
🎻🎻🎻🎻
Dengan diapit kakak dan kakak iparnya, abel Melanglah keluar kamar menuju ruang tamu Rumah. Tampak para tetamu undangan dan Papa mamany sedang menatap ke arahnya. Dilangkahkannya kakinya yang terbalut highells Pink perlahan ditengah tengah pandangan Orang yang menatap kearahnya.
" Kamu cantik bamget sayang, kata mama dan Papanya serempak sembari berjalan mendekat Ke arahnya. Diambilnya tanggan papa dan Mamanya kemudian ia berjalan menuju tempat Yang sudah dipersiapkan. Ia mendudukan tubuhnya perlaham dengan dibantu kedua orangtuanya. Didepanya tampak penghulu Mengguankan jas abu abu, berkopiah dan Besurban putih.
Hatinya yang sedari tadi sudah berdetak kencang, kini kian kencang. Ditolehnya ke Kanan dan kekiri papa dan mamanya tampak Menenangkanya dengan terus menggengam Jemarinya. Usapan pelan dilakukan sang Mama, dibahunya. Sepertinya sang mama tahu Kegundahan yang ia rasakan. Ia terus menggengam tanggan kedua orangtuanya Dengan erat. Hingga tiba tiba. Penghulu didepanya mendadak melihat arloji yang ada Ditanggan beliau.
" Sudah 30 menit, tapi calon pengantinya kok Belum datang ya. Padahal 15 menit lagi saya ada janji ditempat lain," ucap pak penghulu.
Abel, menoleh ke arah mama dan papanya. Mama dan papanya tampak menggangukan Kepala menyuruh ia agar tetap tenang.
" Mungkin, macet dijalan pak. Kata papanya Kali ini. Soalnya calon menantu saya itu di Jaksel, " sementara kita ini dijakarta pusat kan Kata papanya.
Penghulu tersebut terlihat menarik napas,
__ADS_1
" Baiklah saya tunggu 10 menit lagi." kata Penghulu tersebut.
Abel pun terlihat menarik napas lega, ia yakin Rey akan datang. Nggak ada alasan buat rey Nggak datang. Akhirnya, abel pun menunggu Sepuluh menit tersebut dengan sabar. Hingga Sepuluh menit itu pun berlalu.
" Maaf pak, ini sudah sepuluh menit. Dan saya Harus segera pergi. Saya jugga punya pekerjaan lain." kata penghulu tersebut.
" Apa nggak bisa ditunggu, lima menit lagi pak." kata papanya kali ini.
" Maaf pak, nggak bisa. Saya sudah ada Kerjaan." Kata penghulu tersebut.
" Nah ini dia calon menantu saya, tunggu sebentar ya pak ustadz.
kata papanya abel Seraya menjawab telpon dari rey. Pak ustadz Pun memberhentikan langkahnya. Dan Membiarkan, papanya menggangkat telfon dari Rey.
" Assalamualaikum," jawab papanya abel.
__ADS_1
" Waalaikum salam mas jose, ini aku " kata Suara disebrang
" Iya, iya. Mas david brahmana, kalian dimana Dimana rey? " tanya, papanya abel.
" Anu mas, aku mau ngabarin kalau rombongan Kami mengalami kecelakaan mobil kami terbakar dan rey, rey meninggal ditempat. " kata Lelaki tersebut.
" Astafirullah, apa rey meninggal ditempat.?" tanya papanya abel.
Seluruh yang ada disitu tampak terkejut Mendengar kata kata papanya abel, tak terkecuali abel. Matanya basah, bibirnya bergetar. Abel berjalan mendekat kearah Papanya.
" Papa, rey. Rey meninggal pa, apa betul rey Kecelakaan trrus meninggal pa.?" tanya abel, Seraya menarik tangan sang papa.
" Sayang, kamu yang tabah ya nak. " kata papanya sambil memeluk tubuh abel, anak Perempuan bungsunya.
" Bagaimana mungkin abel bisa tabah pah, Bagaimana mungkin. Pernikahan ini terjadi Bukan maunya abel. Dan ketika abel mauin Rey malah meninggal, tepat dihari prrnikahan Kami. Abel nggak mungkin akan kuat, abel.Nggak mungkin tabah. " Kata abel yang Tampak trrisak dipelukan sang papa. Selanjutnya tubuh mungil yang dibalut Kebaya Warna pink tersebut jatuh tak sadarkan diri Dipelukan sang papa. Sang papa pun panik, Dan menyuruh anggry mengangkat tubuh sang Adik. Anggri pun menggangkat tubuh abel Kedalam kamar. ( Bersambung) □■□■
__ADS_1
■■□□■■