
*Zidan POV*
Sfx: Brummmm!!! Dor dor dor dor!! Bruuummm...!!! Nggeeeenggg!!
Suara kendaraan yang melaju kencang ke arah sekolah. Bunyi peluru yang keluar dari mulut senjata mesin berat terus berbunyi sampai membuat beberapa kepala zombie berlubang.
"Hei..! Andhika, apa ini masih jauh?!" Ucap ku agak keras karena bunyi bising dari tembakan peluru yang keluar.
"Tidak..! Sebentar lagi, bersabar lah!" jawab andhika.
Andhika terus melakukan Jeep nya dengan kecepatan penuh, Kak kamiya juga melakukan bus TK dengan cepat dan hati-hati.
Sementara haqqul terus mengendarai motocross nya sambil membuka jalan untuk lewat dengan menggeser beberapa kendaraan dengan es miliknya.
"Ini menguras cukup banyak tenaga ku...." Gumam haqqul yang mulai kelelahan.
Beberapa saat kemudian terlihat sebuah jembatan di depan sana, sesaat aku merasa senang karena kita semua akan sampai, tapi...
"Hei! Kelvin! Jembatan nya terlihat!!" Kata andhika yang menghubungi Kelvin dengan walkie talkie nya.
Perasaanku tidak enak dengan jembatan itu, beberapa saat kuamati ada yang aneh dengan kondisi jembatan di depan sana.
Sfx:bzzt..!!kkrrsskk!! Ok! Teruskan andhika!bbzztt!!
Suara panggilan dari kelvin, andhika terus melajukan Jeep nya ke jembatan itu, lalu haqqul mendahului bus TK yang ditumpangi teman-teman dengan motocross yang dikendarainya dan sejajar dengan laju mobil Jeep andhika.
Aku mengambil walkie talkie milik Andhika dan menghubungi Kelvin.
"Kelvin...! Ada yang tidak beres dengan jembatan nya, firasatku cukup buruk! Berhati-hatilah!" Kata ku dengan nada agak khawatir.
Sfx:Krsssekkk...!! Bzzztt...!! Baiklah.. aku mengerti..!!Bbbzt!!
Aku mengembalikan walkie talkie yang kupinjam lalu menembaki lagi beberapa zombie yang menghadang jalan.
"Hati-hati Andhika, firasat ku cukup buruk tentang ini" ujar ku sambil menembaki beberapa zombie.
"Firasat buruk? Tentang apa?" Jawab andhika dengan bingung.
Andhika melaju cukup cepat dan mulai melewati jembatan, disusul haqqul dan bus TK yang dikendarai kak kamiya.
Sfx:Kreekkk....!!!!!! Kreettekkk..!!
"Bunyi apa itu?" Ucap haqqul.
Aku juga sempat mendengar bunyi tersebut, lalu menghentikan tembakan.
"Seperti suara dinding retak.."
Sfx:KRAAKKKK..!!!! KREKKK..!! BYURRR!!! BLOOMM!! BYURRR!!!
Suara itu terdengar jelas dari belakang, aku berbalik dan melihat kebelakang.
"Andhika arahkan sedikit ke kanan" ucap ku.
"Baiklah.."
Andhika mengiyakan dan melajukan mobil Jeep nya agak ke kanan sedikit, aku melihat lalu terkejut dengan wajah agak pucat.
"HEII...!!! LAJUKAN DENGAN CEPAT!!!! JEMBATAN INI MULAI RUNTUH!!" Teriak ku dengan keras sambil panik.
Kelvin, kak kamiya, haqqul, dan Andhika mendengar teriakan ku.
"Apa lagi ini!! Ayo Jeep lebih cepat!!" Tegas Andhika agak panik kemudian menancapkan gas nya lebih cepat.
"Tiada hari tanpa mimpi buruk.., Kelvin cepat periksa belakang!" Ujar kak kamiya menepuk kening lalu menyusul Jeep andhika yang melaju cepat.
"Baiklah kak kamiya.." sahut Kelvin kemudian beranjak dari kursi penumpang di samping kak kamiya, lalu memeriksa kursi belakang penumpang.
Haqqul juga menyusul di belakang Jeep andhika dengan tenang.
"Itu ujung nya! Sebentar lagi" ucap ku sambil menunjuk ke arah depan.
Sfx:Krakkk..!!BYURRR..!! KREKKK!! BYURRR...!!!!
Mobil Jeep dan motocross akhir nya bisa keluar dari jembatan yang sedang runtuh.... Tapi.......
Sfx:Brummmm!!!! KREKKK!!!! BYURRR!!! KREKKK...!! Brummmm...!!!
Bus TK yang dikendarai kak kamiya akan jatuh ke sungai, karena jembatan yang dipijaki bus TK sudah retak lebih dulu dan akan jatuh ke sungai.
"Oh sialan!, Hei kalian! Berpegangan yang erat!" Teriak kak kamiya dengan panik.
Haqqul cepat-cepat melompat dari motocross nya lalu mengambil kuda-kuda dan mengfokuskan diri, sebuah es menyangga pijakan jembatan yang akan runtuh.
"Ugh...! Sial..." Gumam haqqul sambil terus fokus menyangga pijakan bus TK agar tidak jatuh ke sungai.
Belum sampai disitu, para zombie mulai mendekati haqqul dengan langkah terseok-seok.
"Tch..! Andhika, aku serahkan pada mu!" Timpal haqqul dengan wajah agak pucat.
"Baiklah, haqqul! Hei, Zidan! Kau siap?" Kata andhika yang membanting setir berputar kembali sambil tersenyum sinis.
"Locked and reaload... Partner!" Ujar ku yang menirukan suara dari game zombie yang pernah kumainkan.
Aku mempersiapkan senjata mesin berat dan mengisi peluru nya hingga penuh kembali.
"Hahaha! Ok partner!" Sahut Andhika sambil melajukan mobil nya dan berhenti tepat di samping haqqul yang tengah konsentrasi menahan pijakan agar tidak jatuh ke sungai.
__ADS_1
Sfx:Dor!dor!dor!dor!dor!dor!dor!dor!dor! Craatt!! *****!! Aarrgghh!!! Grroooagghh!!
Tanpa basa-basi lagi, senjata mesin beras terus kutembakkan ke arah para zombie yang mendekat dengan penuh semangat.
Andhika segera keluar dari mobil Jeep nya lalu menghunuskan katana nya ke beberapa zombie yang mendekat agar menghemat peluru yang ada.
Sementara kelvin dan yang lain nya sedang panik, kak kamiya terus menginjak gas tapi seperti nya roda ban roda bus TK tersangkut.
"Ayolah...!! Majulah.... Sial...!" Ucap kak kamiya yang panik karena akan jatuh bus nya.
"Kak kamiya, kita akan jatuh jika begini terus, cepat lakukan sesuatu!" Kata Kelvin dengan nada cemas dan panik.
"Ini aku sedang berusaha kelvin" timpal kak kamiya yang tengah berusaha sekuat tenaga.
Wajah haqqul sudah nampak pucat dan tidak sanggup menahan nya lebih lama lagi.
"Aku tidak bisa.. hah.. menahan nya lebih lama lagi.. hah..hah.." ucap haqqul dengan nada lelah dan mengatur nafas sambil masih memperkuat es nya untuk menyangga pijakan bus yang akan jatuh ke bawah.
"Tahan lah lebih lama lagi haqqul...! Hyaa!!" Kata andhika sambil menebas beberapa zombie yang mendekat.
"Cepatlah kak kamiya!! Kelvin!! Kita tidak punya banyak waktu lagi!!" Teriak ku sambil menembaki para zombie dengan mengganas.
"Aku... Sudah... tidak kuat... Lagi.. hah..hah.."
Haqqul perlahan-lahan mulai terduduk dan kelelahan sampai ingin pingsan, tetapi menahan agar tidak hilang kesadaran nya, sementara es yang digunakan untuk menyangga dengan cepat mencair.
"TIDAAAKK!!!"
"TEMAN-TEMAAANN......!!!!"
"AAAAAAAAAAAAAAAA.......!!!!!!!!!!!"
Sfx:KRETEKK!! KRAKKK!!! BYUUURRR!!!!BYURRR!!!
Bus TK terperosok dan jatuh ke sungai. Aku, Andhika, dan haqqul terdiam serta syok karena melihat bus TK yang jatuh ke sungai.
"TIDAAAKK.....!!!!" teriak ku sambil bercucuran air mata.
Entah kenapa rasa nya kehilangan lagi, rasa nya sakit sekali sampai air mata tidak bisa kutahan lagi.
Andhika dan haqqul terduduk diam dengan pundung karena gagal melindungi teman-teman nya.
Sfx:Bzzztt!! Krsssekkk!! Andhika!! Bbzztt..!!
"H-hei!! K-kelvin! Katakan, apa kalian semua baik-baik saja!!" Ucap Andhika dengan wajah tegang dan berharap semua baik-baik saja.
Sfx:Krssssskkk!!! Bzt!! Tenang saja...! Kkrrsskk!! Kami semua baik-baik saja..!! Ada seseorang yang menolong kami!! Bbzztt..!! Tapi dia seperti bukan manusia..!! Kkrrsskk!!!
Andhika tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Kelvin, tapi yang dia mengerti adalah bahwa teman-teman nya baik-baik saja.
"Hei! teman-teman kita tidak terluka, mereka tertolong.." kata andhika dengan nada lega karena semua baik-baik saja.
Aku mengusap air mata di pipi kemudian tersenyum lebar.
"Benarkah itu, Andhika?"
"Iya itu benar, mereka ditolong oleh seseorang"
"Seseorang?" Timpal haqqul dengan datar.
Sfx:KREKKK!!Bruuukkkk!!!! Bruuummm!!!
Tidak lama setelah itu bus TK tiba-tiba muncul kembali dari bawah jembatan runtuh, lalu mendarat tepat di hadapan aku, Andhika dan haqqul.
Kami bertiga agak tertegun melihat nya, kemudian tidak lama setelah nya kak kamiya dan Kelvin keluar dari bus yang baru saja selamat dari tragedi.
__ADS_1
*Kelvin POV*
Aku keluar dari bus TK dan menghirup nafas lega karena berhasil selamat dari reruntuhan jembatan, begitu pun dengan kak kamiya dan teman-teman yang lain.
"Syukurlah kita selamat..." Ucap ku dengan lega.
"Iya Kelvin, aku merasa itu tadi detik-detik nyawa ku akan melayang" sahut kak kamiya dengan senyum ramah nya.
Teman-teman yang lain ikut keluar satu-persatu dan merasakan trauma terutama para perempuan dan anak kecil.
Zidan, Andhika, dan haqqul menghampiri kami dan menanyakan keadaan kami semua.
"Kelvin, kak kamiya! Kalian tidak apa-apa?!" Tanya zidan.
"Tenang saja kami baik-baik saja..."
"Apa kalian yakin?" Timpal Andhika.
"Iya, tapi mungkin para perempuan merasa trauma..." Sahut kak kamiya sambil mengalihkan pandangan nya kepada para perempuan yang merasakan trauma mendalam serta ketakutan.
Andhika langsung menghampiri Okta dan memeluk nya, Andhika menanyakan keadaan Okta.
"Okta, apa kau tidak apa-apa?" Cemas Andhika sambil memeluk Okta yang gemetar ketakutan, kemudian Okta membalas pelukan Andhika.
"Aku takut... " Ucap Okta pelan dengan agak gemetaran.
"Tenang lah Okta, aku ada disini"
Andhika mengelus kepala Okta yang sedang ketakutan dan gemetar karena kejadian tadi. Haqqul juga menghampiri Annisa yang tampak hanya merasakan sedikit trauma.
"Syukurlah kau selamat..., Aku mengkhawatirkan diri mu..." Ucap haqqul yang langsung memeluk Annisa dengan erat.
"E-eh..! I-iya haqqul..." Jawab Annisa yang agak gugup karena tiba-tiba dipeluk lalu membalas pelukan haqqul.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku..." Sambung Annisa yang kemudian senyum kecil terlukis dibibir nya.
Zidan pun juga sama menghampiri marsha dan menanyakan keadaan nya.
"Marsha! Apa kau terluka ? Apa ada yang sakit?" Ucap zidan sambil melihat tubuh Marsha dari atas sampai bawah lalu mencubit pipi nya.
"Aaaww!! Sakit Zidan!" Ujar Marsha yang agak kesal dan menggerutu karena dicubit pipi nya oleh Zidan.
"Iya maaf-maaf, aku tidak akan bisa kehilangan mu, karena diri mu itu hal berharga yang harus aku lindungi..."
Marsha tersenyum kecil mendengar kata-kata Zidan, Zidan kemudian tersenyum lebar.
Sari tampak takut dan sangat trauma sampai terus memeluk kaki marsha, Zidan menyadari nya lalu menggendong sari.
"Sari takut ya?" Tanya zidan dengan lembut.
"I-iya kak...huee...." Jawab sari yang kemudian menangis sambil memeluk Zidan.
Zidan menepuk-nepuk perlahan punggung sari agar tenang.
Aku dan kak kamiya hanya memperhatikan semua nya dan baru teringat tentang orang yang menolong kami dari kecelakaan tadi.
Vika hendak menghampiri ku dan kak kamiya namun, seseorang dari bawah bus TK memanggil nya.
"Hei, maaf nona, bisa tolong membantu ku berdiri?" Ucap orang itu yang mengulurkan tangan dari bawah bus TK.
"Eh.. iya..." Kata Vika yang agak terkejut lalu menarik tangan orang itu lalu membantu nya berdiri.
"Aaahhh.... Akhirnya selesai juga..." Timpal orang itu sambil meregangkan tangan nya ke atas lalu melihat sekeliling.
Pandangan nya tertuju pada haqqul dan Andhika.
"Oh... Akhir nya ketemu.... Hehehe.." Sambung nya sambil terkekeh.
"Eh? Siapa?" Ucap vika dengan nada bingung melihat orang itu terkekeh.
"Hei!! Andhika! Haqqul!" Sapa orang itu dengan tersenyum sinis.
Andhika dan haqqul menoleh kepada orang itu dan terkejut.
"K-kau..."
"Apa Professor Zainal yang mengirim mu?" Timpal haqqul.
"Iya, tentu saja. Untuk mendampingi perjalanan kalian berdua" kata orang itu.
"Sudah lama sekali ya......." Ucap Andhika yang sedikit memikirkan masa lalu.
Kami semua sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi hari ini maupun pembicaraan ini, akhir nya kami hanya diam mendengarkan saja.
"Hassan....." Kata andhika dan haqqul secara bersamaan.
"Ya begitulah...." Ujar nya dengan senyum sinis.
To Be Continued.....
__ADS_1