Zombie City : Dead Or Life

Zombie City : Dead Or Life
31. Last or To Be Continue....?


__ADS_3

*Author POV*


Siang yang terik telah diselimuti awan mendung, membuat sinar sang mentari terhalangi.


Namun tampak nya keadaan bumi sama seperti langit yang kelam ini.


Sfx: tuuutt.... Tutt.... Tuuuuuuuttt...!! Jes...Jes...Jes...Jes...Jes...!!!!


Suara kereta api dari stasiun dekat alun-alun kota begitu cepat, melaju meninggalkan tempat pemberhentian nya.


Menuju tanah yang aman dari badai kesuraman senjata biologis. Terlihat body kereta, bergelantungan beberapa zombie yang terhuyung angin kencang karena kereta yang berjalan cepat, seakan tidak sabar untuk sampai di pemberhentian selanjut nya.


Bergelantungan di dinding luar kereta, kemudian jatuh tergilas roda besi yang terus berputar cepat, karena di hujami peluru oleh beberapa remaja di perbatasan antar gerbong satu dengan lain.


Kelvin dan kawan-kawan nya berhasil keluar dari kota terkutuk yang hanya menyisakan tragedi disana.


Sfx: dor dor dor dor dor dor dor dor!!!


Suara tembakan terus mendering di telinga, menembus parasit parasit yang menempel di luar kereta.


Zidan dan Andhika membuka pintu gerbong masuk dan menemui Kelvin dan yang lain.


Okta dan Marsha terlihat sibuk bermain bersama sari, tebak kata, Vika hanya termenung melihat pemandangan di luar sana dari balik jendela.


Annisa bersama dengan Be Felicia dan ditemani kak kamiya.


Berbincang tentang keadaan Bu Felicia sekarang, apakah masih ada rasa takut dan trauma dalam diri nya.


"Kereta ini akan menuju kemana?"


Ucap Zidan sambil mengisi amunisi pada senjata yang ia pegang, setelah melubangi beberapa zombie di luar sana.


"Kota sebelah"


Jawab Kelvin yang jongkok di lantai menghadap ke sebuah map jalur kereta dihadapan nya, dengan wajah yang tengah berpikir serius menatap lekat setiap titik jalur di dalam map itu.


"Kota sebelah? Apa disana aman?"


Andhika meragukan keadaan kota yang akan mereka tuju selanjut nya, karena melihat dari situasi dan informasi, seperti nya tragedi ini dialami seluruh penjuru dunia, tak terkecuali negeri nya sendiri.


"Tentu tidak akan kata aman.... Namun, di kota itu lah kita bisa menaiki kapal"


Kelvin menunjuk titik jalur kereta saat ini sampai ke pemberhentian selanjutnya, lalu menggerakkan telunjuk nya ke arah selatan map dan terhenti pada sebuah titik hitam yang bernama pelabuhan Sri Asih.


Andhika dan Zidan memahami apa yang dimaksud oleh Kelvin, melihat jari Kelvin yang sigap bergerak ke titik satu ke titik lain, sebenar nya membuat mereka berdua bingung, namun mengerti setelah mendapat penjelasan dari kalimat yang keluar dari mulut kelvin, mereka akhir nya mengerti.


"Kalau begitu kalian awasi keadaan setiap gerbong, aku akan menemui haqqul dan Hassan di ruang kendali"


Ujar Kelvin yang menggulung map yang ia pajang dilantai, kemudian meninggalkan mereka menuju ruang kendali.


Sfx: tap tap tap tap... Nguuungggg....!!! Nguuuuuuuuungg....!


Suara helikopter? Langkah Kelvin terhenti dalam setengah perjalanan nya menuju ruang kendali dan melihat sesuatu di langit.


"Helikopter?! Apa mereka bala bantuan?"


Gumam Kelvin memandang helikopter yang mengangkut sebuah peti baja berukuran cukup besar.


Dada Kelvin berdetak kencang dan perasaan khawatir mulai muncul dalam benak nya, dia merasakan perasaan tidak enak.


Helikopter mensejajarkan diri nya dengan gerbong kereta lalu menjatuhkan angkutan peti baja yang dibawa nya.


Sfx: wuuuuuuuuuunngggg.......wuuuuungggg...!!! Wuuushh... BRAAAAKKKK....!!!! KREEEETEEEKKK!!!! DAAAKKKK!!!


Peti jatuh menimpa atap gerbong, membuat atap itu terkoyak dan  tertancap di lantai gerbong kereta pertama.


Sontak semua yang ada di dalam gerbong pertama kaget dan menghindar dari peti baja yang misterius itu.


Para wanita berteriak histeris karena peti yang terjun itu, helikopter yang menjatuhkan peti tersebut juga pergi menjauh.


Kelvin yang mendengar kegaduhan itu memutar badan dan kembali, haqqul dan Hassan menyadari keributan itu dan mereka berdua ikut menuju ke gerbong pertama.


Semua diam dan hening sesaat, ketakutan dan keringat dingin membasahi tubuh mereka, seolah-olah melihat kematian yang ada di hadapan nya.


"Tenang semua nya! Jangan ada yang panik"


Ucap kak kamiya yang  membidik peti dengan SCAR FN nya.


Kelvin, Hassan ,dan Haqqul masuk ke dalam gerbong dan melihat situasi nya, membuat mereka terkejut.


Para pria yang ada disana bersiap menembak, Hassan berada di depan sementara haqqul dan Andhika berada di belakang nya, kemudian kak kamiya dan Zidan dibelakang nya haqqul dan Andhika.


Bu Felicia meregangkan tangan melindungi murid-murid kesayangan nya bila terjadi sesuatu, keringat dingin membasahi wajah nya.


Penutup dari peti baja itu meregang, terpampang beberapa kata pada penutup peti itu, menunjukkan suatu identitas yang ada dalam kotak baja di hadapan mereka.


CODE PROJECT : TAURUS


 


 

__ADS_1


Penutup itu terlepas dan jatuh dengan suara yang keras disertai kabut tipis yang keluar dari dalam peti baja itu, mereka menatap tak percaya dengan apa yang ada dalam isi peti baja di hadapan mereka.


Tubuh yang kekar dan besar, namun banyak bekas jahit di beberapa bagian tubuh nya, tubuh nya telanjang dada dengan memakai celana kulit hitam. Di dahi kepala nya terdapat dua tanduk seperti taurus. Tinggi badan nya bisa mencapai 2,5 meter.


Mata nya merah menyala dengan mulut lebar yang terjahit oleh kawat besi. Tidak memiliki rambut di kepala nya, hanya tanduk yang menghiasi kepala nya yang mengerikan, bahkan hidung tidak ada dalam wajah nya, hanya tulang hidung yan berlubang seperti hidung tengkorak saja yang terlihat.


Semua hanya menatap tak percaya dengan perasaan takut dan khawatir.


"Aku belum pernah melihat zombie seperti ini..."


"Tetap waspada..!"


Ucap Hassan yang memperingatkan tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok besar tersebut.


"Dengar aba-aba ku..."


Kata Kelvin yang membidik sosok dalam peti itu sedari tadi.


Sosok yang memiliki identitas Taurus itu mulai keluar melangkah kan kaki nya mendekati Hassan dan yang lain.


Sfx: grroooooooaaarrgghh....... Targeeetttrrrrgghh....!!


"Siap.... Tembak!!"


Sosok mengerikan itu menerjang dan hendak memukul Hassan, namun dengan sigap menghindari nya, Kelvin, kak kamiya, haqqul dan andhika menembak makhluk buas itu ,hingga banyak luka tembak menancap pada tubuh besar itu, namun tidak berdampak apapun.


Hassan hendak menyerang nya dengan memukul perut nya, tetapi yang terjadi malah sebalik nya. Dengan cepat zombie itu membungkuk dan menerjang Hassan dengan tanduk dikepala nya, hingga Hassan terangkat dan perut nya tertancap pada tanduk zombie taurus.


"Kenapa tidak mempan!!"


"Ah!! Damn...!!!"


Umpat Andhika kemudian membuang senjata nya lalu berlari memukul tubuh besar itu dengan tinju api nya.


Haqqul juga ikut maju namun dengan menembaki nya dari dekat.


Sementara Kelvin dan kak kamiya menahan tembakan, Kelvin mengamati zombie taurus. Kak kamiya mengambil molotov yang ia simpan dalam saku celana nya.


Taurus terbakar karena tinju api yang di lancarkan oleh Andhika, ternyata taurus merespon dengan memegang kaki Hassan, lalu mengayunkan tubuh Hassan ke arah andhika. Andhika tidak bisa menghindari karena gerbong yang sempit, hingga akhir nya bertabrakan dan kepala Andhika terbentur dinding kereta cukup keras dan pingsan seketika.


"Andhika!!"


"Sialan!!"


Haqqul dengan cepat membuang senjata kemudian menyentuh tubuh Taurus yang keras dan dengan cepat membekukan nya.


Namun seperti nya kekuatan haqqul tidak bisa menandingi tubuh taurus, bahkan kekuatan haqqul hanya dapat memadamkan api yang membakar tubuh taurus.


Hassan kemudian di banting ke bawah lalu oleh Taurus diinjak perut Hassan  hingga tubuh humanoid nya hancur dan terbagi menjadi dua bagian.


Sfx: Braakk!!!tap tap..! Taaakkk...!! Krekk!!


"........... Kalian keluar dari sini....!"


Ucap Hassan dengan suara lirih, kemudian mati karena system dalam tubuh nya telah rusak parah.


Taurus berjalan mendekat ke arah Kelvin dan yang lain.


Sfx: dor dor dor dor dor dor dor!!!!! Tep tep tep tep!! Bukkk!!! Bughhh!!!


Kelvin menembak taurus dan kak kamiya akan menyalakan molotov, namun tak sempat, bahkan Kelvin baru menyarangkan 7 peluru pada tubuh taurus, dan harus pingsan karena kedua nya di pukul cukup kuat pada bagian perut.


"Aakkkkhhh...!!!"


"Uuuughh!! Ohokk...!!


Taurus memukul Bu Felicia yang tengah berusaha melindungi murid-murid nya, namun harus mendapat pukulan dari Taurus hingga pingsan.


Taurus mengangkut tubuh Bu Felicia seperti barang di pundak nya, kemudian berlari memanjat peti yang  sedari tadi masih tertancap, lalu lompat keluar lewat lubang di atap.


Taurus melompat dan berlari sangat cepat menuju kota yang selanjut nya akan dituju oleh mereka.


Annisa, Okta, Marsha, dan Vika ketakutan setengah mati dan hanya meneteskan air mata, melihat guru mereka diculik oleh sosok kejam yang keluar dari peti baja.


Sari menangis ketakutan sambil memeluk Okta, mereka seakan tak percaya dengan apa yang dialami barusan.


Apakah ini akan jadi perjalan terakhir mereka atau sebalik nya...


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


..............Di suatu tempat................


Sfx: tep tep tep tep tep


Biiiippp... Biiiippp...


Pria berjas hitam dengan kacamata hitam yang tengah berjalan mengangkat telepon yang sedari tadi berdering di dalam saku celana nya.


"Halo....."


"Codeproject : Taurus sudah kami luncurkan sesuai perintah anda, tuan"


Senyum sinis muncul menghiasi bibir nya, dengan langkah yang pasti ia menaiki anak tangga menuju parkir helikopter dengan perasaan yang bahagia, bahagia diatas penderitaan orang lain....


"Bagus, sebentar lagi seluruh pemimpin dari perusahaan yang menentang perusahaan ku akan musnah tak bersisa..."


"Buat mereka menerima mimpi buruk dari...... Mayat hidup...."


 


 


 


 


 


 


 


 


END CHAPTER...


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


***TO BE CONTINUE......


***Aku selaku author ZC:DoL berterima kasih banyak atas dukungan kalian para readers sampai karya ku tamat, mungkin akan kulanjutkan dengan membuat season 2 nya, untuk itu mohon bantuan untuk terus mendukung ku dalam berkarya dan memberikan kalian kepuasan dalam membaca karya ku.


Terima kasih banyak, dan sampai berjumpa lagi di season 2~

__ADS_1


Bye Bye~


__ADS_2