
Arin dan Ryndo bergabung dengan Haikal, Bima dan Fawwas di meja makan. Mereka makan siang.
Lagi lagi Arin memilih duduk di samping Fawwas, dan itu membuat raut wajah Ryndo berubah seketika.
Arin menghindar dari Ryndo , iya sekarang merasa canggung jika dekat dengan Ryndo, dan karena itu lah sekarang iya lebih memilih duduk di samping Fawwas.
Ryndo beranjak dari meja makan, iya benar benar merasa kesal dengan Arin.
" Mau kemana ...? " tanya Bimo yang merasa aneh dengan sikap sahabat nya itu.
Ryndo berjalan mengabaikan pertanyaan teman nya. Tatapan Bimo tertuju pada Arin.
Mereka saling menatap satu sama lain , merasa kebingungan dengan sikap Ryndo. Bimo dan Haikal melihat Arin secara bersamaan.
" Aku gak tau ...!!! " Arin mengkat bahu nya bersama.
" Bukan kah kau yang terakhir bersamanya ??" Haikal.
Hanya Fawwas yang mengerti mengapa Ryndo bersikap seperti itu sekarang. Fawwas tau Ryndo sedang cemburu pada diri nya.
" Aku gak tau .. !!! " Arin asik menguyah makanan nya seakan tidak peduli dengan sikap Ryndo.
" Kalian bertengkar apa sekarang ..!!! " Bimo menarik kesimpulan sendiri.
Fawwas hanya diam, iya enggan menanggapi mereka.
__ADS_1
" Aku tidak bertengkar !!! "
" Terus kenapa dia ...?? " Haikal
" Tanyakan sendiri pada nya... ? " Arin begitu kesal semangat makan nya tiba - tiba hilang entah kerena tuduhan Haikal dan Bimo atau karena iya merasa bersalah pada Ryndo, perasaan ini begitu sulit iya artikan.
Arin tumbuh besar bersama dengan mereka, dari mereka berempat Ryndo lah yang sering sekali menjahili nya dan membuat nya marah dan menangis.
Sedang bersama Fawwas , sifat Fawwas yang begitu dewasa membuat Arin merasa nyaman ketika bersama laki - laki itu , saat iya sedang bertengkar dengan Ryndo, fawwas lah yang akan jadi tempat pelampiasan unek - unek nya.
"Bukkkkkk"
Mereka saling bertatapan tidak ada yang bersuara satu dengan yang lain.
Jika Ryndo sudah bersikap seperti itu tidak akan ada yang berani mendekat dengan nya.
****
Ryndo membanting gagang pintu kamar nya dengan tenaga penuh hingga menghasilkan suara yang begitu keras dan bisa di dengar siapapun yang ada di lantai tiga ini.
" Araghhhhhttttt... Sudah aku peringatkan jangan dekat dengan laki - laki lain , sekarang bahkan dia melakukan itu di hadapan ku, jadi peringatan ku itu kau abaikan Arinka ...????"
" Apa aku harus mengatakan dengan terang terangan pada nya , perasaan ku ..?? bahkan sekalipun kau tidak menyukai ku aku akan memaksa mu berada di sampingku Arinka ...!!! "
***
__ADS_1
Les Bahasa Mandarin kali ini tanpa di ikuti dengan Ryndo , tidak akan ada yang berani mengetuk pintu nya semua orang masing masing menyelamatkan diri dari amukan kemarahan tuan muda nya.
Selama dua tiga jam Les berlangsung.
Bimo, Haikal, Arin dan Fawwas ingin pulang bersama meraka masuk ke dalam Lift, ketika pintu Lift hendak tertutup.
" Tunggu ...!!! "
Bimo langsung menahan pintu Lift dengan tangannya. Pintu kembali terbuka.
" Madam Iren , Ada apa ...??? " tanya Haikal
" Aku ada perlu dengan Arin, ada yang harus aku bicarakan berdua dengan nya ..!! "
" Tentang apa Madam ...??? " tanya penuh penasaran karena selam ini bahkan iya tidak pernah punya urusan dengan Madam Iren.
" Ikutlah , nanti akan saya jelaskan Nona ..? "
Tangan Fawwas memegang tangan Arin yang akan keluar mendekat dengan Madam Iren.
" Aku ikut ...?? "
" Maaf , aku hanya perlu berdua dengan Nona Arin, Tuan muda Fawwas . Kalian pulang lah. Nona muda Arin akan di antar kan oleh supir rumah nanti " Ucapan nya penuh penegasan , membuat Bimo, Haikal mengangguk patuh.
Happy Reading 💜
__ADS_1
** Eps 7 , yang sudah aku rombak