" GengFive "

" GengFive "
Teman Kecil


__ADS_3

Arin sampai di Rumah sakit , iya bergegas menuju Ruang oprasi dari kejauhan iya melihat kedua teman nya duduk menunggu di depan pintu Oprasi yang terlihat tertutup rapat. Terlihat raut wajah panik dan sedih, Arin melihat sekitar nya mencari keberadaan Orang tua dari Haikal namun iya hanya menemukan kedua temannya saja.


" Ke mana tante Karina dan Om Edwin ? "


" Aku sudah menelpon mereka, kedua nya tidak bisa kesini !! Tante Karina sedang berada di luar Negri , dan Om Edwin sedang berada di Luar kota ada bisnis yang tidak bisa mereka tinggalkan. " Bimo menarik nafas nya " Mereka menitipkan Haikal pada kita !! " Bimo sekarang mengerti betapa rumit nya keluarga dan kurang nya perhatian kedua orang itu pada Haikal , bahkan di saat seperti ini saat dimana yang di butuhkan Haikal adalah Keluarganya terutama Orang Tua nya.


Arin hanya diam karena iya mengerti raut kesal dan kecewa Bimo pada orang tua Haikal , Arin duduk di samping Bimo berharap keadaan Haikal baik - baik saja.


Fawwas hanya diam saja mengacuhkan percakapan Arin dan Bimo. jemari nya sibuk bergulat dengan ponsel gengamnya . Tangan nya mengepalkan jari jemari nya setelah iya membaca pesan dari orang suruhannya, yang iya tugas kan untuk mencari tau kronologi kejadian kecelakaan Haikal.


" ******** !!!! " umpat fawwas dalam hati nya, iya sudah tau orang yang bertanggung jawab dalam keadaan Haikal saat ini " Keparattt!!! berani berani nya dia berbuat licik seperti ini !!! "


Bimo menangkap perubahan di wajah sahabat nya itu. Iya telah membaca bahwa Fawwas telah menemukan titik terang penyelidikan nya , Bimo ingin sekali menanyakan ini pada Fawwas namun iya tahan karena keberadaan Arin di sampingnya.


Dokter keluar dari ruangan tersebut, menatap mereka satu persatu.


" Bagaimana keadaan nya sekarang Dok ? " tanya Bimo penuh dengan kekhawatiran.


" Operasi pasang Pen telah berhasil , dalam proses penyembuhan, pasien dapat merasakan sakit sehingga hingga dia tetap harus meminum obat pereda nyeri. Dan saya anjurkan untuk mengikuti fisioterapi.


" Baik dok , terimakasih " Bimo .


" Sama - sama , Saya permisi dulu " Dokter.


Mereka masuk ke dalam ruangan, Haikal terbaring di brankar pengaruh obat bius membuat nya tidak sadarkan diri.


"Haikal !!" Arin mendekat di brankar , tatapan sendu gadis cantik itu terlihat jelas di kedua mata nya yang sudah berkaca - kaca.


" Aku pergi dulu, jaga Haikal di sini !! " Fawwas ingin melangkah keluar dari ruangan Haikal , namun sebelum tubuh nya benar benar keluar Bimo menahannya.

__ADS_1


" Tunggu !! aku ingin bicara dengan mu di luar , Arin tunggu lah di sini dulu "


Arin menganggukkan kepala nya, Bimo dan Fawwas keluar sedikit menjauh dari ruang tersebut agar percakapan mereka tidak terdengar oleh Arin.


" Siapa ...??? " Raut wajah Bimo penuh dengan amarah mata nya penuh dengan kebencian dan siap membunuh.


Fawwas menatap lekat manik mata pembunuh dari Bimo " Kenzo ..!!! "


Tangan meninju dinding rumah sakit , " Sitttt!!! Brengsekkk !! aku tidak akan melepaskan mu !!! Keparat !!! " Jemari nya telah membiru terdapat darah segar mengalir di tangannya.


" Hentikan bodoh !! kau menyakiti diri mu , Aku akan memberi nya pelajaran yang paling berkesan dalam hidup nya !! " tatapan fawwas melihat keatas dinding penuh dendam.


" Apa kau bisa memastikan itu ?? " apa kau bisa memastikan kalau ini terakhir kali nya dia menggangu kita !! "


Fawwas menghujam penuh tatapan mata Bimo " Akan ku pastikan itu , tenanglah " Jari nya menepuk bahu kiri Bimo.


" Tidurlah " Ucap Bimo yang duduk di sofa depan Arin. " Aku akan menjaga ".


" Emm,, " Arin benar - benar mengantuk iya, mata nya sudah tidak bisa melakukan tawar menawar lagi. Arin membaringkan tubuh nya di sofa yang sedikit lebih pajang sari tinggi badannya.


****


Rumah mewah dengan pagar tinggi yang berdiri Kokok itu juga di lengkapi dua penjaga dengan tubuh yang besar berwajah sangar , tidak membuat ciut seorang Fawwas.


" Aku ingin bertemu dengan Kenzo !! panggilkan dia !! " Lantang suara itu menderu pada dua laki laki dengan tubuh tinggi dan besar itu . Fawwas sudah di sergap oleh perasaan amarah nya.


" Siapa kau , seorang tamu tidak akan berkunjung di waktu menjelang subuh seperti ini " Tampak pria itu juga meninggikan suara nya tak kalah kencang dari suara Fawwas.


" Panggilkan dia atau kau akan kehilangan pekerjaan mu " tatap nya bergantian pada kaki laki itu dengan penuh keseriusan.

__ADS_1


Kedua penjaga itu tampak terlihat berpikir mempertimbangkan perkataan Fawwas yang terlihat tidak main - main. Hingga kemudian salah satu dari mereka memutuskan nya.


" Akan saya panggilkan , tunggulah disini !! "


" Buka pintunya dan biarkan saya masuk !! "


Fawwas sudah melangkahkan kaki nya mengikuti salah satu pengawal yang sudah memasuki gerbang rumah itu, namun tangan segera di tahan oleh salah satu pengawal yang masih berjaga di luar gerbang tersebut.


" Tunggulah disini " Fawwas menepis tangan itu dengan kasar iya menghantam tubuh kekar itu dengan tangan nya , perkelahian pun terjadi. Tidak sulit untuk Fawwas membuat lawan nya tidak berdaya keahlian nya dalam bela diri sudah tidak bisa di remehkan.


Dengan santai iya memasuki gerbang itu , menggedor pintu rumah tersebut. Salah seorang penghuni rumah itu membukakan pintu untuk nya. Tak peduli raut cemas itu kaki nya melangkah menuju salah satu kamur di lantai atas, rumah yang dulu sering iya kunjungi ketika masih kanak - kanak .


Brukkk... pintu di dorong sangat keras oleh tangan Fawwas , terlihat laki - laki itu berdiri di kaca besar jendela rumah nya yang menghadap ke arah luar rumah nya.


" Bela diri mu sangat bagus , Hebat !!! " Puji Kenzo dengan senyum licik nya.


' Heh , kau mau aku praktekan dengan mu sekarang " Fawwas menatap benci teman kecil nya itu. " Tapi sayang nya Aku tidak ingin mengotori tangan ku untuk menyentuh tubuh yang menjijikan itu , Kau !! " tunjuk nya dengan tatapan membunuh " Aku akan pastikan, keluarga mu akan menerima akibat semua kesalahan ini Kenzo Putra Wiranto "


" Aku akan melihat kehebatan mu !! " Ucap Kenzo yang mencoba menantang Fawwas iya berusaha keras untuk menutupi ketakutannya saat ini . Fawwas yang iya tau adalah orang yang paling dewasa dari anggota GengFive iya juga tidak pernah meluapkan amarah nya seperti malam ini.


Fawwas sudah melangkah keluar di ambang pintu iya membalikkan tubuh nya lagi setelah mendengar tantangan dari Kenzo.


" Akan ku pastikan kehancuran mu adalah bentuk sebuah keberhasilan dalam hidup ku "


iya tersenyum melihat raut ketakutan yang sekarang tidak bisa Kenzo tutupi.


Happy Reading


upss 1000 deh ... hehehe

__ADS_1


__ADS_2