
*Zidan POV*
Sfx:Dor..dor..dor..dor..dor..dor..dor!!!
Aku terus menembak dengan senjata mesin berat yang menempel di atas atap jeep dengan mengganas.
Sementara andhika dan haqqul sibuk menebaskan katana nya ke beberapa leher zombie yang mendekat.
Kelvin dan kak kamiya menembaki kepala zombie yang mendekat ke bus TK dengan senjata mereka.
"Zidan, terus lindungi bus TK nya dengan mesin senjata mu! Biar kami berdua yang melindungi mu!" ucap andhika yang menebaskan katana nya dengan gaya khas berpedang nya.
Sfx:Siing...!! Craatt!!! Aaaarrggghh!!!
Suara tebasan haqqul dan andhika yang membuat beberapa zombie ambruk. Kelvin kemudian keluar dari bus TK dengan membawa sesuatu ditangan nya, seperti nya aku pernah melihat benda di pegang nya, tetapi aku lupa nama nya.... Aku terus menembak sambil mengingat nama benda itu, aku mengingat nya dan langsung terkejut karena itu adalah dinamit.
Tanpa basa-basi, kelvin menyalakan sumbu dinamit dan berteriak ke haqqul dari samping pintu.
"Haqqul!! Tangkap ini!! Aku mengandalkan mu!!"
Haqqul menoleh dan hanya mengangguk setelah menusuk kepala zombie di depan nya. Kelvin melempar dinamit yang menyala itu ke arah haqqul, dengan cepat haqqul menangkap dinamit itu dan melesat diantara zombie menuju ke pohon yang tumbang menghalangi jalan.
Aku, andhika, kak kamiya, dan kelvin terus menembaki zombie agar tidak ada yang mendekat. Sebagian besar zombie telah ambruk, haqqul sedikit memberi celah di batang pohon nya, lalu memasang dinamit nya dicelah pohon yang tumbang.
"Awas ledakan!!!" teriak haqqul yang menjauh dari dinamit yang baru saja dipasang nya.
Andhika masuk ke jeep nya dan dengan cepat memundurkan nya sedikit agar tidak kena, sementara kak kamiya memundurkan bus TK nya.
Tidak butuh waktu berapa lama sampai...
Sfx:Rgghh... Grooagh.. BOOOOOOOMMMMMMM!!!!!!!
Ledakan dinamit itu menghancurkan batang pohon tumbang yang menghalangi jalan kami, jalan pun terbuka kembali.
"Lajukan jeep nya andhika!" tegas kak kamiya.
"Dimengerti!!" jawab andhika dengan tersenyum sinis.
"Sekarang kita mulai, ayo jeep melaju!!" sambung nya dengan melajukan jeep melanjutkan perjalanan, aku berhenti menembaki dan bus TK menyusul melaju dibelakang jeep.
Perjalanan terus berlanjut tetapi aku tidak melihat haqqul dengan motocross yang dikendarai nya.
"Hei kelvin! Apa haqqul ada di belakang bus mu?" tanya ku dengan agak berteriak.
Kelvin berdiri lalu mengecek lewat kaca belakang bus, kemudian kembali di samping kak kamiya.
"Tidak ada, mungkin dia tertinggal!!" jawab kelvin agak cemas.
"Tetap melaju jangan berhenti!!" teriak tegas andhika menimpali perkataan kelvin sambil melajukan jeep nya.
"Apa maksud mu andhika, haqqul bisa jadi dalam bahaya!!" kata ku dengan nada tidak terima.
"Tenanglah, dengarkan aku... Waktu ditempat tadi, aku merasakan ada hawa pembunuh disana. Kemungkinan besar haqqul menyadari hawa tersebut dan mengurus pembunuh tersebut selagi kita pergi sejauh mungkin dari sana" jelas andhika dengan nada serius.
Aku akhir nya mengerti dan memahami situasi nya, setelah istirahat sejenak aku kembali menembaki zombie yang menghalangi jalan.
Sfx: Bruuuuumm...! Bruuumm...! Dor..dor..dor..dor..dor..!
"Kalau begitu kita harus berusaha sekuat tenaga saja!!" ucap ku dengan senyum sinis.
"Haaaaaahh....! Kau boleh juga, zidan! Kalau begitu buat mereka semua kenyang dengan peluru mu itu!" timpal andhika dengan membalas senyum sinis.
Sementara kak kamiya dan kelvin santai melihat aku dan andhika yang menggila menabrak dan menembaki zombie dengan jeep yang aku tumpangi.
"Mereka sangat menikmati" ucap kak kamiya dengan ramah.
"Hah.. Iya kak, mereka seperti lupa dunia" jawab kelvin dengan menghela nafas.
__ADS_1
Kelvin mengeluarkan walkie talkie nya lalu mencoba menghubungi haqqul.
Sfx: krrrssskkk....! Krrsszzkk...!! Bbzzzrrtt....!
"Tch..! Ayo angkatlah..."
Kelvin terus mencoba menghubungi haqqul dengan walkie talkie yang digenggam nya.
"Krssskkk....!! Bbzztt....! Ada apa....? Kkrsssskk......!" suara yang keluar dari walkie talkie yang digenggam kelvin seperti nya haqqul menjawab nya.
"Apa ada masalah disana?" ucap kelvin singkat ke walkie talkie nya.
"Bzzzzztt....! Kkkrresssskk..!! Ada jenis baru... Nanti akan kuceritakan... Kkresseekk...! Bbzzt...!" jawab haqqul dari walkie talkie nya.
"Jenis baru? Baiklah kalau begitu, cepat kembalilah!" timpal kelvin.
"Bbzzztt....! Dimengerti.... Krrrrsssskkk.....!" jawab suara haqqul yang keluar dari walkie talkie dengan singkat.
Kelvin memutus sinyal dan menyimpan walkie talkie nya kembali.
"Kata haqqul ada jenis baru, tapi aku tidak mengerti apa maksud perkataan nya" kata kelvin sambil berpikir.
"Mungkin saja itu zombie jenis baru, seperti di film-film" sahut kak kamiya sambil mengemudikan bus TK nya.
"Zombie jenis baru ya....? Entahlah... Kuharap dia baik-baik saja"
"Tenang saja, dia pasti baik-baik saja..." timpal kak kamiya dengan tersenyum ramah.
Jeep dan bus TK terus melaju menuju ke pasar meninggalkan jejak mayat yang tercecer dimana-mana.
*Haqqul POV*
Sfx: gggrrggh....!! Oorrgghh... Aarghh... Raaarggh...!
Suara beberapa zombie yang mendekat ke arah diriku dengan jalan yang terseok-seok. Aku merasakan ada nya hawa pembunuh selain diriku, kulihat sekilas jeep dan bus TK sudah menjauh meninggalkan ku.
Dengan cepat dan lincah, tebasan demi tebasan kuarahkan ke leher zombie yang terbuka lebar, sesekali tusukan kuhunuskan di dahi zombie yang mendekat itu, sehingga banyak zombie yang berjatuhan dan darah nya muncrat kemana-mana.
"Hm... Tidak ada habis nya..."
Aku masih merasakan hawa tersebut semakin kuat dan dekat.
Sfx:siiingg.... Syatt...! Syatt...! Cratt...!! Crrooatt...!!ggrrrgghh!!!
Suara tebasan yang kulihat diantara kumpulan zombie, aku cukup terkejut dengan suara tebasan itu, wujud itu muncul perlahan mendekati ku dan tampak jelas siapa dia.
Sebuah zombie yang menggenggam sebuah katana ditangan nya dengan pakaian bernoda darah serta sedikit sobek, Zombie samurai.
"Apa ini...? Zombie dengan katana?" kata ku dengan nada datar dan tenang.
Sfx: bzzztt..!!kkrsskk...!!kresskk!!
Suara walkie talkie milikku berbunyi dan masih memperhatikan zombie samurai tersebut tanpa berkedip dengan wajah datar.
Sementara tangan kiri ku mengambil walkie talkie dan menjawab panggilan sambil terus memperhatikan nya.
"Ada apa?" ucap ku dengan mendekatkan walkie talkie ke bibir tanpa melepas pandangan ke arah zombie samurai tersebut.
Zombie samurai itu cukup terdiam sesaat lalu dia mulai bergerak dengan kuda-kuda gaya berpedang yang ia miliki.
Aku terkejut dan bergumam dalam hati, zombie ini bukan seperti zombie lain... Dia berbeda...
"Bbzzt..!! Apa ada masalah disana? Krrrssskk....!!" tanya kelvin yang menghubungi ku dengan walkie talkie nya.
"Ada jenis baru... Nanti akan kuceritakan..." sahut ku dengan datar.
"Kkrrsskk..!! Jenis baru? Bbzt..! Baiklah, kalau begitu cepat kembalilah! Kresekk...!!"
"Dimengerti..." timpal ku lalu kelvin memutus sinyal panggilan.
Aku menyimpan walkie talkie dan menyiapkan kuda-kuda posisi menyerang.
__ADS_1
"Apa kau ingin berduel? Baiklah akan aku layani..." ujar ku dengan nada dingin.
"Tapi.... Sebelum itu...."
Aku mengfokuskan diri dan memejamkan mata sesaat kemudian tangan ku menyentuh tanah.
"Ice wall...." ucap ku perlahan.
Tiba-tiba sebuah dinding es muncul mengitari diri ku dan zombie samurai tersebut.
"Sekarang kita mulai....." sambung ku dengan datar.
Sfx:rgghh...ggrrooaggh...
Zombie samurai mulai berlari ke arah ku dengan katana yang digenggam erat oleh nya, aku juga berlari ke arah zombie samurai dan menebaskan katana dengan cepat.
Namun, tebasan ku ditahan oleh nya...
Sfx:singg... Trangg...!! Trak..! Tap tap tap!! Sringg...!! Siing..!! Trangg...!!!
Tebasan demi tebasan dan tangkisan demi tangkisan terus berlanjut tanpa henti, duel maut yang mematikan terus berlangsung.
Aku merasa heran sambil terus mengayunkan pedang ke arah zombie samurai tersebut.
Kenapa zombie ini bisa bertarung seperti seorang samurai, aku merasa hal ini cukup mengganjal pikiran ku.
Zombie samurai itu menebaskan katana nya dengan tebasan miring ke kanan, lalu menebas lagi miring ke kiri.
Aku menghindari nya dengan mundur ke belakang sambil memiringkan kepala ke kiri lalu ke kanan.
"Pergerakan nya..."
Sfx: tap tap tap... Singg siingg...!
"Serangan yang dilancarkan...." sambung ku lalu membalas serangan nya dengan tebasan vertikal dan tebasan horizontal.
Zombie itu menghindari tebasan ku dengan memiringkan badan ke samping lalu melompat mundur kebelakang, zombie samurai kemudian mengambil posisi kuda-kuda menyerang nya.
"Refleks nya..." gumam ku pelan.
"Seperti bukan zombie, lebih seperti pendekar pedang... Tapi, aku bukan tandingan seorang mayat hidup seperti mu..." sambung ku.
Zombie samurai tersebut mulai berlari ke arah ku dengan cepat, aku hanya besiap pada posisi kuda-kuda menyerang.
"Untuk menghormati mu, akan kukeluarkan teknik milik klan wardhana"
"Sword Style: silent slayer..."
Aku berlari dengan satu dorongan ke depan, kami pun menebaskan katana dengan cepat.
Zombie samurai tubuh nya langsung terbelah menjadi dua tanpa ada suara tebasan ku sedikit pun, aku menyarungkan katana ku kembali.
Zombie samurai ambruk dan dari kepala nya mengeluarkan seekor kelabang yang lumayan besar kemudian masuk ke dalam tanah, diwaktu bersamaan mayat zombie samurai tersebut langsung membusuk dan terurai dengan cepat.
"Apa ini... Mayat nya terurai sangat cepat...?!" ucap ku dengan nada agak terkejut.
Aku mencairkan dinding es kemudian melihat beberapa zombie terlihat lapar dan siap memangsa.
Dengan cepat aku berlari dan menaiki motocross sambil menyalakan nya, lalu melajukan nya dengan cepat meninggalkan lahan itu menyusul teman-teman yang sudah menunggu ku.
Didalam perjalanan aku terus memikirkan hal tadi, zombie samurai tersebut tidak bisa dianggap sebelah mata.
Dia... Seperti diciptakan... Dan kelabang sebesar itu sangat aneh keluar dari dalam kepala nya.
Aku melajukan sangat cepat sambil menghindari beberapa mayat yang ada dijalan dan akhir nya bisa tersusul di belakang bus TK lagi.
Para perempuan melihatku dari jendela belakang bus TK, tampak dari wajah mereka seperti nya mengkhawatirkan diri ku. Terutama annisa mungkin sangat mengkhawatirkan ku, aku mengambil walkie talkie ku dan menghubungi kelvin sambil mengendarai motocross.
Sfx:krresekkk...!! Bbzztt...!!
"Aku dibelakang mu" ucap ku.
"Krsskk....!! Iya, syukurlah kita akan melewati pasar, bersiap...!" ujar kelvin lewat walkie talkie milik nya.
"Di mengerti..." jawab ku kemudian menyimpan walkie talkie ku, lalu mengendarai motocross ku dengan hati-hati.
Sebentar lagi kita akan sampai ke sekolah, sampai saat itu bertahanlah semua...
__ADS_1
To Be Continued.....