
Setelah kepergian Tuan Albert beserta keluarga , Ryndo juga bersiap ingin keluar dari Ruangan tersebut.
" Tunggu Ryndo " Gunawan menahan tangan Ryndo yang sudah ingin beranjak dari tempat duduk nya. " Papa ingin bicara pada mu .?? "
" Aku ngantuk pah , besok aku harus pergi sekolah ! "
" Sebentar saja sayang " Tania menatap lekat sorot indah mata putra kecil nya yang telah beranjak dewasa itu.
Gunawan menatap Ryndo dengan tatapan memohon.
" Papa dan mama esok berangkat lagi ke Turki "
Ryndo terdiam sejenak " Lalu aku harus mengikuti kalian kemana ?? "
" Ayok ikuti papah ..''
******
__ADS_1
Ryndo sok dan begitu terkejut , mendengar apa yang di sampaikan oleh orang tua nya.
Papa nya mengidap Penyakit Jantung Koroner.
" Papa mohon padamu untuk belajar menghandle perusahaan dari sekarang, ikut papa belajar ke Prancis dan belajar menjalankan bisnis di sana kamu bisa ambil jurusan MBA dan kuliah di sana "
" Papa aku tidak mau , aku ingin sekolah dan tumbuh dengan sewajarnya menikmati masa Remaja ku . "
" Selama ini papa sibuk kerja banting tulang hingga tidak punya waktu untuk bertemu dan menemani mu, itu semua papa lakukan demi keberlangsungan hidup semua orang " Gunawan menarik nafas nya ada pancaran bening di mata nya " Kau tau nak , ada banyak orang yang bergantung di pundak papa bukan hanya puluhan tapi Ribuan orang yang menggantungkan nasif nya di tangan papa, apa kau tega melihat seorang ayah yang tidak bisa bekerja lagi karena perusaan kita sudah tidak memiliki penerus nya , kita mungkin masih bisa hidup layak dan mewah dengan harta yang papa kumpulkan bahkan untuk tujuh turunan mendatang , tapi mereka , mereka menggantungkan hidup nya di perusahan ini menghidupi keluarga nya , membiayai anak nya sekolah , dan untuk melukis senyum indah di wajah keluarga nya.
Gunawan mendekat dan menepuk kedua bahu putra nya " Di bahu ini ada jutaan senyum yang harus kau pertahankan "
" Papa tidak bermaksud untuk merebut masa Remaja mu , waktu nya telah tiba. Bukan papa yang mau. "
" Pah ,kenapa Prancis ?? kenapa tidak disini saja..!!! "
" Prancis mempunyai Universitas MBA terbaik , di sana juga papa telah menemukan dokter untuk memantau kesehatan papa sejak awal , dan ibu mu bisa mengurus butiknya di sana mengepak sayap nya di dunia Fashion. "
__ADS_1
" Apa kita tidak akan kembali ke Indonesia ? " tanya Ryndo.
" Kita akan pulang pergi Indonesia, jika perusahaan membutuhkan kita, tapi hanya untuk beberapa hari. "
Ryndo menghela nafas nya , Berat bagi nya terlebih ketika iya harus terpisah dengan Arinka.
" Jangan pikirkan yang lain Ryndo , Papa akan daftar kan kau kelas Aklerasi di tahun ini ."
" Nak, " Tania mendekat " Ibu percaya padamu , untuk saat ini berkorbanlah dulu. "
Tania memeluk putra nya , iya yang paling merasa bersalah. Sejak Ryndo kecil hingga sekarang mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga sekarang iya harus menyakiti anak nya lagi dengan merebut paksa masa remaja Ryndo.
" Aku tahu Raga mu kuat nak , kau sanggup menanggung tanggung jawab ini. Maafkan mama dan papa..!! "
" Persiapkan diri mu Ryndo. Jaga diri mu, papa dan mama pergi dulu ..!!! "
Di dalam kamar Ryndo terduduk lemas tak berdaya , ingin sekali iya berontak pada orang tua nya. Namun perkataan Ayah nya tidak bisa iya anggap sebagain Agin lalu.
__ADS_1
Happy Reading