
Siang itu tampak suasana kehebohan dan kepanikan, Disebuah rumah di komplek perumahan Anggun real estate.
Didalam sebuah ruangan kamar terlihat Empat orang sedang terlihat gusar memandangi wajah seorang gadis muda nan Cantik.
" Anggri, ini kenapa adek kamu? "tanya, nyonya ratih kepada anggri.
" Anggri, nggak apa apain ma. Anggri, cuma Pukul pakai balok mainan adit ma. Nggak, Lebih. " Kata anggri.
" Kalau memang begitu, kenapa dia nggak sadar sadar sih nggri. " ? tanya, nyonya ratih.
" Anggri jugga nggak tau, anggri mukulnya Nggak kuat ma. Dibagian pundak, dan itu Jugga cuma sekali pukul. Nggak lebih. " Kata Anggri mencoba menjelaskan, menghilangkan kepanikan di wajah sang mama.
" Udah, udah. Semua tenang, mama tenang Rensi udah telpon dokter clara ma bentar lagi Dokter clara akan kesini ma. " Kata rensi, yang Angkat bicara setelah dari tadi terdiam.
" Kamu telpon dokter clara?" tanya nyonya Ratih.
" Heem, iya ma. " kata rensi.
" Buat apa, untuk apa. Adek kamu nggak apa Apa rensi. Apa kamu mau adek kamu masuk Rumah sakit jiwa, iya rensi begitu?" tanya, Nyonya ratih dengan tatapan mata menceling.
" Rensi, rensi panik ma. Maaf, kalau tindakan Rensi salah ma. " Kata rensi.
" Udah ya, mama rensi. Nggak usah pada Berantem. Rensi, kamu nggak salah. Papa, Dukung kamu." Kata tuan jose purnomo, kali Ini angkat bicara.
" Papa, kok gitu ngomongnya." Kali, ini suara Nyonya ratih benar benar tinggi.
" Semua demi kebaiikan abel ma," kata tuan Jose purnomo.
" Kebaikan apa yang ada dirumah sakit jiwa pa, kebaikan apa pa? " tanya, nyonya ratih.
------
__ADS_1
---------------
Beberapa detik kemudian, " Selamat siang." Suara seorang perempuan terdengar hadir diantara mereka yang tampak sedang ribut.
Merrka berempat menoleh, tampak seorang Wanita muda berbalut pakaian putih sudah Ada dibelakang mereka.
" Dokter clara, selamat siang dok" Sapa, mereka serempak.
" Maaf saya nggak sengaja dengar tadi . ini sebenarnya kenapa, abel kenapa ya?" tanya Dokter clara, penuh selidik.
Mereka berempat tampak saling berpandangan dan menarik napas secara Bersamaan.
" Adek saya, tadi mengamuk dok." kata anggri.
" Mengamuk bagaimana ya mas anggri? ",tanya dokter clara.
" Tadi dia mecahin piring, terus dia hampir Saja melukai istri saya dengan pecahan piringnya dok. " Kata anggri menjelaskan.
" Pastinya kurang tau dok, tapi kemarin.sore Saat pulang abel tiba tiba berantakin kamarnya. Terus saya datang, dia peluk saya. Terus dia pingsan dok.Sengaja kami diamkan,dan kami nggak kami telpon dokter Karena saya yakin.anak saya baik baik saja Dok." Kata nyonya ratih menjelaskan.
" Hooh begitu, kalau begitu semuanya jangan panik. Saya akan coba priksa abel. Semuanya, apa bisa minggir? " tanya, dokter clara.
Merrka berempat, kemudian minggir. Guna, Meempersilahkan dokter clara memeriksa Abel.
Dokter clara kemudian, mendekat ke arah abel. Kemudian dokter cantik itu, mengeluarkan stetoskop, jarum suntik . Kemudian ia mulai memeriksa kening abel. Lalu dilanjutkan dengan memeriksa denyut Jantung abel.
Setelah itu dokter cantik itu, menyumtikan Jarum suntik di lengan clara.
Setelahnya ia kemudian kembali memasukan Peralatan medisnya kedalam tasnya. Kemdian, ia menjauhi tubuh abel.
Matanya tampak kosong saat menatap wajah Keluarga abel bergantian.
__ADS_1
Dia menatap iba, kepada nyonya ratih yang Wajahnya tampak pucat.
" Bagaimana, anak saya dok? " tanya dokter Ratih kemudian.
" Semua, bisa ikut saya nggak.? " tanya dokter Clara.
Mereka berempat tampak saling pandang, Kemudian secara serempak tampak menggangukan kepala mereka. Dan, setelah itu mereka berjalan bersama dengan dokter Clara memgikuti langkahnya keluar dari Kamar abel.
------
---------
Diluar kmar abel, merrka berempat plus dokter clara. tampak saling pandang.
" Jadi bagaimana dok,? " tanya nyonya ratih Yang terlihat tidak sabaran.
" Jadi begini ya, abel itu kena penyakit yang Namanya lupa kenangan." Jelas dokter clara.
" Lupa kenangan, maksudnya dok amnesia? " Tanya, nyonya ratih.
" Bukan. Ini, lebih daripada itu. abel lupa Akan segalanya. Dan, dikarenakan lupa abel akan Bisa membahayakan siapa saja yang ada di Dekatnya. " jelas dokter clara.
" Maksud dokter, adik saya gila dok?" tanya Anggri kali ini.
Dokter clara tampak menundukan kepalanya Serta menjatuhkan pandangan matanya. Sedetik, kemudian ia kembali menegakan kepalanya. Dengan pandangan mata sayu, Ia Menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban dari pertanyaan anggri.
------
---------
Beberapa hari kemudian, seorang gadis muda Yang berpakain putih diruangan serba putih Dengan kasur yang putih tampak sedang Memegangi kepalanya yang terlihat seperti Sedang menahan sakit. ( Bersambung ) 💓💓
__ADS_1