
" Hallo, abel. " Sapa seseorang siang itu ke Abel yang saat itu tengah tertidur disebuah Ranjang berspraikan warna putih.
Abel yang saat itu tengah dalam posisi tertidur, hanya bisa melirik pelan ke arah Panggilan tersebut. Meski tidak menjawab Sappan tersebut, namun otak kecil abel Kelihatan sudah bisa merespon panggilan Tersebut.
" Kayaknya kamu udah bisa ya ngerespon Panggilan saya ya bel. Setelah tiga bulan Disini, keadaan kamu semangkin membaik Sekarang. " Kata wanita itu sambil menatap Ke arah abel.
Abel, memandang ke arah wanita itu, meski Tidak menjawab bahkan merespon namun Terlihat pandangan abel, tampak lurus Menatap ke arah wanita itu.
Sejenak wanita itu jugga melakukan hal yang sama, kemudian dia mendekat ke arah abel dia betulkan letak selimut yang melekat ditubuh abel. Lalu dalam hitungan detik, ia kemudian berjalan keluar dari ruangan kamar abel. Wanita itu, kemudian berjalan masuk Kedalam sebuah ruangan. Sesampainya diruangan tersebut, wanita itu tampak Menyangkutkan jas putih yang ia kenakan untuk selanjutnya ia letakan dipundak kursi.
Setelah itu ia kemudian duduk disebuah kursi Yang terdapat diruangan tersebut. Sejenak, Jari jemarinya tampak mengetuk ngetuk meja Kerjanya.
Setelah itu ia membuka laci meja kerja, Kemudian mengambil sebuah hape yang ada Didalam laci tersebut. Jari jemarinya yang Lentik tampak, lihat memencet nomor nomor Yang ada dihape tersebut. Dalam hitungan Detik telpon itu telah tersambung.
" Hallo, " tak lama terdengar kata kata itu ia Ucapkan.
" Hallo, " terdengar sapaan suara dari sebrang.
__ADS_1
" Ini, dengan anggri ya. ? " tanyanya.
" Iya, ini anggri. Ini, dokter clara? " tanya, anggri.
" Iya betul saya dokter clara. " Jawabnya.
" Oh iya, ada apa dok. Apa terjadi sesuatu Dengan adik saya. ? "tanya anggri dengan Cemas.
Dokter cllara, tampak menyunggingkan senyuman. " Dia baik baik saja, jawabnya tak Lama kemudian."
" Oh iya maaf, saya tau nanti mbak rensi marah. Tapi saya ingin bilang, kalau kesehatan abel sudah semangkin membaik." Kata dokter clara.
" Oh dok, maaf kalau dokter marah. Nggak Maksud saya heran aja dokter nelpon saya. Oya, gimana tadi abel semangkin membaik., Betul begitu dok?" tanya, anggri
" Iya betul, karena itu saya menelpon. Bisa, saya bicara dengan papa mas anggri. ? " Tanya dokter clara.
" Syukurlah kalau begitu, alhamdulillah. Tapi, Papa ama mama saya masih belum kembali Dari luar negri dok." Kata anggri.
__ADS_1
" Belum kembali, memangnya mereka nggak Rindu dengan abel. Sudah hampir empat bulan abel disini apa merrka nggak khawatir Dengan keadaan abel.? " tanya dokter clara.
" Kalau itu dokter salah, justru mama sama Papa pergi keluar negri karena nggak tega Lihat keadaan adik saya abel. Apalagi mama, Dokterkan tau sendiri mama sayang banget Sama abel. Mama, terguncang lihat keadaan Abel. Mama nggak tau cara menghadapi adik Saya itu. Itu sebabnya mama pergi,ke ausiee dok." Kata anggri menjelaskan.
" Hooh begitu ya, ya pemikiran orang itu beda Beda. Padahal alangkah bagusnya, kalau Mama papa mas anggri itu nemanin abel. Ituz Akan jadi support mental yang luar biasa buat Abel. Tapi ya sudhalah. Oya, kapan mas anggri bisa datang ke sini. Saya ingin omongin terapi lanjutan, buat abel. Mudah Mudahan saja, dengan ini pemulihan abel Akan semangkin cepat. Mas anggri, mau kan Abel cepat keluar dari sini, atau mas anggri Mau saya dan abel berteman baik disini.? " Tanya dokter clara.
" Hooh, tentu saja nggak dok.Pasti nggak, saya ingin abel keluar dari situ secepat Mungkin. Oke, besok jam makan siang saya Kesana. Untuk sementara, tolong jaga adik Saya." Kata anggri.
" Oh , tentu saja. Saya akan.jaga abel tanpa Lecet. Besok, saya tunggu ya. " Kata dokter Clara.
" Oke dok, " Jawab, anggri.
" Bye, " kata dokter clara mengakhri pembicaraan.
" Bye, " kata anggri. ( Bersambung ) 💓💓
"
__ADS_1