
" Seperti nya Tuan Besar akan memperkenalkan anda pada rekan bisnis nya , mengingat anda sudah cukup beranjak dewasa. "
" Huh, apa sekarang aku baru di anggap nya Anaknya , setelah dia memerlukan ku ...?? "
" Tuan Muda , andalah pewaris nya di umur anda sekarang sudah saat nya anda terlibat di dunia bisnis ini .."
" Aku rasa ini bukan sebuah makan malam biasa , ada bisnis dan rencana besar yang orang tua ku ingin paksakan terhadap ku ...?? bukan begitu Madam ..?? "
Insting anda benar - benar hebat Tuan Muda Saya melihat Tuan Besar ketika masih muda persis seperti Anda.
" Apa mereka begitu tega , mereka telah membekam masa kecil ku penuh dengan kesepian dan sekarang mereka ingin merebut masa remaja ku juga. "
" Apa mereka berpikir aku akan bersedia datang ..?? " tanya nya lagi melirik pada madam Iren.
" Tuan muda saran saya sebaiknya tuan hadiri acara tersebut , sebelum Tuan Besar bertindak hal yang akan Tuan Muda sesali "
Ryndo terdiam , Iya membenarkan kata - kata Madam Iren, namun iya ingin sekali menantang keinginan orang tua nya inilah saat nya iya membalas ke acuhan mereka terhadap nya ketika iya membutuhkan mereka , namun iya harus bertindak tepat kali ini dan mencoba menepikan Emosi nya.
" Akan aku pikri kan , katakan itu pada mereka ..!! "
" Baik tuan ..., saya permisi keluar terlebih dahulu .
****
" Brengsek ..!!!! ******** .... laki laki sialan "
__ADS_1
Haikal menutup kedua telinga nya dengan tangan nya. Ucap Karina yang begitu kerasa sampai terdengar di telinga Haikal.
Orang tua nya bertengkar dengan sangat hebat lagi kali ini, karena papa nya kepergok selingkuh oleh mama nya.
" Brengsekkkkkkkkk.... keluar kau ...."
" Kau salah paham sayang...!!!! "
" Ceraikan aku .... aku tidak Sudi bersamamu. Keluar......... "
Pertengkaran dengan sumpah serapah sering Haikal dengar, ketika iya berada di rumah nya. Haikal tidak pernah merasa betah jika berada di rumah.
Haikal mengambil jaket kulit berwarna hitam dan menutup dengan kencang pintu kamar itu .
Iya turun menyusuri tangga , Karina berlutut di lantai air mata nya begitu deras keluar di mata indah hitam nya, begitu sakit hati Haikal melihat ibu nya seperti itu.
" Mau kemana kamu kal ...??? "
" Bukan urusan mama ..!!! "
" Haikal ... " teriak Karina melihat Haikal ingin melangkah kan kaki nya.
" Haikal mau keluar ma , kumpul sama anak - anak " Haikal berlalu dan sudah tidak memperdulikan lagi ibu nya yang masih ingin berbicara.
Haikal pergi dengan motor merah kebanggaan nya.
__ADS_1
Cafe Eyfel menjadi tempat tujuan nya. Iya tau Fawwas sekarang berada di sana.
Susuai dugaan nya fawwas terlihat melayani tamu nya , iya menanggalkan ke populeran Gengfive sejenak.
Haikal memilih kursi yang khusus untuk nya dan anggota Gengfive ketika berkunjung di Cafe Eyfel milik Fawwas.
Fawwas menghampiri Haikal yang terlihat dengan muka yang begitu kusut dengan sebatang rokok yang mendampingi nya.
" Kenapa ...?? " tanya Fawwas duduk di sofa yang berhadapan dengan Haikal.
" Masalah keluarga ...!! " .
" Aku pikir kau di tolak perempuan ...?? " kata Haikal mengejek.
" Kau ini .."
" Apa kau kekurangan karyawan ...?? hingga harus melayani orang ,kau benar - benar bisa menurunkan kelas GengFive. "
" iya karyawan ku berhenti mendadak hari ini .." Fawwas menyadarkan tubuh nya di sofa.
"Wah ... wah ...wah jadi dari tadi kau melayani orang - orang ..."
" Emm... terpaksa ..." Jawab fawwas memejamkan mata nya " kau tidak ingin menelpon yang lain ..? "
" Tidak aku hanya ingin berdua dengan mu. "
__ADS_1
" Menjijikan sekali ...!!! "
Happy Reading