" Jodoh Yang Tak Diinginkan "

" Jodoh Yang Tak Diinginkan "
" Chapter dua belas " ■□■□


__ADS_3

Sambungan dialog. ■□■□


" Bukan gila bu ratih,lebih tepatnya itu syok Berat. Harap dimaklumi, karena nggak semua Orang bisa kehilangan. Apalagi abel, kehilangan rey disaat mereka akan menikah. Untuk kasus tertentu, fine. Semua orang bisa Menghadapinya, tapi abel nggak sekuat itu. Abel ternyata rapuh. Mungkin dikarenakan Expetasinya abel yang berlebihan tentang Pernikahan yang akan dijalaninya kelak dengan Rey. Ya ini akibatmya,. It was very sad, relly sad.


Abel hanya perlu tempat yang tenang, lingkungan yang tenang. yang tidak mengingatkan dia akan kehadiran sosok rey.


Ya psikiater adalah jawabanya. Tapi, ini nggak Berarti abel gila loh ya. Banyak kok, orang yang Ada diklinik kesehatah tapi merrka nggak gila. Mereka hanya perlu asing sejenak dari dunia. Karena itu saya sarankan agar secepatnya abel Dibawah kepsikiater. Demi kesembuhan, abel Sendiri. Nanti saya akan recomended, psikiter Kenalan saya. Bagaimana, apa pak jose dan Buk ratih setuju?" tanya dokter clara.


" Kalau saya setuju," kata tuan jose purnomo.


" Saya nggak, saya ibunya. Saya yang ngelahirin Abel. Ibu mana yang tega lihat anaknya ada di Klinik, kejiwaan. " Kata nyonya ratih.


" Iya terserah sih, kalau buk ratih tidak setuju. Tapi, ini demi kebaikan abel sendiri. Berapa lama sih abel dirawat, satu hari, seminggu, Sebulan, setahun, lima tahun. Tapi, bukan seumur hidup. Well, kalau bu ratih sayang sama Abel. Bu ratih harus iklas ngelepas abel, untuk Sementara waktu. Kata dokter clara, sbil Mengusap lembut bahu mamanya abel yang Tampak terisak.

__ADS_1


" Okey, kalau udah nggak ada lagi. Saya permisi Y bu ratih, pak jose. Nanti saya akan chat bapak Nama teman saya yang profesi psikiater. To, be Next timenya. Is up to you, pak jose. " kata dokter clara.


" Okey, il be waiting dok. Saya antar ya kedepan. kata pak jose. " Sambil, berjalan Beringin bersama dokter clara meninggalkan Rumah megah miliknya.


□■□■□■


Diruang keluarga, tampak nyonya ratih dan anggri duduk berbarengan. Mata nyonya ratih Terlihat seembab, menangisi putri bungsunya.


" Mama ini gimana sih, masa bilang nggak setuju kalau abel dimasukan.ke klinik psikiater." Kata jose purnomo, kepada istrinya nyonya ratih.


" Papa itu gila, gila. Ibu mana yang setuju anaknya dimasukan.kerumah sakit jiwa. Ibu Mana pa, ibu mana pa. "


" Iya tapi ini semua demi kebaikan abel ma. " Kata tuan jose purnomo.

__ADS_1


" Tapi mama tetap nggak setuju, titik. Dan, kalau abel sampai masuk klinik rumah sakit Mama lebih baik pergi dari jakarta, sekalian Mama pergi dari indonesia. Mama, nggak sanggup lihat abel dirumaah sakit jiwa. " kata Nyonya ratih.


" Hah, terserah mama. Yang pasti, kalau abel Tidak sembuh, dalam waktu seminggu ini papa Akan masukan abel ke klinik. Papa nggak mau Kehilangan abel, so ini yang terbaik. Kata tuan Jose purnomo. Sambil berjalan meninggalkan Nyonya ratih dan anggri.


" Lihat, nggry papa kamu egois banget. " Kata, Nyonya ratih.


" Ma, sabar. ma. Mama nggak perlu sampai bertengkar dengan papa. " kata anggri.


" Gimana nggak bertengkar, adik kamu mau Dimasukin ke psikiater. Ya jelas, mama nggak Rela. Kamu pikirkan nggak perasaan mama. "


" Iya, anggri paham ma. paham, sekali. Tapi, pliss mama jangan bertengkar sama papa." Kata anggri.


" Mama nggak akan bertengkar, kalau papa Kamu mau merubah keputusaanya memasukan Abel, keklinik psikiater. Udah, ah mama mau ke Kamar adik kamu, mama mau lihat keadaanya. Kata nyonya ratih, sambil berjalan berlalu Meninggalkan anggri. ( Bersambung) □■□■

__ADS_1


__ADS_2