
Bibir rensi seketika tampak melongo, matanya membulat kakinya sedikit gemetaran. Dihadapanya abel sedang Berjalan mendekatinya, membawa pecahan Piring kaca yang baru saja abel pecahkan.
" A--abel, sadar bel. ini mbak rensi. " Rensi Berkata dengan terbata bata.
" Dasar, wanita ******. Kamu telah merebut Rey dariku, aku akan membunuhmu. Kalian Telah menipu akuuuuu, abel berteriak dengan Histeris.
" R--ey, r---ey, bukanya udah mati bel." rensi, Berkata dengan terbata bata.
" Ma---mati, nggak tentu saja nggak. Tapi, Kamu. Kamu yang telah merebut dia dari aku Abel, berkata dengan suara parau. Matanya Tajam menatap ke arah rensi, sedangkan Kakinya terus melangkah mendekati rensi.
Rensi terus berjalan mundur mendekat ke arah pintu kamar, sedangkan jarak abel kian Mendekat. Dan, sesaat kemudian.. Prak, Akhhhhhhhhh. Tubuh abel terkulai kelantai Seiring dengan jeritan rensi.
Rensi membuka matanya, dihadapanya kini Berdiri sosok suaminya anggry. Rensi, segera Memeluk tubuh anggry.
" Kamu, nggak apa apa kan? " tanya anggry.
" Nggak, aku nggak apa apa. " Kata rensi dengan terisak.
" Maafkan aku ya, harusnya aku tadi ikut nemanin kamu ngelihat abel. Sekali lagi aku Minta maaf. " Kata, anggry seraya menghapus air mata rensi.
Rensi menggangguk. " Tapi, kamu kok pukul Abel mas. Terus, kenapa kamu nyusul aku Kesini? " tanya rensi.
" Abel, cuma pingsan dia nggak akan kenapa kenapa. Tadi aku mau masuk ke kamar kita, Terus aku dengar suara piring pecah dari Kamar ini. Aku langsung nggak enak perasan, Aku lihat pintu kamar ini terbuka. Dan, aku Lihat abel sedang megang kaca. Aku, langsung inisiatif ambil balok plastik mainan Adit, terus aku pukul abel. Aku nggak ada pilihan lain, aku takut abel nekat. " Kata, Anggry menjelaskan.
__ADS_1
Rensi menggangguk. " Ya udah, kamu sekarang angkat abel mas." Perintah, rensi ke Anggri.
Anggri pun membopong tubuh abel, si adik Perempuan satu satunya milik dia ke atas Ranjang.
" Sekarang, aku mau panggil papa dan mama. Biar papa dan mama tau kelakuan abel. " Kata Anggri.
" Mas, janggan. Plis. " Rensi, menggeleng lemah.
" Nggak bisa, karena abel udah meresahkan. Aku nggak mau abel melukai kita semua." Kata, anggri.
" Tapi kalau kamu panggil mama dan papa Nanti abel dibawah ke psikiater. Apa kamu Mau, adek kamu dibawa krrumah sakit jiwa mas. Apa, itu mau kamu. ? " Tanya rensi.
" Tapi ini demi kebaikan abel, " Kata anggri.
" Iya, karrna aku keburu datang. Coba, kalau Nggak. Mungkin, kamu udah keburu mati Ditangan abel. Udah, mending kamu diam aja Aku akan panggil mama dan ppa. Kamu diam Sini, jaga abel. Kalau, dia macam macam pukul pakai balok plastik itu. Itu nggak akan Bunuh abel, tapi cukup buat dia pingsan. " Kata, anggri.
" Ta--tapi mas,. Rensi, terus berkata mencegah anggri. Namun, anggri tidak Menghiraukan rensi dan melangkah keluar kamar.
Didalam kamar, rensi menggigit bibirnya. Dipandanginya, wajah abel adik iparnya dengan sendu.
----------
---------
__ADS_1
Sementara itu diruang tengah, anggri Meendapatkan orangtuanya sedang duduk Nyantai.
" Pa, maaaaa." Sapa anggri.
" Anggri, ada apa..Kenapa wajah kamu tegang Begitu? " tanya sang papa, tuan jose purnomo.
Anggri menggigit bibirnya, dipandanginya Wajah orangtuanya bergantian.
" A-- abel pa, abel baru aja ngamuk ma." Kata Anggri menjelaskan.
" Ngamuk, ngamuk bagaimana. Jangan ngaco kamu." Kata sang mama.
" Anggri serius ma, abel ngamuk. Dia baru aja Nyerang rensi untung aja anggri datang. Kalau nggak rensi bakal celaka deh ma." Kata, Anggri.
" Kamu serius nggri?" tanya, sang papa kali ini.
Anggri menggangguk. " Serius pa. Kalau mama sama papa nggak percaya, mama sama papa lihat kekamar abel deh ma. Abel Sekarang lagi pingsan, anggri pukul pakai Balok mainan punya adit ma. " kata anggri
" Kamu pukul adik kamu nggri? tanya, sang mama. " Nyonya ratih .
" Anggri terpaksa, nyawa rensi dalam bahaya. Lagian itu cuma balok mainan, dan abel Nggak akan kenapa kenapa. Sekarang mama Dan papa, mending lihat keadaanya abel deh. Kayaknya, abel kumat. Dan , kali ini benar Benar parah.
" Parah, gimana. ? " tanya tuan jose purnomo Yang tampak saling berpandangan dengan Sang istri, nyonya ratih. ( Bersambung)
__ADS_1