
Terlahir dari keluarga yang bergelimang harta membuat Ryndo acap kali bersikap sesukanya , keinginan nya selalu di penuhi oleh orang tua nya.
Hanya satu hal yang tidak pernah iya rasakan kehangatan keluarga.
Ryndo kecil selalu menangis merindukan orang tua nya ,hanya ada Madam Iren yang selalu ada di samping nya menghapus air mata nya dan menjadi pelampiasan luapan amarah nya.
Ryndo hampir tidak pernah bertemu orang tau nya, bahkan dalam hitungan tahun iya bisa bertemu kedua orang tua nya dua sampai tiga kali saja.
Setiap kali iya protes suara nya tidak pernah di perduli kan , setiap kali iya mencoba menelpon orang tua nya selalu mematikan dan mereka menelpon kembali ketika iya sudah lelap tertidur.
Hingga pada satu titik iya sudah terbiasa , sudah tidak ada lagi Ryndo kecil yang cengeng. Iya sudah terbiasa hingga sudah terlatih untuk mampu menaggulangi perasaan kesepian dan perasaan rindu pada orang tua nya.
Perusahaan Warisan keluarga itu sangat berkembang pesat di tangan Gunawan.
Bisnis itupun sudah mengepakkan sayap nya di berbagai Negara, itulah sebab nya tak peduli akhir pekan , tak peduli libur tahun baru. Mereka tetap bekerja mengurus bisnis nya. Gunawan Hendarto dan Tania Hendarto istri nya, bisa pergi ke tiga negara setiap hari nya untuk keperluan bisnis.
Ryndo duduk di meja makan yang besar bernuansa gold seorang diri. Kerap kali iya merasa iri pada mereka yang bahkan bisa bercanda dan tertawa bersama kedua orang tua nya setiap hari.
Mungkin mereka sudah lupa , kalau mereka memiliki seorang anak. " Ryndo tersenyum menyeringai menatap keadaan sekitar. seperti biasa hanya ada beberapa pelayan yang menunggunya selesai makan.
__ADS_1
Ryndo menyelesaikan sarapan nya dan kembali kedalam kamar nya.
Sejak kehadiran Arinka iya sedikit merasa kan secuil kebahagian. Gadis yang sudah iya kenal sejak SMP itu memang gadis yang baik dan periang , sudah lama iya memendam perasaan nya pada Arinka.
Makin dewasa Arinka tumbuh menjadi gadis yang cantik, dan baik hati. Perasaan takut Arinka akan menyukai laki - laki lain benar - benar menghantui nya akhir - akhir ini.
Derttttttt... Ponsel nya bergetar iya melirik ponsel nya.
Mama .... Ryndo mengangkat kedua alis nya merasa tidak percaya.
" Sayang ....!!! kau sudah bangun. pertanyaan itu sukses membuat Ryndo tercengang, Iya diam.
" *sayang... !! kau masih di sana .."
" *Mama sama Papa akan pulang besok ???"
" Biasanya juga tidak memberi kabarkan ..!! "
" Kita akan Dinner di Hotel Pura besok malam , persiapkan diri mu . Jam Tujuh malam kita berjumpa di sana***. "
__ADS_1
Telpon terputus,
" Apa kalian tidak pernah menganggap ku ada , bahkan sekedar bertanya kabar pun tidak pernah "
Ryndo melempar gelas yang berada di samping nya.
" Kalian anggap apa aku ....?????? "
" Araghhhhttttt..... Mama.... Papa... " teriaknya begitu kerasa meskipun hati nya begitu sakit namun tidak ada air mata keluar dari sudut mata nya.
tok ... tok... tok...
Ryndo melihat arah pintu nya , Ryndo yakin itu madam Iren , iya membiarkan saja.
Madam Iren, membuka pintu kamar itu seakan sudah mengerti dan paham sifat Ryndo iya tak perlu ijin dari Tuan Muda nya itu ketika dalam suasana seperti ini.
" Apa kah Tuan muda akan pergi hari ini ..?? "
" Tidak ...!!! Acara apa besok malam ..?? , sehingga orang tua ku memerlukan kehadiran ku besok .
__ADS_1
Happy Reading
*** Ini epsd ke 11 yang aku rombak dan aku akan mengubah 1000 kata per epsd di epsd ke 14.