"DENDAM MAFIA KEJAM"

"DENDAM MAFIA KEJAM"
Bab :4. mencari tau kebenaran ana


__ADS_3

setelah selesai mandi, Alex melihat ana yg tertidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya,


"siapa sebenarnya kau, lalu mengapa kau tingal bersama Rahman, dan ap kau...? " begitu banyak pertanyaan Alex yg memenuhi isi kplany


setelah itu Alex bersiap dan


pergi ,menemui Andre,


* * *


RUANG KERJA ALEX.


Andre datang menemui Alex yg menunggu nya sedari tadi ,


"ada apa bos memanggil ku? " tnya Andre


"aku ingin mencari tahu, apa kah ana anak rahman atau bukan??" cetus Alex


"maksudnya bos " Andre masih belum mengerti


"cari tau informasi mengenai ana, dan keluarga Rahman, mereka memiliki hubungan apa , lalu anak Rahman yg dulu berpacaran dengan Lucas itu siapa?, bukan kah anak Rahman cuma 1, dan istri nya tidak bisa memiliki anak lagi lalu ana siapa? coba kamu cari tau, aku ingin segera mengetahui nya secepat mungkin" perintah Alex


yg langsung di Turuti oleh Andre.


* * *


KEDIAMAN ALEXANDER


PAGI :


ana yg tertidur , mulai membuka kelopak mata nya, tubuh nya yg terasa sakit, membuat ana tidak sanggup bergerak,


"seluruh tubuh gue hancur, sakit, dasar bajingan lelaki tua berengsekk, " cetus ana


ana berusaha bangun dan berjalan perlahan menuju kamar mandi,


"dasar lelaki tua tidak tau diri, sekarang gue harus gimana, gue tidak memiliki pakaian, dan Dy tidak membawa pakaian gue ksini , apa yg harus gue pakai."


malaas berpikir panjang ana segera mandi dan keluar menggunakan handuk,


"bodo amat lelaki tua itu mau marah atau gimana, siapa suruh tidak membawa pakaian gue."


ana mengambil kemeja putih Alex dan mengenakan nya, ana terlihat sangat seksi mengenakan pakaian kemeja Alex yg hanya menutupi tubuh nya hingga bokong nya.


tak lama kemudian Alex datang membuka pintu kamar ,


krekkk


ana spontan lari masuk keselimut dan menutup tubuhnya hingga leher nya,


"ada apa dengan mu, mengapa kau berlari saat melihat ku " tnya Alex


"MMM itu gue,, hanya kedinginan , iya " cetus ana canggung


Alex mendekati ana, dan duduk di samping ranjang


"ada apa ? lo jangan dekat2 , ana repleks minggir dari duduk nya ,


sementara itu alex semangkin mendekatkan tubuhnya dengan ana,


dan mengibaskan selimut yg di kenakan ana.


ana yg duduk secara meringkuk Langsung turun dari atas ranjang dan berdiri ,


"seperti nya kau sangat menyukai pakaian ku "ucap Alex dengan memicingkan kedua matanya menuju tubuh ana.

__ADS_1


"hey Lo jangan ke geeran, siapa suruh Lo ngk bawa baju gue dari rumah, jadi jangan salah hi gue yg pakek baju lo."


Alex baru teringat , Dy blum sempat mbeli pakaian ana, dan langsung segera menghubungi seseorang, .


"ada apa dengan lelaki tua itu" batin ana


setelah berbincang cukup lama, Alex kembali menghampiri ana,


"ayo turun, kita sarapan " ajak Alex


ana yg sedari tadi berdiri mematung di kagetkan dengan suara Alex.


"ohh gue ngk mau makan, gue mau balik ke rumah gue, " cetus ana


"sekarang ini undah menjadi rumah mu, dan kamu jangan coba coba untuk kembali kerumah mu yg dulu tanpa sepengetahuan aku" tegas Alex


"hey Lo lelaki tua, tidak berhak ngatur hidup gue, " cetus ana


Dengan senyuman jahil d Wajah Alex mendekati ana , dan mendorong tubuh ana merapat ke dinding kamar ,


"kamu mau nurut atau, sekarang kita selesaikan yg semalam sempat tertunda...? " ancam Alex


"gawat, " dengan cepat ana mendorong tubuh Alex menjauh dan ana segera mengangguk


" mengapa mengangguk , ap kamu mau melanjutkan yg semalam...? "tanya Alex


"Bu..bukan itu maksud gue, gue mau sarapan, "ucap ana yg gugup


Alex memperhatikan tubuh ana yg banyak luka lebam dan bibir yg sedikit terluka, kaki yg banyak luka-luka, akibat perlakuan nya kmrin ,


"wanita ini benar-benar , bukan seperti wanita pada umumnya, luka-luka yg di tubuh nya itu bukan luka ringan melainkan luka yg cukup parah, namun Dy tidak meringis sakit atau apapun"


batin Alex


"WOY JADI SARAPAN NGK?" bentak ana


"kau berani membentak ku, apa kau tidak tahu siapa aku...? "ucap Alex


"heh gue tidak peduli siapa Lo, gue sekarang ini lapar banget, " cetus ana


akhirnya Alex pun berjalan duluan menuju ruang makan yg di ikuti oleh ana di Balkang nya


.


.


meja makan


sesampainya di meja makan, ana bengong melihat begitu banyak makanan, dan melihat banyak pelayan yg berdiri seperti patung d Blang kursi meja makan.


"sampai kapan kau hanya menatap makanan dan Pelaya itu" cetus Alex


ana terkejut dan langsung duduk di depan Alex,


"wow banyak banget makanan nya, ini cuman kita aja yg makan?? " tnya ana


"em, "Alex melahap makanan nya dengan perlahan


sedangkan ana makan tidak mengunakan sedok, dan duduk seperti lelaki, satu kaki naik ke atas kursi


Alex menatap ana heran,


"kau itu lelaki atau perempuan, tingkah mu seperti orang kampung, turun kan kaki mu itu ,:" ucap Alex


"hey gue udah biasa begini jadi sulit untuk di ubah, lagian Lo ngk terganggu juga kn" cetus ana

__ADS_1


Alex Hanya bisa mendengus kesal, dan pergi meninggalkan meja makan


ana melanjutkan makannya dengan lahap, dan ana menatap para pelayan d situ.


"kalian tidak ikut makan...?"tnya ana pada para pelayan


pelayan hanya diam dan mengeleng.


"mereka seperti tuli dan bisu" batin ana


.


.


selesai makan ana menghampiri Alex,


yg sedang berbicara kpd salah satu anak buah nya,


"WOY ORANG TUA...!! "panggil ana


Alex membalik kan badannya melihat asal suara,


"wanita ini benar-benar..." alex mengeram kesal...


"seperti yg ku katakan tadi, kamu boleh pergi" ucap Alex menyuruh anak buah nya pergi,


Alex menghampiri ana ya berdiri dari jauh,


"berani sekali kau memanggilku tua...!


"jika tidak gue harus manggil Lo ap? hah.!!,


"KAU...!!!! , ada apa memangil ku." geram Alex..


" mm ijin kn gue pulang, untuk mengambil beberapa pakaian dan alat2 gue! " cetus ana


Alex tidak menanggapi ana, dan pergi meninggalkan nya,..


"WOYYY GUE MASIH NGOMONG...!!!


ana mengikuti langkah Alex, menuju kamar,


sesampainya di kamar, Alex langsung masuk ruang pakaian yg di ikuti oleh ana, kamar Alex sangat lah luas, dilengkapi sofa, kamar mandi, ruang pakaian dan tv, seketika itu ana tercengang melihat begitu banyak pakaian wanita,


"hey Lo udah pernah nikah ya sebelum nya , ini pakaian siapa banyak banget " cetus ana .


"ini pakaian untuk mu, jadi kau tidak perlu pulang ke rumah mu yg dulu, kau mengerti!!! "


ana mengelilingi baju2 itu dan satu pun tidak ada pakaian yg dia sukai


"gue tidak suka baju2 ini, ini terlalu peminim dan seksi" cetus ana


Alex menatap tajam ana ,


"kamu jangan banyak bicara, aku tidak bilang kalau aku mau menuruti kemauan mu, terserah mau kau apakan baju itu"


Alex langsung pergi dan mebanting pintu kamar dengan keras


prakkkk


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung......


__ADS_2