" Jodoh Yang Tak Diinginkan "

" Jodoh Yang Tak Diinginkan "
" Jodoh yang tak diinginkan "


__ADS_3

Sore itu senja mulai menghiasi langit kota jakarta, sepasang muda mudi yang menggunakan gaun pengantin bewarna putih Dan jaa hitam yang berdalaman kemeja putih Tampak saling tatap.


" Besok, kita akan menikah namun sampai sore Ini aku tak mendengar sekalipun kau menyatakan cinta kepadaku. Apakah aku Ini Hanya " jodoh yang tak kau inginkan " ?? tanya seorang Gadis cantik kepada pria yang ada didepannya.


Pria itu hanya menatap, namun tak menjawab.


🎻🎻🎻


Pagi itu disebuah rumah sakit jiwa ibukota Seorang wanita paruh baya tampak terlihat Sedang berdialaog dengan seorang dokter Wanita menggunakan kacamata.


" Dokter, bagaimana keadaan majikan saya?" Tanya wanita paruh baya tersebut.


" Keadaanya semangkin membaik, dan kalau Terus dalam keadaan begini. Minggu depan dia Boleh pulang. " Jawab sang dokter.


" Alhamdulillah, dok. Trrimakasih dokter sudah Mau merawatnya. " Kata wanita paruh baya Tersebut.


" Tidak perlu begitu bu, jika pun ada yang harus Diucapakan trrimakasih itu adalah ibu. Dia Sembuh berkat ibu, karena kasih sayang ibu. Ibu yang selama ini selalu mendukungnya. Kata Dokter tersebut sambil menatap lembut ke arah Wanita paruh baya tersebut.


" Sya memang sangat menyyayanginya dok. Dia sudah seperti anak saya sendiri. Saya mengasuhnya sejak ia kecil. Kata wanita paruh Baya tersebut dengan terbata bata. Matanya Terlihat berkaca kaca.


Dokter wanita tersebut terlihat menggangguk Angguk.


" Yang sabar ya bu, dia pasti akan sehat kembali seperti sedia kala. Kata dokter itu tak lama kemudian.


" Amin dok memang itu yang saya inginkan, kata wanita tersebut. Kalau begitu apa saya Boleh mnemuinya dok? tanyanya tak lama Kemudian.


" Tentu saja boleh bu, masa seorang ibu saya Larang bertemu putrinya sendiri. Saya tidak Sejahat itu loh bu, kata dokter itu dengan Senyum mengembang.


" Baik dok, kalau begitu saya permisi dulu. Sekali lagi terimakasih. Kata wanita itu. Sambil Menjabat tanggan si dokter..

__ADS_1


" Sama sama buk, silahkan. " Kata dokter tersbut.


Wanita paruh baya tersebut pun berjalan Meninggalkan sang dokter. Disusuurinya lorong Lorong rumah sakit jiwa tersebut.


Hingga akhirnya dia tiba, diblok b. Kamar Nomor 39. Untuk sejenak.dia mematung Didepan kamar tersebut. Ditariknya napas lalu Dihembuskanya. Setelah itu, dilangkahkanya Kaki tuanya memasuki ruangan kamar tersebut.


Ditariknya gagang pintu perlahan dan pintu pun Terbuka. Mata tuanya menyapu kedalam kamar. Tampak, sosok seorang perempuan Muda mengenakan kaos abu abu dan celana Rumah bewarna coklat.


Wanita tua itu sejenak berdiri didepan pintu, Ditatapnya keperempuan muda yang tengah Melipat mukena bewarna biru. Mata tuanya Tampak mulai membasah.


" Non, issabel." Panggilnya.


Perempuan muda berambut lurus sebahu itu Terlihat menoleh.


" Bibik, " panggilnya.


Wanita tua itu keemudian buru buru melangkah Menghampiri perempuan muda itu. Setelah itu Mereka berdua terlihat berpelukan layaknya Ibu Dan anak.


" Abel sehat bik, berkat bibik." Kata abel seraya Terisak dipelukan sang bibik.


" Bukan berkat bibik, tapi ini karena non abel Sendiri. " Non abel sudah berjuang untuk Sembuh.


" Ini semua berkat, bibik. Bibik yang udah Merawat abel. Bibik udah meluangkan waktu Buat abel, bahkan bibik lebih dari mama abel Sendiri bi. Kata abel, yang masih terisak dipelukan wanita pruh baya yang ia panggil bibik tersebut.


Mendengar kata kata terbut, wanita paruh baya Tersebut tampak melepaskan diri dari pelukan Abel


" Hushh, non abel nggak boleh ngomong begitu." Tuan dan nyonya sangat sayang sama non abel Kata wanita paruh baya tersebut.


" Sayang, bibik bilang. Buktinya selama lima Tahun abel dirawat mama dan papa nggak Permah jenguk abel. Okey papa memang sibuk. Tapi mama, seorang irt masa nggak jenguk Anaknya di rsj. Mama macam apa itu. Kata Abel dengan nada marah.

__ADS_1


" Jangan begitu non, nyonya hanya kesal putri Yang dirawatnya dengan baik dari kecil bisa masuk, ke Rsj." Kata wanita paruh baya tersebut.


" Tapi bik, abel jugga nggak mau di rawat di rsj. Jika saja peristiwa itu nggak terjadi. Pokoknya Abel benci mama, abel nggak mau kenal sama Mama. kata abel dengan nada ketus.


" Tapi elo nggak benci sama gua kan, ? " tanya Seseorang yang tiba tiba masuk.


Abel dan bibik, tampak terkejut melihat kedatangan orang yang baru saja bertanya Tersebut.


" Kak anggry. " Teriak issabel sambil berjalan Menghampiri sosok yang baru saja menyapanya.


" Adik kecil gua, apa kabar? " tanya lelaki berbadan tegap.


" Abel baik kak, tapi kok kak anggry bisa disini Emang kak anggry tau abel udah sehat?" tanya Abel.


" Apa sih yang gak gua tau tentang elo, adik gua satu satunya." kata lelaki itu. sambil memcolek idung Abel.


" Jadi gimana kita pulang hari ini?" taanya anggry kepada abel.


" Sabar den, non abel seminggu lagi baru bisa Pulang. Kata sibibik..


" Ya kelamaan bik, padahal anggry udah nggak Sabar bawa abel pulang." kata anggry.


" Heum, nanti kalau abel pulang abel malah Ribut terus sama mbak rensi." kata abel.


" Kalau ribut paling tinggal jambak jambakan, Gitu aja kok repot." Kata anggry, sambil tersenyum menatap ke arah abel.


" Terus, kak anggry senang kalau abel jambak Jambakan sama mbak rensi,? " tanya abel dengan tatapan mata menceling


" ya senanglah, lumayanlah ada tontonan gratis. Bayangkan nggak sih rumah besar milik Tuan besar pengusaha, swimingg pool trrkaya Diindonesia tuan jose purnomo yang terlihat Sepi adem ayem mendadak ramai kerena putri Bungsunya Issabela laura annastasia purnomo. Terlibat adu jotos dengan menantu wanitanya Rensiana Wulandara purnomo. Kata anggry, Yang terus menggoda adik perempuanya.

__ADS_1


" Ikh, kak anggry apaan sih. Jahil banget sih Jadi orang," kata abel sambil memukul bahu Kakak laki laki satu,


" Hehe, sakit. Awwww. Kata anggry tertawa . (.Brrsambung) ◇◇◇◇◇□□□□


__ADS_2