" GengFive "

" GengFive "
Mengajak Pulang


__ADS_3

Setelah beberapa saat menenangkan diri di kamar hotel , Ryndo kembali ke rumah nya.


Madam Iren menyambut kepulangan Tuan muda nya.


Dengan langkah penuh beban dan muka lelah nya. iya berjalan berdampingan dengan Madam iren , seakan telah memahami situasi ini Madam iren mengantarkan Ryndo sampai pada depan kamar nya.


" Madam , untuk saat ini dan besok aku tidak ingin di ganggu baik itu kamu ataupun teman - teman ku. Bisa kan "


" Baik Tuan Muda "


Semalam suntuk iya memikirkan hal yang bisa membuat nya terlepas dari tanggung jawab nya , lagi - lagi iya membayangkan gambaran keluarga kecil yang tertawa dan tersenyum menari - nari indah dalam pikirannya.


" Arghttt... Kenapa harus sekarang !! "


Ryndo akhirnya terlelap dengan tumpukan beban yang menjanggal dalam hati nya.


***


Pagi hari yang indah sinar mentari yang tampak cerah namun tidak terasa membakar kulit memberikan kenyamanan untuk Makhluk di Bumi.


Ada yang berbeda pada Gengfive Personil Primadona sejuta umat kaum hawa nampak tidak menujukkan batang hidung nya. Menjadi topik hangat seisi sekolah pagi ini ketika mereka tidak melihat sang pujaan berjalan di koridor sekolah pagi ini.


" Apa kau mendapatkan kabar tentang Ryndo ..? " Tanya Fawwas pada Arin.


Arin hanya mengangkat bahu nya , memberi jawaban bahwa iya pun tidak mengetahui nya.

__ADS_1


" Apa dia sakit ...?? " Bimo mengambil spekulasi sendiri tanpa dasar.


" Mungkin , kita tanyakan pada Madam Iren nanti ...?? " Haikal


" Benar " Bimo.


Meski Arin nampak begitu tenang duduk di bangku nya , hati nya sama gelisah nya dengan teman - teman nya. Ada perasaan gelisah takut bercampur kekhawatiran di dalam hati nya lebih dari sekedar teman.


Fawwas sesekali menangkap kegelisahan dari mata Arin.


"Apa kamu tidak mau menelpon Ryndo ...?? " tanya Fawwas yang sedikit merasa sakit melihat kegelisahan yang di tunjuk kan Arin.


" Sudah , gak dianggkat. Chat ku juga gak di balas ..!! " jawab Arin dengan muka muka yang putus asa.


Kehidupan sekolah berjalan dengan semestinya, Masuk belajar istirahat Belajar dan pulang.


" Madam Apa Rydo sakit ...?? " Bimo langsung menodong Madam Iren yang menyambut mereka ketika di depan pintu rumah Ryndo.


" Tidak ..." jawab Madam Iren.


" Lantas kemana dia sekarang ?? " Haikal meminta penjelasan lebih.


" Tuan Muda sedang tidak ingin di ganggu !! "


" Dimana dia ..??? " Tanya Fawwas yang sudah mulai kesal.

__ADS_1


" Maaf Tuan Fawwas saya tidak bisa memberitahukan nya ...!! " Madam Iren membungkuk kan tubuh nya dengan sopan di depan Fawwas.


Arin merasa kecewa, iya sudah berharap mendapat jawaban dari Madam iren nyata nya wanita ini malah menutup nutupi nya.


" Apa dia baik baik saja Madam ?? " Arin begitu khawatir di buat nya.


" Tuan Muda baik - baik saja !! "


Meski kesal dan kecewa mereka tetap mengikuti Les dengan semestinya meskipun tanpa kehadiran Ryndo.


Seperti biasa saat senja telah menampakkan sinar ke emasan nya mereka selesai melakukan Rutinitas yang telah menjadi kewajiban mereka.


Fawwas mengantarkan Arin pulang kesempatan yang jarang sekali bisa iya lakukan jika Ryndo ada.


" Kau mau langsung pulang ..?? "


" Emm , mampir ke toko buku sebentar bisa ...?? "


" Tidak masalah " Fawwas tersenyum.


Mereka telah berada di toko buku , bagai sepasang kekasih mereka tidak membantengi kedekatan mereka yang berjalan secara alami tanpa mereka sadari.


Arin meminta saran pada Fawwas mengenai buku yang iya ingin di beli .


" Bagaimana ini ...?? terlihat baik kan ...?? tanya Arin .

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2