" GengFive "

" GengFive "
Kekecewaan Haikal


__ADS_3

Setelah melakukan intimidasi pada lawannya , Fawwas kembali ke Rumah sakit tempat Haikal di rawat , iya membuka gagang pintu itu melihat teman nya sudah tertidur kembali di sofa, mata nya melirik kearah bed pasien.


Haikal membuka mata nya menerawang pada langit - langit kamar nya.


" Haikal ...kau sudah sadar , kau perlu sesuatu ?? " tanya Fawwas dengan muka yang terlihat kusut dan berantakan.


" Orang Tua ku !!! " Haikal bertanya pertanyaan yang sudah bisa iya tebak sendiri untuk jawaban nya.


" Kau tau sendiri jika mereka sibukkan " Fawwas enggan menanggapi pertanyaan yang terlontar dari bibir Haikal iya tau itu hanya akan membuat sahabat nya itu kecewa.


" heh, " Haikal menarik salah satu sudut bibir nya kemudian memiringkan tubuh nya membelakangi Fawwas , Ada cairan bening yang tidak bisa iya kontrol keluar dari sudut mata nya." Ya mereka sudah lupa kalau memiliki anak seperti ku , sungguh tragis !! "


" Sudah lah .. tidurlah kau perlu sehat dan kuat untuk membuktikan hidup mu akan baik baik saja ke depan nya , pada semua orang yang telah membuat mu dalam keadaan seperti ini . " Fawwas tau apa yang di rasakan Haikal.


Haikal merasa kecewa, pertanyaan konyol pada Fawwas itu ternyata berdampak sangat besar untuk hati nya.


***


Di rumah Kenzo merasa cemas membayangkan kemarahan Fawwas pada nya tentu membuat nya ketakutan iya tau laki laki itu tidak akan membuat nya lolos begitu mudah.


Matahari telah terbit , kedua mata Kenzo masih terbuka lebar tidak ada rasa kantuk meskipun hampir semalam iya tidak tidur.


Dering telpon genggam nya membuat nya tercengat,


" Apa masalah mu dengan Cucu Wijayanto ...??? "


" Aku ... aku hanya main main Pah dengannya ..!! " Ucap Kenzo dengan santai nya meski iya tau masalah yang di hadapi Papah nya bukan main main.


Mendengar jawaban yang membuat nya merasa di permainkan Amarah yang sekarang menyergap nya sudah tidak bisa Leo tahan lagi pada anak kedua nya itu " Main - main kau bilang membuat Papah kandung mu miskin , kau anggap main - main " Leo mematikan ponsel milik nya.


" Miskin ??? Bagiamana bisa ...??? " Iya merasa panik " Tidak mungkin ayah bisa jatuh miskin seketika melihat dari banyak nya aset yang di miliki nya ?? apa semudah itu bagi Fawwas melakukannya !!! tentu tidak kan ..? "


Kenzo terus berupaya menyingkirkan kemungkinan buruk yang berkeliaran di pikirannya.


Tak selang berapa lama.

__ADS_1


Brukkk ... Pintu di buka dengan kasar terlihat laki laki yang disebut Kenzo ayah itu sedang berdiri dengan tegap dan muka penuh kemarahan. Dengan stelan jas dan dasi yang terlihat tak beraturan lagi. Membuat Kenzo merasa ketakutan.


Plakkkk .. Tamparan keras dari jari jemari Leo , nampak membuat Kenzo kaget dan membulat kan mata nya penuh tidak percaya pada sikap Papa nya.


" Papah " Mata mereka saling terpaut, selama ini mau sesering apapun dia melakukan kesalahan papa nya tidak pernah memarahi nya apalagi menampar seperti sekarang ini.


" Pergilah ikut dengan ibu mu !"


" Papa tau kan kalau aku benci sekali dengannya , kenapa malah menyuruh ku untuk bersama nya " Kenzo menatap dengan kesal.


" Setidaknya dengannya kau tidak jatuh miskin , aku akan menjual semua aset termasuk rumah ini untuk menormalkan keuangan perusahan lagi , Wijayanto telah mencabut Kerjasama dengan Perusahaan Papa dan beberapa perusahaan yang lain juga ikut membatalkan kontrak nya. Aku akan membeli kan tiket untuk mu dan sebelum pergi minta maaf lah pada Cucu Wijayanto. "


" Heh , aku tidak akan Sudi Pah ..!! Jawab nya penuh dengan keangkuhan.


" Kalau begitu bersiaplah untuk tinggal bersama dengan ibu mu dan papa tiri mu selama nya. "


Leo meninggalkan kamar anak nya untuk kembali ke perusahan.


****


" Haikal makan lah sedikit saja ...!! " Arin mencoba membujuk sahabat nya itu yang sedari tadi membelakangi nya.


" Kal, Ayolah ...!!! "Bujuk Bimo .


" Keluarlah kalian aku ingin sendiri , tinggalkan aku. Aku bisa makan sendiri ..!! "


Arin , Fawwas dan Bimo saling melempar tatapan mata. Pada akhirnya mereka keluar meninggalkan Haikal yang tidak merubah posisi nya meskipun pintu itu sudah tertutup rapat.


" Pulang lah Rin , kau pasti lelah kan biar aku sama Bimo yang disini !! " Ucap Fawwas


" Iya pulang lah dulu Rin , setalah kau merapikan diri balik lagi kesini , Kau terlihat jelek dan bau " Bimo tersenyum dan memencet hidung nya membuat Arin semakin kesal .


" Emm, yasudah aku pergi dulu. Nanti aku akan kembali lagi kesini, Bye ...!! "


Setelah di rasa tubuh Arinka sudah beranjak menjauh dari mereka. Bimo mengajak Fawwas untuk pergi ke kantin karena perut mereka sudah mulai berontak menagih hak nya.

__ADS_1


***


Haikal menangis dalam ruangan itu ketika iya benar - benar memastikan teman - teman nya telah pergi keluar dari kamar nya.


Kenapa gak sekalian mati aja... !!! Tidak ada yang peduli kan denganku.


Sudah sekitar dua hari yang lalu iya rutin ikut perkumpulan geng motor nya Riding atau sekedar nongkrong dengan minuman beralkohol dan dengan sebatang rokok yang tidak pernah terlepas dari nya dua hari belakangan.


Pikiran kalut tentang perceraian orang tua nya pada akhirnya membuat nya berpikir di luar kendali nya dan menerima duel motor dari Kenzo.


Kz.Tor adalah Geng motor di bawah kepimpinan Kenzo , terkenal licik dan suka main kasar melekat pada Geng tersebut.


Haikal bersiap , banyak teman yang menyarankan pada nya untuk tidak melanjutkan Duel ini. Namun karena begitu banyak beban hidup nya iya tidak memperdulikan kekhawatiran teman - teman nya.


Iya kembali mengingat kejadian Naas yang menimpa nya.


Mereka bersiap di Area jalan yang gelap dan dengan teriak Sorai - sorai pendukungnya membuat hiburan tersendiri saat situasi hati nya sedang kalut.


Gadis cantik itu memberi aba - aba dengan sebuah mendera di tangan kanan nya.


Siapppppp mulai...


Di putar nya pedal Gas motor itu dengan begitu kencang.


Haikal masih memimpin di posisi awal Namun kendaraan nya tiba - tiba oleng diliiukan tajam. Tubuh nya terguling guling menyeret tubuh dan motornya pada tepi Jalan. .


Semua berteriak saat itu, melihat ketua geng mereka yang telah terkapar di tepi jalan dengan darah dimana mana.


Mereka semua membawa Haikal menuju Rumah sakit, di perjalan mereka sudah menghubungi pihak keluarga Haikal namun tidak ada yang aktif. Mereka lantas menghubungi Fawwas dan Bimo.


Setibanya Haikal di Rumah sakit kedua sahabat karib itu pun sudah ada disanan terlebih dahulu.


" Dokter lakukan yang terbaik saya serahkan semua nya " Kata Fawwas yang sudah mengenal dokter bedah itu.


" Baik Tuan ...!!! "

__ADS_1


__ADS_2