Zombie City : Dead Or Life

Zombie City : Dead Or Life
25. Pasar Zombie


__ADS_3

*Kelvin POV*


 


 


 


 


Sfx:bruuuummm...!! Brruuuumm..!! Dor..dor..dor..dor..dor..dor..dor!!!


 


 


 


 


 


 


 


 


"Mereka tidak ada habis nya!" keluh zidan yang terus menembaki zombie yang menghalangi jalan.


"Jangan mengeluh! Tembaki saja mereka semua..!" sahut andhika yang sibuk menyetir jeep nya menuju pasar bersama bus TK di belakang nya.


 


 


Kak kamiya masih menyetir bus TK yang dikendarai nya, aku melihat kanan kiri sesekali. Tampak zombie yang menghampiri dengan terseok-seok namun tidak bisa mengikuti laju kendaraan kami semua.


 


 


"Kelvin, sebaiknya kau periksa keadaan dibelakang sana dan juga sekalian bawakan aku sekaleng cola" kata kak kamiya.


"Baiklah kak, tunggu sebentar.." jawab ku dengan beranjak dari kursi penumpang di samping kak kamiya, lalu pergi ke belakang memeriksa keadaan para perempuan.


"Ada apa kelvin?" tanya annisa yang melihat ku menghampiri mereka.


"Aku hanya ingin mengambil dua kaleng cola untukku dan kak kamiya" jawab ku ke annisa.


"Baiklah tunggu sebentar, akan kuambilkan" sambung annisa yang beranjak lalu mengambil dua kaleng cola dari kardus yang ditaruh di kursi belakang.


"Apa kita masih jauh dari sekolah, kelvin?"


 


 


Aku menoleh ke marsha yang bertanya kepada ku.


 


 


"Tidak, sebentar lagi kita akan sampai di sekolah, kita hanya perlu melewati pasar saja lalu sampai ke tujuan kita" jelas ku ke marsha.


"Begitu ya.., sebentar lagi.." timpal marsha.


 


 


Annisa menghampiri ku dan memberikan dua kaleng cola yang kuminta tadi, aku menerima nya dan hendak kembali ke kursi ku, namun annisa menghentikan ku dengan ucapan nya.


 


 


"Kelvin, kenapa tadi haqqul sempat tertinggal dengan bus kita?" kata annisa.


"Oh itu.., haqqul sempat merasakan hawa seorang pembunuh di tempat pohon tumbang tadi. Jadi waktu selesai meledak dinamit yang kuberikan kepada haqqul, dia membiarkan kita pergi. Lalu haqqul memeriksa keadaan sekitar disana dan sekaligus hawa pembunuh tersebut" jelas ku panjang lebar.


"Hawa pembunuh?" kata annisa dengan nada dan muka agak bingung.


"Apa maksud mu dengan hawa pembunuh itu, kelvin?" timpal vika yang mendengar nya.


"Hm.. Seperti nya ada orang yang mengintai, tapi haqqul juga berkata bahwa ada jenis baru. Mungkin saja ada zombie jenis baru yang memiliki hawa pembunuh seperti itu" ujar ku kepada para perempuan.


"Jenis baru ya..., semakin mengerikan saja..." sahut okta yang membayangkan seperti apa bentuk nya.


"Seperti nya tidak apa, haqqul sudah mengatasi nya" timpal annisa yang yakin dengan perkataan nya.


"Syukurlah kalau begitu..." ucap okta dan marsha sambil menghela nafas bersamaan.


"Tenang saja, semua akan baik baik saja, allah pasti akan melindungi kita. Kita berusaha saja untuk bertahan hidup, baiklah aku kembali ke kursi ku. Kalian terserah mau melakukan apa" timpal ku lalu pergi kembali duduk ke kursi ku semula.


"Apa semua baik-baik saja dibelakang?" tanya kak kamiya yang tetap menyetir bus TK.


"Cukup baik kak, aku juga memberitahu mereka soal jenis baru itu... Oh iya kak, ini minuman mu" jawab ku lalu memberikan satu kaleng cola ke kak kamiya.


"Terima kasih, kelvin. Soal jenis baru itu mungkin akan sangat merepotkan kita"


"Yah..., seperti nya begitu kak, tapi kita belum cukup informasi tentang jenis baru itu"


"Yang menjadi saksi sekaligus yang terlibat disana hanya haqqul, hanya dia yang tau detail wujud dan kekuatan jenis baru itu" sambung ku.


"Berarti kita harus waspada dengan jenis baru itu.." ucap kak kamiya.


"Yah begitulah, kita tidak boleh gegabah ataupun lengah" sahut ku.


"Apa boleh buat..."


 


 


Jeep dan bus TK terus melaju dengan cepat bersama dengan laju motocross yang dikendarai haqqul.


Tidak lama kemudian terlihat kanan kiri gerobak dan tempat jualan para penjual berjajar-jajar dipinggir jalan. Namun yang membuat tempat itu ramai adalah....


Karena didalam pasar itu hanya ada zombie yang berkeliaran cukup banyak.


Aku mengambil walkie talkie yang kusimpan, lalu menghubungkan nya ke andhika.


 


 


 


 


 


 


 


 


Sfx:Bzzt...krrskkk...kressseeekkkk...!!!


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


"Andhika, katakan ke zidan untuk menembak zombie yang menghadang jalan kita dan juga.... Bersiap terkena guncangan" ucap ku lewat walkie talkie nya ke andhika.


 


 


Andhika mendengar perkataan diriku dan mengerti.


 


 


"Kreseekkk....! Baiklah... Krrsszzkkk...!!" jawab andhika dengan suara walkie talkie nya.


 


 


Aku memutuskan walkie talkie ku dengan andhika lalu menyimpan nya kembali.


 


 


"Hei zidan bersiap guncangan! Tetap lah fokus untuk menembak musuh yang ada di depan!" kata andhika mengingatkan.


"Haa?! Guncangan? Yah aku tidak mengerti, tapi... Baiklah...!! Aku siap!" jawab zidan dengan penuh percaya diri.


 


 


Zidan mulai kembali menembakkan senjata mesin berat nya, sementara andhika terus melajukan jeep nya dengan cepat, sampai andhika melihat ada sebuah sepeda motor yang menghalangi jalan.


Andhika tidak segan-segan langsung menabrak sepeda motor itu hingga terseret ke pinggir jalan, zidan agak kaget dan agak terguncang.


 


 


 


 


 


 


 


 


Sfx:bruuummm...!! BRAAAKK..!!


 


 


 


 


 


 


 


 


"Jadi ini yang kau maksud guncangan, ini membuat perut ku mual saja.." sambung zidan sambil menahan rasa mual karena guncangan tadi.


"Hahaha..!! Maaf..maaf kawan!! Jika aku tidak menabrak kendaraan yang menghalangi jalan, maka bus yang ditumpangi teman kita tidak akan bisa lewat. Sedangkan jeep ini punya body yang kuat, karena ini adalah jeep militer buatan indonesia sendiri" ujar andhika yang tertawa melihat zidan yang menahan rasa mual nya.


"Rasa nya lebih buruk dari wajah zombie yang terburuk..." timpal zidan yang masih bertahan menembaki para zombie yang menghalangi dengan rasa mual yang ditahan nya.


"Hehehe.. Tenang saja, kau akan terbiasa jika sudah sering melakukan nya" kata andhika dengan terkekeh mengejek zidan.


 


 


 


 


 


 


 


 


Andhika menabrak beberapa kendaraan yang menghalangi jalan sementara zidan terus menembaki para zombie itu, namun perjalanan kami agak terhenti dengan beberapa mobil yang menghalangi, andhika berniat melajukan lebih cepat dan langsung menabrakkan nya.


Tetapi resiko nya sangat besar, andhika merasa tidak ada pilihan lain selain menabrak nya secara langsung.


Dengan penuh keyakinan andhika mempercepat laju jeep nya, zidan sudah siap berpegangan untuk menerima guncangan.


 


 


Diwaktu akan menabrak bagian depan mobil, haqqul mengfokuskan diri dan menggeser mobil yang menghalangi dengan kekuatan es nya.


 


 


 


 


 


 


"Syukurlah jalanan nya becek dan banyak genangan air... Aku jadi bisa melakukan nya dengan tepat waktu" ujar haqqul yang bergumam pelan sambil tetap mengendarai motocross nya di belakang bus TK.


 


 


Andhika hanya sinis dan mengetahui perbuatan siapa ini.


 


 


"Zidan! Terus hajar zombie nya, kita akan sampai disekolah sebentar lagi!!"


"Baiklah!! Rasakan ini mayat bau!!" teriak zidan yang mulai menggila lagi menembakkan senjata mesin dengan ganas nya.


 


 


Kami terus melaju menyusuri pasar dengan cepat dan penuh waspada.


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


*Kamiya POV*


 


 


 


 


 


 


 


 


Sfx:bruuummm...!! Bruuumm...!! Roooaarggghhh...!!! Cratt!!


 


 


 


 


 


 


 


 


"Glekk..glekk... Aahh..! Cola memang menyegarkan" ucap ku dengan meminum sekaleng cola yang kuterima dari kelvin.


"Glek... Mm.. Tapi bisa membuat perut kembung...." timpal kelvin yang ikut minum.


"Yah memang sih..., hmm... es itu membuat kita lebih mudah melewati pasar ini"


"Es? Oh itu ya kak, sebelum nya tidak terpikirkan oleh ku jika harus menggunakan es milik haqqul, tadi aku juga memikirkan bagaimana cara nya untuk melewati pasar ini, tapi aku tidak menemukan solusi nya..." jawab kelvin dengan jelas.


"Aku juga sedikit khawatir soal tujuan kita melewati pasar ini, kelvin. Tapi syukurlah kalau tidak apa apa" timpal ku dengan tersenyum ramah.


 


 


Zidan terus menembaki beberapa zombie yang menghadang dengan ganas, andhika terus menyetir jeep nya dengan cepat dan hati-hati.


Es yang dikeluarkan haqqul terus meminggirkan beberapa kendaraan yang menghadang jalan kami.


 


 


"Dor..dor..dor..dor..dor..!!"


 


 


Senjata mesin berat yang terus berbunyi dan membuat banyak zombie tewas.


"Aarggh!! ****!! Cratt!! Eeggrrhh!!!" teriak beberapa zombie yang terkena beberapa tembakan.


"Rasakan peluru itu, zombie sialan!" ucap zidan yang sinis.


 


 


Haqqul terus berusaha mengeluarkan es nya dengan menguras cukup banyak tenaga.


Tidak lama kemudian sebuah jembatan terlihat tidak jauh di depan sana.


Kami sangat senang melihat tampak secercah harapan untuk keluar dari tempat ini.


 


 


Sfx:Brummm...!! Bruuuumm...!!!


 


 


Kami semua terus melaju menuju tempat tujuan kami...


Untuk itu kami harus tetap bertahan hidup... Untuk mencapai nya....


 


 


 


To Be Continued.....


 


Hay para readers setia, selamat menikmati membaca


chapter yang telah di up.


Jangan lupa vote, comment, kritik dan saran nya ya, sebagai dukungan kalian


semua para readers~!


Karena readers yang baik adalah readers yang meninggalkan jejak dikolom


komentar maupun vote, wkwkwk~


Selamat membaca


Salam Author

__ADS_1


__ADS_2