"Aku hanya sedikit lega kelvin, teman-teman mu banyak mengalami kesedihan dan kesulitan, namun melihat senyuman mereka saat ini itu sudah cukup membuatku lega. Saat ini kita fokus saja dengan tujuan kita" jawab ku dengan tersenyum.
"Ya kak kamiya, itu benar sekali" timpal kelvin dengan ikut tersenyum.
"Hei...!! Zidan, bersiap menembak!!" teriak penuh semangat andhika.
Zidan pun dengan senang hati bersiap diposisi nya, terlihat beberapa zombie yang menghadang jalan.
"Hei para zombie!! Sekarang waktu nya aku memberi makan kalian dengan peluru ini!!!!" ujar zidan dengan penuh semangat.
"KLAAKK...!!! TEKK...!! CKLEEKK...!!! DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR!!!"
Suara tembakan senjata mesin berat yang di pakai oleh zidan terdengar sangat nyaring, seperti nya dia sangat menikmati peran nya memberi makan zombie dengan peluru.
Sfx:ARRRGGHH....!! JLEB..JLEEB!! DOR!! DOR..DOR!! RGGHHAAGGHH!!!
"Hahaha!! Bagaimana zidan?! Kau menikmati nya? Lebih baik pegangan, karena aku akan melajukan nya lebih cepat!" kata andhika.
"Kau bercanda andhika?! Ini sangat menyenangkan! Hahaha!! Okaay melaju!!! Dor dor dor!!!" jawab zidan dengan sangat senang dan menikmati nya.
Sementara itu okta, marsha, vika dan annisa melihat mereka berdua dengan wajah datar, tidak lupa haqqul yang terus datar wajah nya, walaupun dalam posisi siaga nya.
"Mereka berdua seperti orang gila" ucap marsha dengan wajah datar.
"Mereka seperti kerasukan sesuatu, maka nya menjadi begitu" timpal vika dengan nada datar.
"Mereka sudah gila...." kata annisa dengan menepuk kening nya tidak kuat melihat tingkah laku zidan dan andhika.
Sementara okta hanya mengangguk setuju dengan kata-kata annisa.
Sfx: Brruuuuuuummmm....!!!!! Bruummm...!!!!!
"Hei kelvin! Lihatlah itu disana, diatas jembatan itu kurasa terlalu banyak, sementara kita akan melewati kolong jembatan itu. Bisa gawat kalau mereka semua jatuh kebawah!" kata ku yang khawatir melihat sekumpulan zombie yang berada di atas jembatan.
Kurasa para zombie itu juga mendengar suara mesin bus dan jeep kami, sementara zidan dan andhika sibuk membersihkan jalur di depan. Terlihat beberapa zombie mulai berjatuhan dari atas jembatan.
"Serahkan yang diatas kepada ku..." ujar haqqul yang kemudian membuka pintu bus dan naik ke atap bus dengan dual kriss V yang digenggam nya.
Kelvin menutup kembali pintu bus dan para perempuan bertanya-tanya.
"Ada apa kelvin? Kenapa haqqul sampai harus ke atap bus?" ucap annisa dengan agak cemas menatap kelvin.
"Benarkah itu?" tanya okta.
"Iya itu benar, jadi tenang saja" timpal ku yang masih menyetir bus dan tersenyum meyakinkan mereka.
"Hm... Baiklah kalau begitu" ujar marsha dan kemudian para perempuan berbincang kembali.
Sfx:Bruuumm!!!! Bruummm!!! Cklak... Drekk!!! Ctakk!!! DOR DOR DOR DOR!!! JLEB!! TRAKK!!! AAAGGGRRRHHH!!!! GRROOOAAGGHH!!!!
"HEII!!! ZIDAN!! KAU URUS DI BAWAH DAN HAQQUL AKAN URUS YANG DI ATAS!!" teriak kelvin ke zidan dan disambut acungan jempol serta senyum percaya diri sahabat nya.
"Baiklah akan kumulai..." kata haqqul dengan nada datar nya.
Haqqul mengarahkan dual kriss V nya ke arah para zombie yang berada di atas jembatan, lalu membidik nya hingga...
Sfx:DOR..DOR..DOR..DOR..DOR!!!!!!!!!
Keluar suara dentuman peluru yang melesat ke arah para zombie itu dan membuat mereka ambruk. Bus dan jeep tetap melaju dengan kencang, terdengar sangat nyaring peluru-peluru yang keluar dari senjata mesin yang dipakai zidan dan dual kriss V yang dipakai haqqul.
Hingga membuat beberapa zombie di depan sana ambruk seketika.
Sfx:DOR..DOR..DOR!!! JLEB..JLEBB..JLEB..!! AAAGGGRRHH!!!!! GRRRGGHHH!!!
"Awas, bersiap!! Kita akan melewati kolong jembatan!!" teriak zidan memperingatkan.
__ADS_1
Semua tampak menunjukkan wajah ketegangan dan khawatir.
Sfx:Dor..Dor..Dor..Dor..!! Srett... Siinggg...!!!! Tap tap tap!!
Dengan tenang haqqul menembak dengan bidikan yang akurat tanpa meleset, kemudian dengan cepat menyarungkan kedua senjata nya. Haqqul mengganti genggaman nya dengan kedua katana yang disarungkan di pinggul nya, dengan kuda-kuda siap menyerang, haqqul melompat ke atas jembatan dengan satu lompatan tinggi.
"Sword Style: Ice Slayer!!"
Dalam waktu bersamaan di saat melompat tinggi, teknik haqqul menebas kumpulan zombie yang ada di atas jembatan dengan tebasan yang menyilang, seketika juga tubuh para zombie itu tepotong menjadi dua bagian dan membeku, hingga tidak sampai terjatuh di saat bus dan jeep melewati kolong jembatan.
Tanpa basa basi haqqul berlari dengan langkah cepat, lalu melompat dari atas jembatan dan mendarat tepat di atap bus TK. Dengan santai haqqul mencipratkan darah yang ada di kedua katana nya kesamping, kemudian menyarungkan kedua nya bersamaan.
Tidak lupa wajah datar seperti biasa nya, haqqul kemudian masuk kembali ke bus TK lewat pintu yang dibuka oleh kelvin.
Sfx:Sreeett... Tap..tap..tap! Blam!
Suara langkah haqqul dan pintu yang ditutup nya membuat semua hening.
"Kenapa kalian terdiam..?" tanya haqqul yang menatap mata semua teman-teman yang melihat ke arah nya.
"Aku baik-baik saja.." sambung nya dengan nada dan wajah datar.
Tidak lama kemudian kelvin menepuk pundak haqqul dan bernafas lega, karena melihat haqqul baik-baik saja. Para perempuan juga terlihat lega dan tidak merasa cemas lagi.
"Syukurlah... Kalau begitu.."
"Apa kau benar baik-baik saja?" tanya annisa yang menatap haqqul dengan pandangan agak cemas.
Haqqul menghampiri annisa dan mengelus kepala nya dengan lembut. Tampak haqqul tersenyum kecil sekilas kepada annisa, lalu bersandar di kursi penumpang untuk mengawasi pergerakan para zombie yang ada di pinggir jalan.
Vika, marsha dan okta hanya tersenyum dan memahami mereka berdua, kemudian kelvin kembali ke tempat duduk nya di samping ku.
"Bagaimana tadi, kelvin?" tanya ku sambil tetap fokus menyetir.
"Berjalan dengan baik tanpa ada masalah, kak kamiya"
"Hmm.. Bagus lah kalau begitu, seperti nya kita sebentar lagi akan sampai..." sambung ku yang sekilas melihat zidan memberikan tanda akan sampai.
"Yah sebentar lagi..."
*Vika POV*
5 menit kemudian...
"Hei annisa, seperti nya sebentar lagi kita akan sampai" ucap ku ke annisa.
"Hum.. Seperti nya sih begitu, aku rasa sebentar lagi sampai"
"Iya vika, kita sebentar lagi akan sampai, tidak jauh lagi di depan sana rumah yang berpagar hitam itu rumah nya kelvin" timpal marsha.
"Kau tahu rumah nya kelvin, marsha?" tanya okta dengan polos sambil mengelus kepala sari yang tengah tidur duduk dipangkuan nya.
"Iya, aku tahu rumah nya, dulu aku, zidan, dan kelvin adalah teman semasa kecil. Jadi aku sering ke rumah nya bermain" jelas marsha.
Vika, annisa, dan okta pun mengangguk tanda mengerti.
Sfx:Bruuummm!!! Ciitt!! Bruuumm!! Kreeett!!! Tak!!
Jeep dan bus TK berhenti, kemudian zidan dengan cepat keluar dari jeep dan membuka gerbang rumah kelvin, tanpa basa basi jeep dan bus TK langsung masuk ke dalam halaman rumah kelvin yang cukup luas untuk memparkirkan tiga sampai empat mobil sekaligus.
Sementara zidan cepat-cepat menutup gerbang dan mengunci nya hingga zombie tidak bisa masuk.
Kami semua keluar satu persatu kemudian, di ajak lah kami masuk ke dalam oleh kelvin.
"Teman-teman, ayo masuk, kita akan beristirahat sejenak disini" ucap kelvin mengajak teman-teman nya.
"Yaah baiklah, ayo kita masuk" jawab zidan yang agak kelelahan setelah memberi makan para zombie dengan peluru.
Kami semua masuk dan beristirahat sejenak di rumah kelvin hingga menunggu waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.
10 menit kemudian....
Aku tengah berdiri di balkon dengan menopang dagu dengan tangan, melihat semua telah sirna...
Semua bukan lagi keindahan... Karena saat ini yang kulihat hanyalah kekacauan yang ada dimana-mana...
Terkadang aku berpikir semua ini tidak begitu nyata...
Terkadang aku berpikir ini sangat berat untuk kami...
"Kak vika..."
Ucap anak kecil bernama sari yang membuat ku tersadar dari lamunan sesaat...
"Iya sari... Ada apa sayang?"
Aku berjongkok dan menatap sari dengan memberikan senyuman mata.
Tampak dimata sari terdapat kegelisahan dan pertanyaan yang terus berputar di pikiran nya seperti mimpi buruk.
"Kak vika... Aku takut..."
Sari kemudian meneteskan air mata nya dan langsung memeluk ku dengan erat, aku sempat tertegun kemudian aku membalas nya dengan pelukan yang hangat dan senyuman.
"Aku takut... Apa kita akan selamat dari mimpi buruk ini kak?"
Seperti nya sari sangat ketakutan dengan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang.
Aku mengelus kepala nya dengan lembut dan menenangkan hati nya.
"Sari... Apa kamu percaya dengan kakak dan kakak-kakak yang lain?"
"Percaya kak..."
"Kalau begitu sari tidak perlu takut, kita akan hadapi kesulitan ini bersama-sama, sampai nanti kita mencapai harapan yang kita impikan"
"Kita cukup berdoa saja meminta perlindungan tuhan dan tetap melakukan yang terbaik"
Sambung ku dengan memberikan senyum kepada sari. Sari kemudian mengusap air mata nya dan kembali tersenyum ceria.
"Baiklah kak vika, sari akan tetap berdoa dan melakukan yang terbaik. Terima kasih kak vika"
Sari menampakkan wajah senyum polos dan kembali menemui marsha.
Aku berdiri dan tak terasa air mata menetes sedikit membasahi pipi...
Aku mengusap air mata ku dan tersenyum kecil ke arah langit...
Aku yakin harapan itu ada... Walaupun sekecil apapun itu...
__ADS_1
To Be Continued.....