
Wajah tua paruh baya tersebut tampak cemas, Dihadapanya terbaring anak perempuan yang Tak lain adalah, anaknya.
" Bel, abel. Issabella sadar nak,bangun nak Jangan kayak gini. Jangan buat mama khawatir kata wanita paruh baya itu dengan suara Bergetar meski tak terisak.
Ditatapnya sendu, wajah abel anak bungsunya Trrsebut.
" Bu, kayaknya non issabela bakal lama sadarnya. Ibu, hubungi bapak sama mas anggri Atau mbak rensi bu. Biar non issabella, dibawah kerumah sakit bu. " Kata artnya tersebut.
" Ta, tapi bik. Saya nggak mau issabella, dibawa Kepsikiater lagi bik. Saya takut. Kata wanita Paruh baya tersebut.
" Bu, non issabella itu cuma demam. Masa iya Orang demam dibawa ke rumah sakit jiwa appan Coba buk. " Kata Artnya tersebut.
" Nah, entu. iya bibik benar, issabella cuma demam. Issabella sakit biasa dia nggak akan Jauh dari saya, kata wanita paruh baya tersrbut. Bismillah..Wanita tersebut, kemudian Mengambi hapenya dari saku celananya kemudian mulai menghubungi seseorang.
" Hallo nggry, assallamualaikum nak. Kamu Lagi dimana nak?" tanya wanita paruh baya Tersebut.
" Anggri lagi dikantor mum, emang kenapa Rupamya? " tanya suara ditelpon.
" Adik kamu, issabella. Tadi pingsan, kata wanita trrsebut.
" Nah lo, kok bisa pinggsan mum issabella Kenapa?" tanya anggri
__ADS_1
" Ya gimana sih nak, mama jugga nggak ngerti. Datang datang adik kamu marah marah nggak Jelas. Ngelemparin barang, terus pingsan. Kata Wamita tersebut.
" Apa, issabella pingsan. Kenapa mum? tanya Anggry.
" Ya kan udah dibilang mama nggak ngrrti. Ya Udah deh, mending kamu pulang mama sendiri Ini. Sekalian ajak rensi. Sekalian telponin papa Kamu. Mama takut telfon papa kamu, tensinya Tinggi kalau udah menyangkut issabela. " Kata Mamanya.
" Okey deh nanti anggri telponin papa. Anggri Selesain kerjaan anggri dikit ya, habis itu anggri Pulang bareng rensi. Mama, coba kompres kompres abel deh. Nunggu, kami semua pulang." Kata anggri.
" Udah, mama udah kompres abel. Tapi demamnya nggak turun. Mama takut nak, " kata Wanita paruh baya tersebut.
" Takut, takut kenapa? " tanya anggri.
" Ehm, itu. A-----anu, itu. Ah, udah deh kamu mending pulang. Mama tunggu ya, kata wanita Paruh baya itu sambil mematikan pembicaraan Tersebut.
Satu jam kemudian. Sebuah mobil mercedes Bench warna putih, dan cheverolet avio warna Hitam. Tampak memasuki rumah megah yang Terletal dijalan kemerdekaan tersebut. Dari Dalam mobil, tampak jose purnomo salah satu Konglomerat diindonesia berbarengan dengan Anak menantunya. Lelaki paruh baya itu, tampak bergesa masuk kedalam rumah megahnya.
" Maaaa, mamaaaaa, " panggil lelaki paruh baya Tersebut. Dengan teriak.
Dari dalam sebuah kamar tampak mamanya abel keluar.
" Apa pa mama disini. " Kata wanita paruh baya Trrsebut.
__ADS_1
" Issabel, mana issabel. Dia kenapa, sudah Sadar atau belum. ? " tanya jose purnomo, Dengan nada cemas.
" Nanyanya satu satu pa, pelan pelan. Issabella Tadi pingsan, mama jugga nggak tau kenapa. Tapi sebelum pingsan, tadi dia ngeberantakin Kamarnya dulu. " kata wanita paruh baya tersebut.
" Sah, ini sah. Pasti ini issabel penyakitnya Kambuh lagi. " Kata tuan jose purnomo.
" Papa, nggomongnya nggak boleh kaya gitu. Ngedoain anak sendiri, pamali tau. " kata Mamanya abel.
" Papa nggak ngedoain papa hanya bilang kenyataannya aja. papa udah telfon dokter Clara buat periksa abel, kalau ada apa apa Sama issabel. Itu semua tanggung jawab Mama." kata jose purnomo.
" Loh, loh. kok mama sih. ?" tanya mamanya Abel.
" Iya karena mama yang ngotoy jodohkan abel Sama rey. Kalau rey nggak meninggal abel NggK akan seperti ini. Jadi ini semua karena Mama. kata jose purnomo.
" Lah, lah. nggak bisa gitu pa. Mama mana tau, Umur rey sampai mana. Umur sendiri aja mama NggK tau. " kata mamanya abel.
" Tau ah gelap, papa nggak perduli. Ini semua Tanggung jawab mama. Sekarang papa mau Lihat keadaan issabella dulu, anggri ayoo kita Lihat adik kamu. " Kata jose purnomo, kepada Anggri si putra sulungnya.
" Baik pa, " kata anggri.
Selamjutnya ayah dan anak itu pun masuk kedalam kamar.
__ADS_1
Huuh, dasar egois. Gumam mamanya abel. ( Bersambung ) □■□●○♡♡♧♧