
di kediaman keluarga besar RAHMAN,
yg memiliki dua anak gadis, dan istri yg cantik, bernama Safira.
mereka sedang berkumpul di meja makan, melaksanakan Sarapan pagi.
"Eka, papa mau menikah kan mu degan keluarga Alexander, papa berharap kamu bersedia" ujar Rahman kpd anak pertamanya itu.
Eka yg lagi asik sarapan seketika tagan nya berhenti menyuapi makanan itu kedalam mulutnya.
"APA.....? AKU MAU DI JODOHIN, NO...NO..., KNP BUKAN ANA AJA PA,
/melirik ana, anak kedua Rahman, alias adik Eka.
"dengar kn dulu papa mu Eka" ujar Safira, ibu dari kedua anak itu.
"hey Lo kalo ngomong ngotak dikit dong, gue masih SMA, mana mungkin gue nikah" ujar ana
Ana' anak kedua dari Rahman memiliki tempramen yg nakal, cukup tomboy, dan tidak memiliki kesopanan pd siapapun termasuk kedua orang tua nya,
semenjak kakek ana meninggal dunia, Dy menjadi wanita yg sangat susah di atur. tutur bahasa yg di gunakan ana juga berbeda,
"aku ngk peduli, pah ana itu anak yg nakal, siapa tau setelah menikah Dy bisa berubah, dan lagi aku udah kuliah ,tinggal sedikit lagi aku mungkin bisa berkerja untuk membantu papa dan mama" ujar Eka
Rahman dan Safira saling melirik,
mereka berpikir bahwa saran dari Eka ada benarnya juga,
"gue ngk Sudi , heh Lo ngk usah pengaruhi mama papa, Lo yg mau di nikahin, ngk usah bawa-bawa gue" tegas ana.
"ana selesai makan temui papa di ruang kerja papa" ujar Rahman
Eka tersenyum , "rasain kamu, adik ngk tau diri,
"tapi-" blum selesai ana berbicara Rahman sudah meninggal kan meja makan,
"CK..." melirik Eka " dasar wanita penghasut"
Eka hanya tersenyum, karena Dy tidak ingin banyak berbicara dengan ana, sebab ana pasti tidak segan-segan memukulinya,
ana dan Eka setiap bertengkar pasti ana yg menang, karena ana orang yang nekat .
ana berdiri Dan meninggal kan meja makan.
"cih..... "sebelum pergi ana meludahi Eka.
"ANA....................A..." teriak Eka
Safira hanya bisa mengeleng kepala melihat tingkah anak keduanya itu, Dy tidak heran lagi, dan. berusaha menenangkan Eka.
"sudahlah, Eka, toh sebentar lagi ana Udah ngk di sini, kamu lebih baik ganti baju lgi, karena pakaian kamu udah terkena ludah nya "
"mah.. sampai kpn sikap ana seperti itu, ini udah ngk bisa di biarin mah.., tingkah ana seperti wanita ******" Eka berdiri dan juga meninggal kan meja makan.
* * * *
Seperti yang di katakan Rahman ana menemui papa nya di ruang kerja .
"pak Rahman sekali lagi gue bilang,
gue ngk mau di nikahin, apa lagi gue masih SMA umur gue18 thn" tegas ana
__ADS_1
"ANA... SOAPAN SEDIKIT BERBICARA DENGAN PAPA, AKU INI PAPA MU...DAN AKU TETAP AKAN MENIKAH KAN MU, DENGAN ALEX , TITIK.
"terus kalo gue ngk mau, Lo mau apa...??
plakk.... suara tamparan yg sangat keras.. Rahman refleks menampar ana,
seketika ana spontan memegang pipi kanan yg terkena tamparan.
"LO...berani nampar gue..."plotot ana dengan mata memerah yg ingin mengeluarkan air mata,
bagaimana tidak, senakal-nakal nya ana, tidak pernah terkena pukulan atau apapun itu,
"papa bingung , kamu itu udah kelewatan ana, kamu udah tidak memiliki rasa hormat mu lagi pada papa, dan tetap pada keputusan papa kamu akan papa nikahkan 2 hari lagi"
ana tidak berbicara lagi langsung meninggalkan ruang kerja Rahman dan menutup pintu dengan sangat keras .
pprraaakkk .....
Rahman langsung terduduk mendengar suara pintu di banting dengan keras
"bagaimana lagi aku harus mendidik nya, mungkin ini jalan satu-satunya untuk bisa merubah sikap nya itu," ujar Rahman.
* * * *
di kediaman Alexander , alex terlihat sedang memandanggi sebuah bingkai Poto.
"tenang saja , sebentar lagi dendam mu akan ku balaskan, dan kau pasti bisa tersenyum di atas sana.
Alex menaruh kembali bingkai Poto itu dan berjalan keluar,
saat Alex menuruni tangga ada seorang pria tampan menunggu nya di ruang tamu,
"bagai mana Andre , apa kamu sudah menyelidiki keluarga Rahman ,
Andre adalah tangan kanan Alex dan juga orang kepercayaan nya.
"baiklah, kamu urus semua mahar yg dia minta, berapapun itu, dan satu lagi, beri donasi kpd perusahaan nya yg hampir bangkrut....
"baik bos..
.
.
.
* * * *
Hari pernikahan.....
ana yg sudah mengunakan gaun pernikahan yg sangat mewah , membuat semua orang pangling,
bagaimana tidak, ana tidak pernah menggunakan baju yg peminim,
biasanya ana berpakaian seperti pereman dan laki-laki.
"kamu sangat cantik sayang, " ucap Safira.
"tangks " balas ana
Safira tidak merasa Heran dan jangal, Dy sudah terbiasa dengan sikap ana, yg seperti itu.
__ADS_1
"ya sudah mari kita turun dan temui calon mu, " ucap Safira sambil tersenyum
" baiklah "
keduanya pun keluar kamar dan menuruni tangga untuk menemui sang mempelai pria nya.
"cih sok cakep banget, dasar lelaki tua"
batin ana
memang benar , umur mereka sangat beda jauh, ana masih 18 Thun dan Alex 32 tahun.
........
setelah pernikahan selesai , ana hendak kembali ke kamar nya namun Eka menghalangi langkah nya
"ET...tunggu kamu mau kmn? " ucap Eka
"ya tidur lah, ke kamar gue, emang mau kmna lagi" ucap ana yg bingung
"kamu ngk pernah liat org nikah apa? setiap orang yang udah nikah bakal ikut suami nya plng, dan rumah ini bukan rumah mu lgi" cetus Eka
"apa Lo bilang ....
Safrina dan Rahman menghampiri mereka yg sedang berdebat,
"ada apa ini..." ucap Safrina
"ini mah, aku blng Dy harus ikut suaminya , malah Dy marah dan mau mukul aku.." ucap Eka
"sayang ana. benar apa kata Kaka mu , kamu harus ikut suami mu plng, kerumah nya," ucap Safira
"WHAT'S..........? " ana yg kaget langsung menoleh ke pada papa nya
"apa maksudnya ini, Lo ngk bilang kalok gue harus ikut suami yg tua itu" cetus ana
"sudah-sudah kamu jangan banyak bicara ana, kamu ngk pernah bertanya apapun PD papa"
"tapi- ucapan ana terpotong karena suami nya menghampiri mereka,
"ada apa ini, sekarang ayo kita pulang " cetus Alex dingin.
"gue ngk mau ikut Lo, Lo aja yg plng Sono.
Alex menggeram dan menyuruh beberapa anak buah nya menyeret ana ke mobil ,
"woy.. ap ini, jangan tarik-tarik gue, gue bisa jalan sendiri...
ana yg udah di bawa paksa oleh anak buah Alex ke dalam mobil, meninggalkan mereka,
"by..anak kasar.."ucap Eka
"tu..tuan Alex saya titip anak saya" ucap Rahman gugup
alex tersenyum tipis , dan membalas ucapan rahman
"dy mulai sekarang bukan anak mu lagi"
cetus alex, dan pergi meninggalkan Rahman yg masih menjawab.
"baik ...tu..an"
__ADS_1
.....
bersambung.......