Zombie City : Dead Or Life

Zombie City : Dead Or Life
23. Lahan Tempur yang Mematikan


__ADS_3

*Kelvin POV*


12:05 WIB


Sfx: Klekk...! Cklek... Craaassshh......


Suara shower yang kunyalakan mengeluarkan air yang cukup hangat...


Rasa nya sangat damai.. Entah apa yang sedang kupikirkan saat ini...


Banyak sesuatu yang kupikirkan sambil tersiram pancuran air shower, cukup lega melihat semua baik-baik saja..


Namun kekhawatiran ku untuk nanti yang akan datang tetap mengusik pikiran ku.


Yaah.. Daripada memikirkan hal itu, lebih baik mempersiapkan diri untuk sholat saja.


Setelah selesai mandi, aku keluar kamar mandi dengan sudah mengganti pakaian dan mengeringkan rambut dengan handuk kecil.


Aku berjalan ke ruang tamu dan menemukan vika, marsha, dan kak kamiya yang sedang bersantai.


"Kelvin, kau sudah selesai mandi?" ucap kak kamiya yang melihat ku yang berdiri dengan mengusap rambut dengan handuk kecil agar kering.


"Seperti nya begitu, kak kamiya"


"Kalau begitu sholat dulu, kelvin" timpal marsha.


"Baiklah, oh iya dimana yang lain?" tanya ku.


"Zidan sholat dikamar mu kata nya, haqqul berada di balkon mengawasi keadaan, andhika sedang berada di garasi mu mengambil alat untuk mengecek kendaraan yang akan kita pakai, sementara okta dan sari sedang istirahat di kamar orang tua mu" kata kak kamiya panjang lebar.


"Hm begitu ya, terima kasih kak kamiya. Aku akan ke kamar dulu untuk sholat dzuhur, kalian sudah sholat kan?" tanya ku lagi.


Vika dan marsha mengangguk dan kak kamiya mengiyakan pertanyaan ku.


Aku pun naik ke lantai atas dan berjalan ke arah kamar, kubuka pintu dan melihat zidan yang sedang tidur di kasur.


Dengan segera aku melakukan sholat dzuhur dan berdoa, setelah beberapa menit kemudian aku membereskan tempat ku sholat dan membangunkan zidan.


"Zidan bangun.. Kita harus bersiap-siap..."


Aku terus menggoyang tubuh nya perlahan, tapi zidan tidak kunjung bangun juga. Hingga akhir nya aku menyerah dan turun kebawah meminta tolong marsha untuk membangun kan zidan yang masih tertidur seperti orang mati.


"Marsha, bisa tolong aku sebentar? Aku sudah mencoba membangunkan nya tapi, tidak berhasil.... " ucap ku ke marsha.


"Oh serahkan kepada ku kelvin, itu hal yang mudah" jawab marsha dengan tersenyum, lalu beranjak dari sofa dan pergi ke lantai atas untuk membangunkan zidan.


Aku duduk bersama kak kamiya di sofa dengan vika.


"AAAAWWW!!! SAKIIIITT!!!" teriak zidan dari lantai atas terdengar cukup nyaring.


Andhika berlari masuk karena mendengar teriakan zidan.


"Kenapa zidan teriak?! Ada apa?!!"


"Tidak apa apa andhika, itu hanya suara zidan yang dibangunkan marsha" jawab kak kamiya dengan santai nya.


"Yah itu benar.. Tidak perlu khawatir" ucap vika singkat.


"Apa sudah selesai mengecek kendaraan kita? Apa ada yang rusak?" tanya ku dengan menoleh ke andhika.


"Hanya bodi kendaraan kita yang lecet, untuk mesin nya tidak apa apa" timpal andhika yang mengusap keringat di dahi nya dengan lengan kanan nya.


Sfx:tap..tap..tap..tap..


Suara langkah kaki zidan dan marsha yang turun dari tangga, terlihat wajah zidan yang meringis kesakitan dan memegangi punggung nya. Seperti nya marsha membangunkan nya dengan sangat lembut.


"Kakak... Tadi ada yang teriak kenapa...ummh~ Hoamh~"


Tiba-tiba sari sudah ada di belakang marsha dengan menguap dan mengucek sebelah mata nya. Terlihat wajah bangun tidur sari yang menggemaskan.


"Eeh.. Sari maaf membuat mu terbangun, kakak zidan itu tadi teriak karena ada kecoak" ucap marsha yang menggendong sari dengan senyuman mata nya.


"Bohong..." timpal zidan dengan datar dan gerutu nya.

__ADS_1


"Bagaimana tidur siang mu, zidan" tanya ku dengan senyum agak mengejek.


"Tch..! Sangat nyenyak sampai marsha mencubit punggung ku dengan kuat.."


Zidan duduk disamping ku sambil menggerutu dan mengelus punggung nya yang sakit tadi. Marsha hanya tersenyum dan kemudian pergi menggendong sari untuk mandi bersama.


"Dimana okta?" tanya andhika yang tidak melihat okta sama sekali.


"Dia masih tidur mungkin di lantai atas" jawab zidan dengan menggaruk rambut


Andhika pun langsung naik ke lantai atas untuk membangunkan okta, andhika sebelum membuka pintu kamar berpas-pasan dengan haqqul yang hendak menuruni tangga ke bawah.


"Hei, andhika. Kita semua harus segera bersiap siap.." ucap haqqul ke andhika sambil menuruni anak tangga.


"Iya baiklah" timpal andhika dan langsung masuk kamar.


Haqqul pun menghampiri kami dan mengatakan untuk segera bersiap, kami pun tidak ingin membuang waktu dan langsung bersiap-siap.


25 menit kemudian....


*Haqqul POV*


12:35 WIB


Sfx:Klek!! Ctakk!! Cklek..!!


Semua sudah bersiap dan hanya tinggal berangkat, namun kami semua harus membuat rencana yang benar-benar matang.


Andhika melemparkan 4 walkie talkie di meja, kemudian 10 peredam suara senjata, lalu mengisi amunisi Ak-47 nya.


"Baiklah akan kujelaskan rencana nya dengan kelvin" ucap kak kamiya yang membuat kami diam dan mendengarkan apa yang akan kak kamiya jelaskan nanti.


"Pertama-tama akan kujelaskan rute perjalanan kita hingga sampai ke sekolah"


"Pertama kita akan masuk melalui jalan di samping rumah kelvin dengan kendaraan kita, jeep akan tetap berada di depan untuk melidungi bus. Sementara itu setelah kita melewati jalan ini, kita akan melihat beberapa rumah sampai nanti kita akan melewati lahan pertanian yang kumaksud" sambung kak kamiya yang menjelaskan.


"Lalu kita sampai perempatan, kita akan pakai jalan lurus. Cukup mengikuti jalan besar itu kita akan sampai ke jalan utama pasar itu"


"Dan juga di pasar akan ada banyak jalan kecil, gang atau semacam nya. Kita tidak perlu melewati jalan-jalan itu, karena kita cukup mengikuti jalan utama nya sampai nanti kita melewati jembatan, dengan belok ke kiri setelah melewati jembatan tersebut, kita akan sampai di belakang gedung sekolah, untuk lewat depan kita cukup berputar saja, bagaimana? Kalian mengerti?" ujar kak kamiya panjang lebar.


Kami semua mengangguk memahami apa yang dimaksud kak kamiya.


Kemudian kelvin membagikan peredam suara untuk senjata kami masing-masing satu peredam satu orang, dan memberikan walkie talkie ke andhika, marsha, aku dan kelvin sendiri.


"Gunakan alat ini dengan baik, kita akan saling berkomunikasi dengan ini" sambil memberikan walkie talkie.


Semua pun sudah siap dan para perempuan juga sudah diajari cara menggunakan pistol mereka, yang terakhir adalah waktu nya berangkat.


Kami semua keluar dengan wajah bersemangat melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan teman kami yang tersisa, karena kami tahu pertempuran yang sesungguh nya telah menanti kami.


Annisa, marsha, vika, okta, sari, kelvin, dan kak kamiya berada di bus. Sementara andhika dan zidan berpasangan mengendarai jeep sebagai team yang hebat sebelum nya.


Kak kamiya dan andhika sudah menghidupkan mesin, aku sedikit berlari ke gerbang dan menusuk beberapa zombie yang menghalangi gerbang, tanpa basa basi gerbang kubuka dengan lebar.


"BERANGKAT!!" perintah kelvin dengan tegas.


Andhika menancapkan gas nya melaju keluar gerbang dan di ikuti bus kak kamiya, kedua kendaraan itu langsung melaju mengikuti rute arahan yang di berikan kelvin.


Sementara itu aku berlari ke garasi menumpangi sebuah motocross milik keluarga kelvin.


Dengan cepat kunyalakan mesin motor nya dan menyusul mereka semua.


Sfx:Ngguuuuuungggg....!!! Ngeeeeengg!!!


Suara motocross yang melaju kencang, tangan kanan menyetir dan tangan kiri ku mengambil kriss V di punggung.


Dengan melajukan motocross dan menembaki zombie yang menghalangi, sambil menghindari mayat-mayat zombie yang menghalangi jalan.


Sfx:Pheeew..!! Phew!! Pheww!! Aaaarrggghh....!!! Grrooooaaggh!!! Ngeeeeeenggg!!!


Tembakan kriss V yang di beri peredam suara, dan motocross terus melaju dan akhir nya berhasil mengikuti di belakang bus TK.


Terlihat annisa yang melihat dari kaca belakang bus, aku tersenyum kepada nya dan annisa pun tersenyum lega karena sudah tidak khawatir lagi, lalu kembali duduk.

__ADS_1


Terlihat kanan kiri adalah lahan pertanian dan para zombie yang sudah siap menerjang dari arah kanan dan kiri. Namun, anak perempuan dan kelvin terus menembaki para zombie itu dari jendela bus. Mereka melakukan nya agar tidak menghalangi laju nya bus, sementara zidan masih menggila dengan senjata mesin berat nya bersama sopir jeep nya andhika.


Sfx:Brrruuummm!! Dor!! Dor!! Dor!! Dor!! Dor!! Dor!! Dor!! Dor!! AAAAARRRGGGHHH!!! GGRHH!!!


"Ini sangat menyenangkan!!" ucap zidan yang bersemangat sambil terus menembakkan senjata nya ke arah depan dan samping kanan kiri.


"Hehehe..! Seperti nya kau sangat menikmati nya!!" kata andhika dengan wajah sinis nya mengendarai jeep dengan cepat dan hati-hati.


"Mereka terlalu menikmati nya, kelvin" ucap kak kamiya yang menyetir dengan tersenyum ramah melihat kedua orang yang ada di jeep itu.


Sfx:Phew..Phew..Pheew!!!


"Yah itu benar, kak kamiya. Tapi dengan begitu jalur ke depan jadi lebih mudah kan" jawab kelvin dengan menembak zombie yang di tidak terkena tembakan senjata mesin berat zidan.


"Kelvin! Biar aku urus samping dan belakang, para perempuan sudah tidak kuat menembak!" teriak ke kelvin dari atas motocross yang aku kemudikan.


Aku sekilas melihat para perempuan wajah nya terlihat pucat dan mual, mungkin karena belum terbiasa membunuh dan melihat organ tubuh yang muncrat keluar.


Dengan sigap aku melajukan motocross ke samping kanan sejajar dengan bus TK, lalu dengan cepat menembaki beberapa zombie yang terlewat dari tembakan zidan yang meleset dengan tangan kiri.


Setelah itu aku melambatkan laju motocross lalu menjajarkan nya di samping kiri bus TK. Melepas kemudi setir nya dan menjaga keseimbangan motocross agar tidak jatuh, motocross perlahan-lahan mulai melambat. Dengan cepat isi kembali Kriss V ku dengan amunisi di pinggang, tanpa basa-basi lagi, kupegang setir dengan tangan kanan dan melajukan nya lagi sejajar dengan bus TK, lalu menembaki beberapa zombie yang ada di samping kiri.


Sfx:phew!!phew!!phew!!


"Target end..." ucap ku dengan datar lalu menyarungkan kriss V ke punggung dan melajukan motocross di belakang bus TK.


Tiba-tiba....


Sfx:KREKKK!! KRAAAAKK!! BRUKK!! BRRRUUUMMM!!!! CIIIITTTTT!!!! CIIIIIITT!!! AAARRGGGHH!!! GGGRRRHHHGGG!!!! GRROOOAAGGHH!!!


Dua pohon besar tumbang dan menghalangi jalan yang akan kami lewati, sontak semua kaget. Andhika langsung mengerem jeep nya agar tidak menabrak pohon yang tumbang itu, begitu pun kak kamiya yang langsung mengerem bus TK nya dengan mendadak. Aku menghindari tabrakan dengan bagian belakang bus TK dengan mengarahkan nya ke samping kiri bus TK dan berhenti tepat di samping pintu bus.


Kami terjebak di lahan pertanian ini, dengan para zombie yang sudah mengelilingi kami bersiap untuk memangsa.


"Bagaimana ini, kelvin?! Kita terjebak!" kata zidan yang terus menembaki zombie yang mendekat di jeep nya, andhika juga membantu menembaki zombie yang mendekat.


"Kita akan pakai ini!!" teriak kelvin yang menggenggam sesuatu seperti dinamit.


"Baiklah kalau begitu!! Ayo kita habisi makhluk menjijikkan ini!!!" ujar zidan yang membuat semua bersiap pada posisi menembak.


Semua tampak bersemangat dan berjuang, aku berpikir sesaat dalam hati ku...


Ini kah yang nama nya semangat kebersamaan...


Sekilas aku menatap wajah annisa yang menyiratkan sebuah senyuman manis di bibir nya.


"Kita akan berjuang bersama..."


Sebuah kata yang terlontar dari mulut anisa kepada ku membuat ku semakin percaya...


Bahwa melindungi teman-teman yang berharga, berjuang bersama adalah sesuatu yang menyenangkan...


Aku turun dari motocross dan menarik dua katana dari pinggang ku dengan perlahan...


Sfx:Siiiiiiingg..... Siiingg....


Dengan wajah dingin dan nada datar.


"Mari mulai pertempuran nya...."


To Be Continued.....


Hay para readers setia, selamat menikmati membaca


chapter yang telah di up.


Jangan lupa vote, comment, kritik dan saran nya ya, sebagai dukungan kalian


semua para readers~!


Karena readers yang baik adalah readers yang meninggalkan jejak dikolom


komentar maupun vote, wkwkwk~

__ADS_1


Selamat membaca


Salam Author


__ADS_2