
ana tercengang melihat pintu yg di tutup secara kasar..
"busettt, anji*Ng, baiklah jika gue minta ijin gk di ijinin , mari kita lihat bagaimana gue keluar dan pulang untuk mengambil baju2 gue,"
ana akhirnya menunggu Alex untuk pergi, tak lama kemudian Alex meninggalkan kediaman nya untuk melakukan urusan penting,
"yes dia udah pergi, saatnya ague keluar dari sini" ucap ana sambil mengintip keluar kamar
ana akhirnya terpaksa menggunakan pakaian yang di belikan Alex, krna tidak mempunyai pilihan lain.
"CK.. terpaksa deh gue pake ini , aiss baiklah, walau terlihat aneh ,menurut ku lumayan" ana berbicara pada diri nya sendiri melalui cermin
sebenarnya ana terlihat begitu sangat cantik mengunakan pakaian peminim dan seksi, tapi.. anak nya aj yg ngk pede krna ngk pernah.
akhirnya ana keluar kamar, dan menuruni tangga, di ruang tamu terdapat beberapa pelayan,
saat ana melangkah kn kaki keluar salah satu pelayan menghentikan langkahnya.
"nyonya mau kmna...? " tnya pelayanan sambil menunduk
"ohh gue mau pulang , ambil baju, ponsel, dll" cetus ana
"tolong nyonya ttp di rumah, ntik jika tuan tau kami bisa di marah, "ucap pelayan ketakutan
"tenang aja, gue plng cepat, sebelum bos Lo balik gua udah d rumah,
byeeee.....
ana tidak mempedulikan perkataan para pelayan dan langsung pergi.
ana menggunakan salah satu mobil Alex yg terparkir, karena ada 2059 jenis mobil berbeda-beda.
"buset ini mobil atau kecoa banyak amat" ucap ana Heran
ana menyuruh salah satu anak buah Alex untuk mengambil kunci mobil, yg dengan berat hati anak buah Alex menurut to permintaan ana.
di perjalanan..
ana membawa mobil dengan kecepatan tinggi, dan dengan sesuka nya menerobos lampu lalu lintas.
tak butuh waktu lama buat ana sampai di kediaman keluarga Rahman
kediaman keluargaRahman
"akhirnya gue sampe juga," ucap ana dengan wajahnya yang lega
rumah keluarga Rahman memang sederhana, berbeda dengan istana Alex
ana langsung masuk tanpa menyapa siapa pun, semua keluarga tercengang melihat kedatangan ana , Rahman dan yg lain menghampiri ana
"kamu datang kesini dengan siapa, " tnya Rahman
"sendiri" cetus ana
"terus suami kamu di mana nak?" tnya Safira
"ngk tw" cetus ana singkat
"heh kmu mau ngapain kesini , rumah ini tu udah ngk terima kamu" cetus Eka
yg membuat ana muak dan memukul wajah eka dengan kasar
bukk...
"awww..."ringis Eka kesakitan
"ANA..... " bentak Rahman
__ADS_1
tanpa mempedulikan siapapun ana masuk dan pergi menuju kamar nya.
sesampainya di kamar...
"akhirnya gue bisa kembali ke istana gue, uhh, gue haru cepat ganti baju, males banget pake ini baju, ngk cocok tau.."
ana segera mengganti pakaian nya
setelah siap berganti pakaian , ana menghubungi salah satu teman nya, bukan teman si, melainkan anak buah nya.
saat menelpon tidak butuh waktu lama untuk ana menunggu Jawaban
"hallo bos, kau kmna saja, mengapa kami sulit menghubungi mu" ucap anak
buah ana
"sudahlah gue banyak urusan kmrin, sekarang gue mau ngasih Lo tugas, namun .. Lo harus mengerjakan nya dengan hati-hati aysi." perintah ana
ana sebenarnya juga salah satu bos mafia terkejam, namun keberadaan nya tersembunyi tidak bnyk yg mengetahui hal itu, dan aysi adalah tangan kanan ana atau orang kepercayaan ana,
"tugas apa bos, ? "tnya aysi
"selidiki Alexander dan nti data2 nya akan gue kirim, gue butuh cepat" tegas ana
"baik bos, lalu bos kpn punya waktu untuk datang ke markas ada hal penting yg mau kami diskusikan" tnya aysi
"hal penting apa???" ana
" mengenali senjata tersembunyi bos" aysi
"baik nti gue akan usahakan bisa datang," ana
"baik bos"
Ana langsung menutup telponnya dan membawa beberapa pakaian nya , untuk kembali ke istana Alex
Rahman menghampiri ana kembali,
"kamu udah mau plng ana..? kamu ngk mau makan dulu, mama mu udah masak buat kamu ,"ucap Rahman tulus
"sorry ngk sempat ," ana langsung pergi tanpa pamit..
"dasar anak ngk tau diri, tingkah nya makin kesini bukan makin berubah tapi makin menjadi-jadi " omellan Eka
"sudahlah Eka, mungkin adik mu masih kesal dengan pernikahan nya, biar kn saja, " ucap Safira menenangkan Eka
"mengapa dengan bibirnya yang terluka" tnya Rahman
"mungkin dia berantem lagi dengan salah satu Anji*g di luar " cetus Eka
"hussss ngk mungkin, karena tuan Alex tidak akan memberikan ana bisa bebas seperti di sini" ucap Safira
.
.
.
setelah mengambil baju2 dan yg lainnya ana, segera kembali ke kediaman Alexander.
Istana Alexander
Alex sudah menunggu ana dengan wajah yg marah di dalam kamar.
"semoga aja si tua blum pulang., soalnya bertanya pada pelayan pada diem semua.." gumam ana sambil memegang kenop pintu kamar.
__ADS_1
ckrekkk
Alex yg menunggu di belakang pintu juga mendengar kan gumaman ana,
"eh... pak tua, he..he. kok aku kyk anak SD yg hbis ketahuan mencuri ya.. mampus muka nya serem banget lagi, apa Dy mau nyiksa gue lagi...?
"dari mana kamu" melihat koper dan beberapa barang aneh menurut Alex
"ambil baju, kn gue udah bilang td , gue ngk suka baju yg Lo beli itu semua bukan gaya gue
Alex tanpa berkata-kata lagi menarik lengan ana dan mengunci pintu,
"kamu benar-benar wanita liar, aku akan menghukum mu" ucap Alex kasar
"hukuman apa yg bakal gue terima , laki-laki ini seneng banget nyiksa gue" batin ana
Alex menghempaskan tubuh ana di atas ranjang, dan membuka seluruh pakaian ana
"Lo...Lo mau apa..?
tanpa peduli pertanyaan ana Alex langsung ******* bibir manis ana..
"ummmmhhh...
ana berusaha memberontak namun kekuatan nya tidak cukup untuk menahan Alex
MLM ini malam yg panjang buat mereka berdua...., Alex menghukum ana di atas ranjang .
skip ....
pagi
ana terbangun dari tidurnya ia berada ada sesuatu yg berat di atas tubuh nya, yg ternyata Alex memeluk ana.
"CK, dasar lelaki tua mesum, kesucian gue benar-benar hilang sekarang...!!"
Dengan kasar ana menendang Alex sampai terjatuh di bawah tempat tidur..
bukk
"aduhhhhhh...." ringis kesakitan Alex
Alex langsung bangkit dan berdiri di samping ranjang.
"mengapa kau menendang ku...? " tnya Alex
"karena Lo lelaki mesum"..
Alex tidak menghiraukan jawaban ana, Alex langsung masuk ke kamar mandi, membuat ana emosi dan berteriak-teriak
"dasar lelaki tua , Anji*Ng, berengsekk, (memaki Alex )
alex mehentikan langkah nya dan kembali menemui ana
"kau bicara ap barusan...!!! " (nada tak suka)
ana langsung terdiam melihat wajah Alex yg marah mata yg melotot hpir kluar.
"oh itu lupakan saja , gue ..gue..(ucap pan terpotong
"sekali lagi aku dengar kau berkata kasar, aku tidak segan-segan melakukan hal yang semalam lgi "(nada mengancam) satu lgi, aku ingin kau berbicara sopan , tidak mengunakan bahan Lo, gue, Lo, gue paham...!!
dengan cepat ana mengangguk....
.
* * * *
.
__ADS_1
bersambung.......