
🎻🎻🎻
Dengan langkah perlahan rensi memasuki kamar abel, hingga akhirnya rensi tiba dikasur Tempat abel menyyenderkan badanya dengan Tatapan mata kosong.
Dipegangnya tangan abel perlahan, tangan Yang dulunya penuh sinergi. Kini menjadi Sebuah tanggan dingin yang lemah.
" Hai, are you okay." ? tanya rensi, sambil Memegang jemari pucat milik abel.
Abel, sigadis cantik yang dulunya periang kini Tampak diam tanpa nyawa. Mulutnya terkatup, Tidak memperdulikan sapaan rensi.
" Sayang, are you okay.? " Rensi kembali bertanya.
Namun abel tetap diam, tak menjawab pertanyaan kakak iparmya tersebut.
" Bel, dengarin mbak ya. Mbak tau, kamu kehilangan rey. Dan itu rasanya sangat Menyakitkan sekali. Mbak tau rasanya pasti Sakit sekali. Kamu tau mbak jgga pernah Ngalami kehilangan kan. Mbak kehilangan Mama mbak, saat mbak menikah dengan Kakak kamu. Ya walaupun bentuk kehilanganny Beda, tapi rasanya tetap sama sakit. Tapi, kamu Lihat mbak bisa melalui semuanya. Berkat dukungan kakak kamu, mama papa dan kamu Sendiri sayang. Mbak yakin jugga, kamu Mampu menghadapinya. Sayang dengarin Mbak, mbak tau didunia ini rey sangat penting Buat kamu. Tapi selain rey, kamu masih Memiliki banyak orang orang yang sayang sama kamu ada kakak kamu, ada mbak, dan Mama papa. Jadi mbak mohon, kamu kuat ya Dek. Kita hadapi semuanya sama sama ya dek. Kata rensi, kali ini sambil menggenggam tangan abel.
Namun lagi lagi abel, masih diam tak bersuara.
Rensi memandang, ke arah abel yang tampak Terlihat dengan tatapan mata kosong.
__ADS_1
Rensi, meenarik napas panjang. Ia menggelengkan kepalanya. Kemudian, ia Menggnggam tangan abel untuk sesaat Setelah itu ia meninggalkan abel yang tak Menggubrisnya sama sekali.
Namun ketika ia sudah mendekati pintu kamar, Tiba tiba ia tercegat dan berhenti ketika ia Mendengar suara abel.
" Mbak rensi," terdengar abel memanggil Namanya lirih.
Rensi terlihat senyum, dia segera menoleh Kearah abel. Abel tampak menatapnya. Rensi Pun berjalan mendekat kearah abel.
" Ka----kamu, sudag mau berbicara sama mbak?" Tanya rensi
Abel terlihat menggangguk, " Terimakasih mbak "
" Abel akan coba kuat mbak, abel kehilangan Rey. Tapi abel akan coba tegar, dan kuat." Kata Abel.
Rensi tersenyum, dan menggangguk. Ia Kemudian menggenggam jemari abel. Diusapnya perlahan rambut panjang, milik abel.
" Kalau begitu, mbak keluar dulu. Mbak akan Kabarkan ke mama dan papa kalau kamu Sudah membaik sayang." Kata rensi.
Abel mengguk, meski dengan tatapan yang Masih sayu. Rensi pun kemudian bangkit dari Kasur abel, kemudian berjalan meninggalkan Kamar abel. Tak sabar rasanya mengabarkan Suami dan mertuanya kalau keadaan adik Iparnya sudah membaik.
__ADS_1
" maaaaa, paaaaa, " panggil rensi setengah Berteriak. Papa mertua dan mama mertuanya Serta anggri suaminya terlihat berjalan Menghampirinya ketika merrka mendengar Suara rensi.
" Rensi, kamu kenapa nak kok manggilnya Begitu? " tanya mama mertuanya.
" Ma, pa, mas anggri semuanya pada tau nggak Kalau abel udah mau ngomong. Abel udah mau Ngobrol, sama rensi." Kata rensi dengan senyum mengembang.
" Masa sih, semuadah itu?" tanya mama mertuanya.
" Iya aku jugga nggak yakin, segampang itu Kamu ngeyakinkan abel. Padahalkan kalian Jarang ngobrol," kata anggri.
" Jadi kamu ngeragukan aku mas? " tanya rensi, Sambil menatap anggri suaminya dengan Tatapan mata menceling.
" Iya nggak ngeraguin, tapi kurang yakin aja." Kata anggri.
" Sama aja itu, okey kalau semua nggak yakin Kita kekamar abel sekarang gimana?tanya Rensi ke mama papa mertua dan suaminya.
Ketiga orang itu terlihat berpandangan, namun Ketika merka hendak memberi jawban tiba tiba Sosok abel muncul.
" Nggak perlu, abel udah disini. " ,Kata abel yang Muncul dari belakang rensi
__ADS_1
Keempat orang itu trlihat menoleh ke arah abel Yamg sudah hadir ditengah tengah merrka ( Brrsambung) □■□■ 🎻🎻