Zombie City : Dead Or Life

Zombie City : Dead Or Life
27. Penyelamatan Kepala Sekolah


__ADS_3

*Andhika POV*


 


 


 


 


 


 


"Kau... Kenapa disini?" Ucap ku yang terkejut melihat Hassan yang menolong kami.


"Apa Professor yang menyuruh mu datang?" Timpal haqqul dengan datar.


"Iya, atas perintah Professor Zainal melindungi kalian selama perjalanan" jawab Hassan dengan santai nya.


Aku dan haqqul sedikit berbincang dengan Hassan kemudian memperkenalkan Hassan kepada teman-teman.


"Teman-teman!, Perkenalkan dia adalah Hassan, teman latihan ku dan haqqul"


"Teman latihan?" Ucap vika dengan agak bingung.


Kak kamiya, Kelvin, Zidan hanya memperhatikan karena belum mengerti dengan kemunculan Hassan.


Sementara Marsha, Okta, Annisa, dan sari mengerti walaupun masih belum percaya atas kejadian ini.


"Aku Humanoid tipe Berserker , anggap saja aku ini manusia setengah robot, salam kenal..." Kata Hassan memperkenalkan diri.


"Humanoid?"


"Berserker..?"


"Manusia setengah robot..?"


Teman-teman masih mencerna apa yang dikatakan Hassan tadi.


"Mungkin kita bisa menyambungkan perkenalan nya sambil melanjutkan perjalanan, bukan kah kalian semua tidak punya cukup banyak waktu?" Ucap Hassan dengan senyum ceria nya.


Kami semua ingat kalau sedang terburu-buru untuk ke sekolah.


Aku dan Zidan masuk ke dalam Jeep nya, sementara yang lain masuk ke dalam bus.


Hassan pun ikut masuk bersama lain di bus, kemudian aku dan kak kamiya menghidupkan mesin lalu melajukan kendaraannya ke sekolah.


"Hei Andhika, Siapa Hassan sebenarnya?" Tanya zidan sambil berpikir.


"Hmm.. dia adalah korban pembantaian massal di panti asuhan 17 tahun silam..." Jawab ku dengan nada serius.


"P-pembantaian..! Massal...!?"


Zidan seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut ku.


"Yaah... Begitulah..., Hassan ditemukan Professor Zainal dalam kondisi kritis, semua korban tewas dan menyisakan Hassan"


"Hassan mempunyai dendam dan trauma kuat atas kejadian yang menimpa nya waktu itu" sambung ku.


"Tidak mungkin... Kasihan sekali..." dengan nada tidak percaya dan terkejut.


"Kelihatan nya tidak mungkin... Tapi itulah kenyataan nya.."


Banyak masa lalu yang kelam tapi banyak juga masa lalu yang indah, karena seperti itulah kehidupan.


Sfx:Brummmm....Bruuummm...


 


 


 


 


Aku mendengar lewat walkie talkie Hassan berbincang-bincang dengan teman-teman, karena Hassan cepat akrab maka nya aku tidak perlu membantu nya.


"Ngomong-ngomong, aku belum tahu nama kalian" ucap Hassan dengan wajah ceria nya.


"Kakak hassan.. nama ku sari" kata sari dengan senyum polos nya.


"Hum.. nama yang indah, sari" ujar Hassan memuji sari dengan senyum nya.


"Aku Annisa.."


"Okta.." dengan wajah polos.


"Nama ku Marsha.. terima kasih karena menolong kami"


"Iya sama-sama, itu sudah jadi tugas ku saat ini"


"Lalu siapa nama nona imut ini?" Sambung Hassan dengan menatap vika. Sambil tersenyum.


"Eh?? Nama ku vika.." dengan nada agak terkejut.


"Nama yang cantik, Vika" kata Hassan dengan senyum ceria nya.


Mereka pun sangat sibuk berbincang bincang dengan hassan dan itu membuat ku agak tenang, karena mereka tidak ketakutan sampai trauma akibat kejadian tadi.


5 menit kemudian.....


Sfx: Bruuummm...!! Bruuummm..!!


"Sebentar lagi kita akan sampai" ucap ku menghubungi Kelvin dengan walkie talkie.


Sfx:Krrrssskkk....!!! Baiklah dimengerti! Bbzztt...!!


Aku memutuskan sambungan walkie talkie sambil fokus menyetir, Zidan mengamati pergerakan beberapa zombie yang kami lewati begitu saja.


"Aneh sekali...." Kata Zidan.


"Aneh..? Maksud mu apa Zidan?" Tanya ku yang tidak mengerti maksud kata Zidan.


"Lihatlah andhika, kenapa zombie yang terlihat dijalan hanya sedikit" jelas Zidan yang mengamati keanehan tersebut.


"Benar juga.. tapi baguslah, dengan begini kita tidak perlu mengeluarkan peluru kita" timpal ku.


"Benar juga"

__ADS_1


Sekolah sudah mulai terlihat kemudian, kami mulai melajukan Jeep dan bus TK dengan kencang menuju sekolah kami.


Sfx: Bruuummm...!!! BRUUUUMMM.....!!!! Ckiiitttt!!!!!


Jeep dan bus TK berhenti tepat dibelakang gedung sekolah, akhir nya kami sampai untuk menyusul teman-teman kami yang masih terjebak di aula sekolah.


"Hei kita sudah sampai!" Teriak Zidan ke Kelvin.


"Sekarang apa rencana mu Kelvin?" Tanya haqqul dengan nada datar nya.


"HM.. rencana ya..." Ucap Kelvin sambil berpikir.


Tidak lama kemudian Kelvin menghubungi andhika lewat walkie talkie nya.


"Andhika.., bisa kau lihat situasi di dalam sekolah seperti apa?" Dengan tegas Kelvin mengatakan nya.


Sfx:Krsssekkk....!!!! Baik kapten! Bbzztt...!!!


Setelah menerima perintah dari kelvin, aku bergegas keluar dan memeriksa ke dalam.


Sementara sekilas aku melihat Hassan berada diluar sedang membantai zombie yang ada di sekitar.


"Kau tidak berubah, Hassan" kata ku dengan memejamkan mata sekilas kemudian melompati dinding belakang sekolah.


Hassan hanya tersenyum kemudian membantai para zombie yang mendekat ke kendaraan kami.


Sementara zidan mengamati Hassan yang sedang membantai para zombie dengan lihai, Dimata Zidan itu sangatlah keren.


"Keren...." Ucap zidan dengan mata nya yang berbinar-binar kagum kepada Hassan.


Aku mengamati dengan teliti dan sangat terkejut melihat nya, kenapa dijalan tadi hanya sedikit sekali zombie yang ada.


Karena mereka berada didalam sekolah.... Sekumpulan zombie yang memenuhi sekolah.


Seakan tidak percaya dengan apa yang kulihat, tapi ini kah kenyataan nya...


Sfx: aaarrggghhhh...!!! Ggrrroogghh...!!!! Rrrrgghhhh...!!!!!


Aku kemudian melompat ke atap sekolah dan melihat semua seluk beluk luar sekolah dan sedikit terkejut karena ada 3 mobil polisi yang terparkir di lapangan sekolah dengan bunyi klakson nya yang terus berbunyi nyaring.


Sfx:Krsssekkk!!!! Andhika..! Bzzt...!! Bagaimana keadaan nya disana..! Krrrssskkk....!!!


Aku menjawab panggilan dari kelvin dan menjelaskan situasi nya disana.


"Kau tidak akan percaya dengan apa yang kulihat ini... Saat ini para zombie memenuhi seisi sekolah.."


Sfx: Krrrssskkk...!!!! Apa kau yakin, Andhika? Bbzztt...!!


Aku menghela nafas sedikit dan berpikir apakah ada teman-teman yang masih selamat.


"Ya... Aku yakin, kelvin!" Kata ku dengan wajah agak sedih dan nada berat.


Kelvin mendengar apa yang dikatakan oleh ku, kemudian Kelvin menyuruh kembali untuk menyusun rencana.


Aku pun kembali dan masuk kedalam bus TK, Zidan ikut masuk ke dalam bersama ku, sementara Hassan membantai zombie yang mendekat ke bus TK.


"Aku tidak yakin ada yang selamat disana... Zombie yang ada di dalam melebihi perkiraan ku" Ucap ku kepada Kelvin.


"Jadi begitu ya... Tapi kita harus tetap menerobos nya untuk menyelamatkan yang masih hidup di dalam"


"Iya.. benar.. tapi bagaimana cara nya?" Kata Annisa.


"Oh iya Kelvin, disana ada 3 mobil polisi dengan klakson yang terus berbunyi nyaring, kemungkinan para zombie tertarik dengan suara nyaring itu, Kelvin" ujar ku.


"Apa pihak sekolah sempat menghubungi kantor polisi?" Tanya kak kamiya.


"Mungkin saja, kak kamiya" jawab Marsha.


"Tapi hanya 3 mobil polisi, mungkin bantuan itu saja tidak cukup" sahut Vika.


"Kemungkinan buruk nya, penyelamatan dari pihak polisi gagal" timpal Kelvin dengan serius.


"Tidak...., Lebih buruk nya lagi ketika misi penyelamatan dari pihak polisi gagal, ada kemungkinan murid dan guru disekolah menjadi korban akibat gagal nya misi" jelas haqqul panjang lebar dengan nada datar.


Okta dan sari hanya mendengarkan apa yang dikatakan, lalu melihat Hassan dari balik jendela bus TK yang tengah sibuk memukuli para zombie seperti petinju.


Okta dan sari kagum melihat tingkah Hassan yang memukuli zombie seperti samsak tinju.


"Wah kak Okta..! Lihat kak Hassan seperti petinju" dengan mata kagum.


"Iya keren.." kata Okta menimpali.


Tidak lama kemudian kami semua selesai menyusun rencana dan mulai bersiap-siap untuk melakukan misi penyelamatan.


"Kalian sudah siap..?" Ucap Kelvin memberi semangat.


"Siap..!!" Ujar kami semua dengan semangat.


"Kalau begitu kita mulai misi penyelamatan nya.." tegas Kelvin dengan penuh percaya diri.


 


 


 


 


 


 


*Kamiya POV*


 


 


 


 


 


 


Sfx: BRUUUUMMM.....!!!!! BRUUUUMMM...!!! Ciiiiiittttt!!!!!


Bus TK dan Jeep melaju dengan kencang dan berhenti tepat di depan pagar depan sekolah.

__ADS_1


Aku, Andhika, haqqul, dan Hassan keluar dari bus TK. Zidan mulai menembaki para zombie yang tertarik dengan bunyi mesin Jeep dan bus TK.


"Kejutan...!! Aku akan membuat kalian kenyang dengan peluru!" Ucap zidan dengan senyum sinis.


Sfx: Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!Aaarrggghhhh!!!!Grrroooaagghhh......!!!! Aaarggh...!!


Kelvin, Marsha, Vika, Annisa,dan Okta ikut menembaki zombie yang mendekat sesuai rencana Kelvin.


Tanpa basa basi aku, haqqul, Andhika, dan Hassan masuk ke dalam setelah oleh Zidan diberi celah untuk menerobos para zombie.


Aku berlari dan menembak zombie yang menghalangi, Andhika menebas zombie di depan nya dengan katana nya. Sementara haqqul menusuk kepala zombie dengan dua pisau nya, Hassan memukul hingga membuat beberapa zombie terpental.


"Sesuai rencana" gumam Kelvin.


Sfx: tap tap tap tap tap!! Syatt!! Buukk!! Craaattt!!! Aaarrggghhhh!!! Aaarrggghhhh...!!!


"Cek seluruh kelas dan ruangan!!" Tegas ku sambil menembaki kepala zombie yang ada di depan ku.


"Baik kak!!" Timpal Andhika.


Kelas demi kelas diperiksa dan ruangan demi ruangan pun juga diperiksa, namun kami tidak menemukan seseorang.


"Seluruh ruangan dan kelas kosong!! Hanya tersisa dua tempat, gudang dan aula sekolah!" Kata Andhika.


"Aku dan Hassan akan pergi ke gudang!! Kalian berdua pergilah ke aula sekolah!!" Tegas ku.


Andhika dan haqqul mengerti dan berpisah menuju ke aula sekolah, sementara aku dan Hassan menuju gudang sekolah.


"Ada 5 orang digudang, 3 diantara nya adalah zombie dan 2 lain nya belum terinfeksi" kata Hassan yang mendeteksi dengan kemampuan analisa mata nya.


Sfx:Dor!! Dor!! Aaarrggghhhh...!! Buukk..


"2 orang?" Timpal ku bingung sambil menembak dua kepala zombie yang menghalangi di depan.


"Ya, seperti nya salah seorang mencoba melindungi satu orang yang lain"


"Ayo selamatkan mereka, hassan!"


"Baiklah kak kamiya, dengan senang hati" ujar Hassan dengan tersenyum penuh semangat.


Hassan berlari dan menendang pintu gudang hingga hancur, aku kemudian menerobos masuk dan mendapati guru BK yang tergigit karena berusaha melindungi kepala sekolah.


Sfx: Aaarrggghhhh...!! Rrrrgghhhh!!! Assalamualaikum!!! Tolong pak Shin!! Tolong selamatkan aku!!! Aaaaakkkhhh!!!


Kepala sekolah hanya terdiam dan syok melihat guru BK tergigit dan tewas begitu saja.


Tanpa basa basi aku menembak tiga kepala zombie tersebut hingga ambruk. Aku menggendong kepala sekolah dan menatap wajah guru BK yang sedih.


"Kita terlambat menyelamatkan nya, kak kamiya" ucap Hassan.


"Iya, maafkan saya pak anto.." dengan nada agak sedih.


"Kita pergi, hassan" sambung ku dan pergi dari gudang kembali.


"Baiklah kak kamiya, aku akan membuka celah dan melindungi mu" kata Hassan yang berlari di depan ku.


Aku melihat sekilas kepala sekolah pingsan, Hassan memukul tubuh zombie di depan nya dengan kuat serta ditenagai kekuatan mekanisme, hingga membuat zombie dibelakang nya ikut terpental.


"Aku terbantu dengan ada nya dirimu, hassan. Terima kasih" ucap ku dengan tersenyum ramah.


"Tidak masalah, kak kamiya" sahut Hassan dengan senyum.


Tidak lama kemudian haqqul dan Andhika datang menghampiri kami, kami berempat berlari menuju bus TK.


Andhika, haqqul, dan Hassan melindungi ku dari serangan zombie sambil berlari, tebasan dan tembakan terus menggema hingga membuat para zombie ambruk.


Bus TK dan Jeep sudah terlihat, Zidan dan yang lain masih menembaki para zombie yang mendekat.


"Kelvin kami datang!" Ucap Andhika menghubungi walkie talkie Kelvin.


Sfx:Krrrssskkk...!!! Baiklah, aku mengerti! Bbzztt!!!


Kelvin, Zidan, dan para perempuan menahan tembakan, haqqul melompat keatas dengan pijakan yang Andhika, kemudian mencipratkan air ke sekitar lalu mendarat tepat di atas mobil polisi.


Haqqul mengfokuskan diri dan membuat para zombie membeku.


"Nikmatilah keheningan es yang dingin.... Freeze....!!" Ujar haqqul dengan datar.


Para zombie kaku dan tidak bisa bergerak, tidak sampai disitu Andhika mengfokuskan diri.


"Terimalah siksaan dari panas nya api dunia... High Flame...!!!"


Andhika memukul semua zombie dengan cepat menggunakan kepala tangan api nya, hingga tubuh zombie itu hangus terbakar.


Setelah itu kami semua berhasil keluar dari sekolah itu dan masuk ke dalam bus TK dan Jeep masing-masing, lalu menancap gas pergi dari sekolah itu.


"Fyuuhh... Akhir nya selesai juga" ucap ku lega.


Semua tampak lega karena berhasil menyelesaikan misi, walaupun hanya satu orang yang selamat.


Tapi kami sangat bersyukur karena masih selamat dari sana...


Mungkin saja rintangan yang lebih berat akan datang menghampiri kami...


Tapi itu tidak akan membuat kami berputus asa untuk menggapai secercah harapan hidup...


Karena itulah kami akan terus berjuang... Hingga detik terakhir....


 


 


To Be Continued.....


 


Hay para readers setia, selamat menikmati membaca


chapter yang telah di up.


Jangan lupa vote, comment, kritik dan saran nya ya, sebagai dukungan kalian


semua para readers~!


Karena readers yang baik adalah readers yang meninggalkan jejak dikolom


komentar maupun vote, wkwkwk~


Selamat membaca

__ADS_1


Salam Author


__ADS_2