
Fawwas , Haikal dan Bimo sudah berkumpul di Cafe fawwas.
" Kau kenapa Haikal , seperti nya kau punya masalah...?? " Bimo menatap sahabat nya yang masih mengisap Rokok nya.
" Orang Tua ku , Baisa perselingkuhan ...!!! "
Haikal bercerita pada mereka , tentang masalah keluarga nya.
Bimo dan Fawwas hanya mendengarkan Haikal bercerita sesekali mereka mencoba menguatkan Haikal.
" Emmm , sudah lah Kal " Ucap Fawwas " Mereka tau yang terbaik untuk hubungan mereka, kalau kau memaksakan mereka terus bersama. Ibu mu adalah korban yang sangat tersakiti. "
" Benar Kal ," Bimo setuju dengan apa yang di katakan Fawwas. " Dewasa lah dalam menyikapi ini ."
Haikal merasa sedikit tenang, setidak nya sesak di dalam hati nya terasa berkurang.
Sebuah Mobil Lamborgini berhenti di halaman Cafe tersebut , dengan Celana Jins hitam dan kaos putih , lengkap dengan kaca mata hitam yang bertenjeng di wajah nya. Ryndo sukses membuat nya perhatian Gadis - gadis pengunjung Cafe terpesona pada nya, ada yang berteriak histeris ada yang menjatuhkan sendok nya.
Ryndo berjalan tanpa memperdulikan mereka, iya menghampiri teman - teman nya yang sudah berkumpul di sudut Cafe.
" Kau kenapa ...??? " tanya pada Haikal yang terlihat begitu berantakan.
" Masalah orang tua nya " jawab Bimo
__ADS_1
Ryndo duduk , memesan chocholate drink.
Mereka berbicara banyak hal tentang sekolah dan lain hal.
" Apa Arin ikut sore ini ...?? " Tanya Bimo.
" Aku akan menjemput nya ...!! " Jawab Ryndo
" Kita berkumpul di Lapangan Basket ya .." Haikal memberikan sarannya.
Fawwas hanya mengangguk kan kepala.
*****
Angin bertiup menggoyangkan rambut hitam itu, dedaunan mulai berjatuhan meninggal kan ranting nya , sesekali jatuh tepat di rambut Arin dan membuat nya tersenyum.
Bola basket itu menjadi pusat perhatian di Lapangan, di pantul kan untuk di lempar dengan tempat hingga masuk Ring. Nafas mereka menderu , keringat bercucuran membasahi tubuh mereka.
Fawwas berjalan menepi dari Lapangan basket, bermaksud untuk mengambil botol minum yang berada tidak jauh dari Arin.
Fawwas duduk mencoba mengatur nafas nya yang menderu , Arin mengambil botol minum dan menyerahkan nya tepat di depan wajah Fawwas. Fawwas menatap kelat botol minum yang masih mengembang di Udara.
Arin menggerakkan botol minum " Ambillah ....!! " Fawwas menggambil botol minum dengan seulas senyum indah " Terimakasih ... "
__ADS_1
" Emm, "
Sorot mata tajam penuh amarah menyaksikan mereka berdua, Rydo berjalan keluar menuju lapangan, duduk di samping Arin dan mengambil botol minum wanita itu dengan paksa meneguk dan menghabiskan air nya tanpa perasaan bersalah.
Arin hanya memperhatikan Ryndo meneguk Air dari botol minum nya , Bimo dan Haikal juga ikut duduk bersantai di sana, senyum kecil Fawwas tertangkap oleh bola mata Ryndo , Semakin membuat nya kesal.
Ryndo meletakkan botol minum itu dengan keras. Arin mengambil botol nya.
" Mau lagi ...? "
" Gak usah "
Fawwas tersenyum " Rin pulang sama aku ya ..? "
Ryndo mengangkat kedua alis nya , kedua mata nya membidik melihat mata Arin dan menunggu jawaban dari gadis itu.
Arin melihat tatapan Ryndo, membuat nya bergidik ketakutan.
" Gak usah, aku pulang sendiri aja "
Fawwas tersenyum menyeringai.
Happy Reading .
__ADS_1
Aku putusin untuk 500 aja ya 😂 biar bisa konsisten per epsd nya.