Zombie City : Dead Or Life

Zombie City : Dead Or Life
Chapter Special 1


__ADS_3

Terik matahari begitu menyengat siang ini, cahaya nya saja bisa membuat kulit seseorang yang terkena terbakar, tapi itu sama sekali tidak menjadi masalah untuk Mira, wakil Gustav ini bahkan tidak merasa kepanasan ataupun gerah, walaupun sudah berkeliling kota bersama dengan Gustav dan Poppy.


Aura dingin dan jutek masih terpancar dalam diri nya, yang tidak merasakan kelelahan sedikit pun entah karena dia sudah bukan manusia lagi atau dia humanoid juga seperti Hassan, yang Gustav tahu ialah hari ini panas nya tidak dapat di tahan oleh manusia lagi, ia merasa sekujur tubuh nya terbakar, kulit nya serasa mengelupas dan panas, namun itu hanyalah khayalan dari kapten yang konyol itu, bahkan itu tidak benar-benar terkelupas kulit milik nya, jika itu benar terjadi, maka dia tidak akan segan untuk tetap di rumah dan memakai hastag #Dirumah_aja lalu menempelkan nya di pintu kamar nya.


Tapi dia tidak bisa melakukan itu, manajer nya saat ini sedang marah-marah dan menyuruh Gustav, Mira dan Poppy untuk pergi berbelanja kebutuhan untuk berbuka dan sahur nanti. Ia bahkan agak jengkel namun perasaan itu ia benamkan begitu saja seperti saat ia membenamkan wajah nya di bantal yang empuk.


Saat ini ia tidak tahu harus mengatakan apa tentang penampilan Mira yang ia lihat saat ini, Poppy terlihat begitu niat sekali untuk mengerjakan perintah dari manajer, terlihat dari cara ia berpakaian dari atas sampai bawah.


Poppy mengenakan kerudung pasmina berwarna hitam dengan tubuh atas nya yang ramping dan ideal di balut oleh hoodie oversize merah muda, tidak lupa celana jeans biru menutupi kedua kaki nya yang jenjang dan mulus, sepatu kets putih ia pakai dan menambah kesan stylish.


Poppy tahu kalau sembari berjalan-jalan, kapten nya ini terus memperhatikan dia dan untuk memecah tatapan nya Gustav, Poppy berdehem pelan dan mengatakan sesuatu dengan nada menggoda sambil menatap kapten nya yang masih manatap nya seperti melamunkan sesuatu.


"Ehem.. heee... Kapten, kenapa melihatku seperti itu.., apakah kau terpesona oleh kecantikan ku, hehehe.."


Gustav yang mendengar Poppy sudah balik menatap nya dan menggoda nya membuat ia kehilangan lamunan nya tadi dan itu membuat diri nya tergagap-gagap untuk menjawab.


"B-b-bu-bukan seperti itu, Poppy!?! H-hanya saja...!?! Akuuuu...."


Gustav menekan kata aku dengan nada pelan, keringat dingin menetes dari pelipis nya, dia benar-benar tidak tahu harus beralasan apa lagi, dan yang paling dia takutkan ialah ketika hal itu sampai terdengar ke telinga wakil kapten nya yang berjalan di depan mereka. Ia sesekali menengok Mira untuk memastikan bahwa dia memang benar-benar tidak mendengar perkataan Poppy tadi.


'Gawat! gawat! gawat! gawat!'


Kata-kata itu terus menari-nari di atas kepala Gustav, wajah nya terus berkeringat dan agak panik, dia takut jika harus menerima 'super punch!' dari Mira, jika itu terjadi maka dia harus menelepon ambulan terlebih dulu untuk membawa nya yang akan sekarat nanti setelah menerima teknik spesial milik wakil nya ini.


"Pfft!! Ahahahaha!! Kapten, lihatlah wajah mu berkeringat! Ahahahaha!!" Tawa Poppy yang meledak ke level bahagia di titik dimana ia tidak bisa menahan tawa nya karena berhasil membuat kapten nya gelagapan dan panik karena bercandaan nya tadi.


"Hei, Mira, lihatlah Kapten, dia melamunkan diri ku yang cantik ini! Hahahahaha!!"


"J-jangaaaannn!!! Poooopppyyy!!!" Kata gustav dengan wajah panik.


Bahkan Poppy merasa tidak bersalah dan mencolek punggung Mira yang masih tidak menggubris mereka berdua, Gustav berusaha menghentikan tangan Poppy yang akan mencolek Mira dengan wajah panik, tetapi ia tidak berhasil mencegah, Mira akhir nya berhenti melangkah dan menoleh ke belakang.


Gustav memasang senyum yang kaku agar tidak ketahuan, senyum nya cukup masam kali ini dengan keringat mengalir dari pelipis nya, Mira melihat Gustav dan Poppy bergantian dan menghela nafas lalu berkata.


"Fuuuh... Kekanakan sekali, bisa tidak lebih serius berbelanja sekarang, manajer sudah menunggu kita dirumah..!" Nada nya dingin, Mira memang selalu memakai nada yang menusuk walaupun berkata pelan sekalipun, itulah yang membuat nya tetap dalam posisi nya yang single.


Poppy menggembungkan pipi dengan kesal, ia merasa bahwa ia ingin jalan-jalan lebih lama, karena ini kesempatan bagi nya untuk merasakan sensasi liburan dan menjadi warga sipil biasa.


"Tapi kan, aku mau jalan-jalan lebih lama lagi!" Poppy cemberut dan masih menggembungkan pipi nya yang terlihat seperti balon, mungkin jika itu balon, Mira akan menusuk nya dengan jarum, tapi itu bukanlah balon jika dia menusuk nya, dia khawatir kalau bukan suara letusan balon, melainkan jeritan dan kekesalan Poppy yang akan menjadi-jadi, kemudian ia mengurungkan niat nya untuk menusuk pipi Poppy dengan jarum.

__ADS_1


"Kalau begitu jalan-jalan saja sendiri..." Dengan nada datar Mira mengatakan nya kepada Poppy, namun Poppy bertambah kesal dan mulai mengomel tidak jelas.


Mira berganti menatap tajam kepada Gustav, Gustav merasakan hawa mengancam dan dingin keluar dari diri Wakil nya saat ini, hawa nya bahkan menusuk kulit kapten nya, tatapan Mira yang tajam dan dingin membuat Gustav tersentak seketika dengan tersenyum kaku sambil wajah nya berkeringat dingin.


Ia tahu nyawa nya akan terancam begini, bahkan ia seperti membayangkan malaikat maut melambai-lambaikan tangan nya kepada diri nya di atas sana, 'gawat!' Gustav pasti akan bertemu malaikat itu jika terkena damage dari wakil nya yang jutek dan sadis ini.


"Dasar... Mata keranjang..." Kata Mira dengan dingin kemudian melanjutkan kembali langkah nya yang terhenti, Poppy yang sejak tadi mengomel tidak jelas, lalu berhenti mengomel setelah mendengar kalimat yang keluar dari dalam mulut Mira, ia hampir saja tertawa namun menahan tawa nya dengan menutup mulut menggunakan telapak tangan nya, Poppy ingin sekali tertawa sampai terpingkal-pingkal namun ia tidak bisa melakukan itu di jalanan yang ramai tempat mereka bertiga berpijak.


Mata Poppy sampai mengeluarkan air mata karena menahan tawa nya tadi, namun ekspresi tersebut seketika berubah menjadi wajah yang penuh dengan keheranan setelah menatap muka Gustav yang sedang menunjukkan ekspresi bahagia.


Gustav menunjukkan wajah yang bahagia sambil berjalan mengikuti Mira dan Poppy, ekspresi kapten nya saat ini bahkan seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapat uang saku dari ibu nya, namun walaupun begitu, penampilan Gustav tidak bisa dibandingkan seperti anak kecil.


Gustav memakai topi Koboy yang tidak begitu lebar, lebih mirip seperti topi mafia daripada topi koboy, hanya saja berwarna krem, lalu tubuh nya yang tegap dan sixpack, terbalut kemeja hawaii yang dengan sengaja tidak ia kancing semua, Gustav memang sengaja membiarkan nya karena terik matahari yang panas ini hingga membuat nya sangat gerah, namun bagi kaum hawa itu terlihat seperti belahan roti sobek yang terlihat setengah tetapi tetap terbungkus oleh kemeja hawaii yang memiliki pemandangan di pantai hawaii yang sejuk, warna langit jingga dan biru tua laut meninggalkan kesan sunset disana.


Jika saja kemeja hawaii nya tertiup oleh angin yang kencang, mungkin kaum hawa yang melihat itu akan mengeluarkan darah di hidung dan batal puasa karena memikirkan hal yang aneh-aneh, Gustav tidak tahu kalau dada dan perut nya yang sixpack itu merupakan aset penting bagi kaum hawa dan itu bisa menyebabkan kekacauan di sekitar nya, namun ia tidak terlalu peduli dan membiarkan bungkus Made in Hawaii tertiup dan memperlihatkan keseluruhan dari roti sobek yang ia miliki.


Kaki nya yang panjang dan kokoh itu merekat sebuah celana jeans pendek hitam selutut dan memperlihatkan betis nya yang terbentuk dengan sempurna, tidak lupa ia menggunakan sepatu slip on hitam dengan alas nya yang berwarna putih, itu menampilkan sebuah pemandangan seseorang yang ingin bersantai.


Namun ekspresi nya saat ini bagi Poppy bukanlah bersantai tapi hanya seperti anak kecil, Gustav bahkan merasa sangat berbunga-bunga dalam hati nya karena tidak jadi mendapatkan 'super punch' dari Mira.


'syukurlah bisa selamat dari maut' pikir Gustav yang lega, bahkan saat ini dia membayangkan malaikat maut merasa kecewa karena tidak bisa bermain catur dengan nya di alam sana, dan Gustav melambaikan tangan ke malaikat maut dengan ekspresi bahagia karena tidak akan menjumpai nya dalam waktu dekat.


Mira memakai kerudung pasmina dengan warna hitam, tubuh nya yang ramping dan ideal dibalut dengan kaos lengan panjang oversize, namun lengan nya memiliki garis belang hitam putih, bagian bawah kaos nya ia masukkan ke dalam dan memperlihatkan ikat pinggang nya, kaki nya yang mulus dan kurus, memakai celana jeans hitam, tidak lupa sepatu kets putih ia kenakan, sekarang penampilan nya 4-5 tahun lebih muda karena stylist nya, itu menurut pengamatan Gustav yang saat ini tengah melamun sambil terus menatap Mira tanpa ia sadari.


Langkah Mira terhenti membuat Gustav dan Poppy juga ikut terhenti, bersamaan dengan itu Mira membalikkan badan, langsung menatap tajam dan dingin ke arah Gustav yang memperhatikan nya sejak tadi, Poppy memahami situasi ini dan mengejek sedikit, karena akan mencium bau-bau sirine ambulans berbunyi.


"Ehem... Dasar mata keranjang..." Poppy mengatakan nya dengan nada menggoda dan mengejek, ia berusaha menahan tawa nya dulu yang akan meledak sampai melihat kapten nya benar-benar terbang ke alam sana sebentar.


Gustav waktu itu masih melamun sambil menatap punggung Mira, namun ia kemudian saling bertatapan dengan wajah Mira yang dingin dan menusuk itu, hingga lamunan nya terpecah dan sedikit tertegun.


'Eh?'


Gustav kemudian menoleh ke Poppy yang memberikan nada ejekan, lalu membuat Gustav tersentak hingga kelagapan sambil menoleh secara bergantian Poppy dan Mira dengan wajah panik.


"E-eeeeeeeeeeehhhhhhh???!!!!!??!!"


"T-tu-tunggu Mira!? Aku bisa jelaskan, ini bukan seperti yang kau pikirkan!!?!"


Gustav menggelengkan kepala dengan cepat untuk meyakinkan Mira, Gustav mundur selangkah demi selangkah dengan keringat dingin dan Mira maju selangkah demi selangkah, disaat ini Gustav hanya bisa melihat wajah sadis wakil kapten nya.

__ADS_1


Mira mengepalkan tinju nya dan menggenggam tinju nya, bunyi jari-jemari nya yang ia tekuk terdengar jelas dan mengerikan, hingga membuat bulu kuduk Gustav berdiri.


Sfx: kretek..! kretek..!


Bahkan senyum nya yang ia lukiskan di bibir nya bukan senyum manis seperti wanita polos, itu lebih seperti seringai iblis dengan ujung mata yang mengeluarkan siluet cahaya merah.


Melihat hal ini membuat Gustav pasrah dan mengingat, kalau ia tidak akan bisa kabur dari hal ini, oleh karena itu Gustav mendongakkan kepala nya sambil memejamkan mata, menghirup nafas dalam kemudian menghembuskan nya secara teratur, Gustav memberikan senyuman tulus dan sedikit mengeluarkan air mata, dia sudah membayangkan akan bermain catur sambil minum teh dengan malaikat maut nanti.


Poppy yang melihat hal ini hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal.


"Ada kata-kata terakhir...?" Ucap Mira yang dingin namun penuh makna.


Gustav menghirup nafas dan bersiap mengatakan nya.


"MANAJEEEERRR!!! TOOOLOOOOOONGG---UOOHHGGKEEHHK!!!"


belum selesai Gustav meneriakkan semua kata-kata terakhir nya, tinju Mira sudah melesat mengenai perut nya dan hanya butuh hitungan detik saja hingga membuat Gustav terbaring pingsang disana.


Mungkin ini akan jadi ngabuburit yang paling tersadis bagi Gustav, namun ia tahu bahwa ngabuburit nya yang sadis ini akan terus terulang hingga bulan puasa berakhir, jadi sampai saat itu ia harus sabar menerima nya.


'seperti nya aku harus bermain golf saja dengan malaikat maut..'


 


 


 


***To Be Continued.....***.


.


.


.


Hai para readers setia, chapter spesial disini memuat tentang beberapa spoiler tempat, tokoh, dan lain sebagai nya, sekaligus sebagai cerita sampingan lucu yang dipergunakan untuk menghibur para readers setia setelah membaca bab-bab yang menegangkan.


__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan comment, vote, kritik, dan saran. karena pembaca yang baik adalah pembaca yang meninggalkan jejak comment dan vote.


__ADS_2