
Mereka masuk kedalam kelas, pemandangan yang sama di setiap hari nya. Banyak nya coklat, bunga , dan surat cinta yang bertaburan di Meja belajar mereka.
" Hem, sampai kapan aku berhenti untuk memunguti ini semua dari meja - meja kalian , hufff ... " Arin lah orang yang sering mengumpulkan nya, karena iya merasa kasian jika harus membuang nya.
" Aku kan sudah bilang, buang aja ... " Ryndo masih merasa kesal pada temannya ini.
" Seperti nya ada yang masih kesal " Bimo
" Kau ini Bimo , seperti tidak tau Ryndo saja. Aku pastikan gadis itu hanya aman hari ini " Bimo dan Haikal tertawa.
" Dia wanita yang cantik, Berhati hatilah kau bisa jatuh cinta pada nya .." Fawwas
Arin sedari tadi memungut satu satu hadiah dari fans Genkfive, kadang iya iseng dan sesekali membuka isi surat dari para fans.
memungut hadiah para fans. Adalah Pekerjaan yang sudah iya lakukan dari SMP
" Sialan ... " Ryndo melemparkan salah satu coklat dari para fans ke arah Fawwas yang terlihat tersenyum penuh ejekan kerah nya.
" Kenapa tidak kau saja, yang menjadikan nya pacar ..? "
__ADS_1
Coklat itu di tangkap dengan sempurna oleh Fawwas di buka, lalu di makan nya seraya menggoda Ryndo, " Akan ku lakukan jika kau membayar nya ...??? " ucap nya penuh tantangan.
" Seperti nya gadis itu akan terikat dengan permainan Genkfive, " Bimo
" Aku tidak suka ya , jangan lakukan. Kalian ini mempermainkan hati perempuan itu lebih menyakitkan, ketimbang menyakiti fisik mereka "
Mereka semua terdiam " Kau .. " tunjuk Arin pada Haikal " cukup kau disini yang suka mempermainkan wanita , jangan ada Haikal baru lagi " Arin melirik semua teman teman nya.
" Came on Arinka , kita sudah Remaja sekarang , Pacaran itu bukan hal yang asing sekarang. " Haikal .
" Aku tidak melarang kalian mempunyai pacar, aku hanya tidak suka kalian menyakiti hati mereka, itu saja "
" Udah - udah ... " Bimo mulai menengahi mereka seperti biasa nya.
Mereka duduk di pojok dinding kelas. kiri Arin Ryndo, belakang Arin itu Bimo , samping Bimo Haikal dan belakang Bimo itu Fawwas.
Posisi itu tidak pernah berubah sejak mereka berteman.
" Princes , Udah dong jangan ngambek .. " Haikal memegang tangan Arin.
__ADS_1
Ini adalah hal yang paling berat bagi Ryndo, melihat Arin di sentuh laki - laki lain meskipun hanya teman nya dan tidak ada yang bisa di lakukan oleh Ryndo.
Kenapa brengsek ini harus memegang tangannya sih, Dasar Playboy kurap.
" Arin ... " bujuk Haikal.
" Oke ... oke ... gak akan lagi " Haikal mengikat tangan menyerah pada Arin .
" Serius ya ... awas kalau aku dengar kalian mempermainkan perempuan lagi, aku cuman sedih. Bagaimana kalau aku di permainkan laki - laki di sakiti nya, di buang begitu saja seperti wanita yang kalian sakiti itu. apa kalian bisa terima ... ?? "
" Kau tidak sama Arin , kau tidak serendah itu." ucap Bimo
" Iya Rin , tidak akan ada yang berani menyakiti mu ..!!! " tegas Haikal.
" Akan ku pastikan laki - laki itu lenyap dari muka bumi ini .." Haikal benar benar terbawa suasana iya benar - benar tidak bisa membayangkan hal itu terjadi pada Arin.
Ryndo dan Fawwas hanya melihat itu dan tidak berkata - kata apapun.
Happy Reading.
__ADS_1
** ini eps ke 2 yang sudah aku Rombak
** untuk cover nya masih belum aku ubah