
ana dan Alex masih membahas tentang Lucas dan Eka, saat Alex bertanya pada ana apakah ana mencintai Lucas atau tidak , ana benar-benar binggung ingin menjawab apa, jujur saja dia tidak tahu apa itu cinta.
"apa maksud dari pertanyaan mu? " ana balik bertanya
"kau menceritakan Lucas seakan-akan kau sangat mengerti dy, karena itu aku bertanya apa kau mencintai Lucas?" Alex bertanya kembali
"kurasa aku tidak mencintainya, aku Hanya merasa kasihan pada KK Lucas, dan aku sudah menganggap nya seperti KK aku sendiri, jadi mana mungkin aku mencintainya" cetus ana
ntah mengapa wajah Alex yg tdnya tegang , saat mendengar pernyataan ana menjadi rileks.
"sudahlah, jadi mengapa kau ingin mencari tahu informasi tentang Eka..?" tnya ana dengan penuh selidik
"bukan urusan mu" (meninggalkan ana)
Alex pergi meninggalkan ana, yg masih ingin bertanya banyak hal.
"dasar peria tua," cetus ana.
.
.
beberapa Minggu kemudian....
pagi 6:09
saat ana terbangun dari tidurnya tiba-tiba saja ana merasa mual. dan dengan cepat berlari ke kamar mandi.
"uuuekk..ueekk..ueekk (suara muntah ana)
"duhh mual bnget rasanya , kpla ku pusing banget," gerutu ana yg masih di kamar mandi.
Alex yg masih tertidur seketika bangun dan menghampiri ana ,
"ada apa ...? apa kau merasa kurang enak badan? " tnya Alex
"ntah lah, aku merasa pusing dan mual, "
"ya sudah kamu kembali istirahat, nanti aku akan menghubungi dokter kepercayaan ku"
ana Hanya mengangguk dan perlahan kmbali ke ranjang dengan di peganggi oleh Alex.
setelah beberapa saat, dokter yg di hubungi oleh Alex pun sampai, dan memeriksa ana.
"kpn terakhir kali kamu haid..?" tnya dokter
"MMM ntah lah aku lupa, kurasa sudah lama" jawab ana santai..
saat itu Alex tidak ada di dlm kamar, Alex sedang menerima telpon dari seseorang.
dokter memberikan tesfack kpd ana,
wajah ana terlihat binggung.
"ini maksudnya apa dok .?" dengan binggung ana bertanya
"saya merasa kamu seperti nya hamil, tp ini hanya perkiraan saya saja, kamu boleh tes saat pagi hari," jelas dokter
__ADS_1
tak lama kemudian dokter pamit dan pulang, meninggalkan ana yg kebingungan dan melamun
"hamil...apa benar aku hamil (meneganggi perut)"
Alex kembali ke kamar, saat dia melihat ana yg sedang melamun langsung bertanya.
"ada apa..? apa ada yg serius..? apa penyakit mu berbahaya? dokter blng apa tadi,?" Alex banyak mengeluarkan pernyataan..
ana hanya menatap mata indah milik Alex "apa jika aku hamil, kamu mau menerima anak ini, aku takut, aku blum siap, apa aku harus memberi tau kamu?"
ana berbicara dalam hati nya
"bukan masalah besar, aku Hanya masuk angin biasa, sudalah, aku mau istirahat, kamu keluar saja" cetus ana
"baiklah kalau begitu" Alex pun meninggalkan ana dan pergi , mungkin pergi ke markasnya atau kantor nya.
...
saat sendiri ana kembali melamun,
"dari pada aku mikirin hal yg belum pasti lebih baik aku pergi ke markas,
...
markas black roses
saat tiba di dlm markas , ana langsung menuju ruangan nya, dan mengambil senjata yg dia curi dari Alex.
"senjata ini begitu berkilau, dan mematikan, aku bingung mengapa Alex menciptakan senjata yg sangat berbahaya ini"
"bos , kebetulan sekali kamu datang, ada hal penting yang harus aku sampaikan"
"hal penting apa, ? tnya ana penasaran.
"sepertinya ada yg membocorkan keberadaan kita bos, karena salah satu mata-mata yang aku kirim ke markas Alex , menyampaikan bahwa Alex dan anak buahnya ingin menyerang secara diam-diam markas kita, jadi apa yang harus kita lakukan bos?" tnya aysi dengan wajah berani.
"benarkah,,? kita harus segera pergi dari sini dan menuju markas kedua, aku rasa markas kedua tidak akan ada yg mengetahui nya, (tersenyum licik)"
aysi yg mengerti maksud dari ana langsung pergi dan memerintahkan anak buahnya untuk bersiap dan pergi.
tak lama kemudian mereka sampai ke Markas kedua.
markas kedua black Roses
berbeda dengan markas sebelumnya, markas kedua ini , terlihat lumayan, dari luar, namun ttp saja di dalam nya begitu memukau seperti istana.
ana yg kelelahan tertidur di kamar pribadi nya, tak ada satu orangpun yg berani membangunkan nya.
....
sementara itu, Alex dan beberapa anak buahnya termasuk Andre ,telah sampai di markas black Roses yg sebelumnya.
namun sayang Alex harus kecewa , karena mereka telah berpindah tempat.
"SIALAN..." upat Alex
__ADS_1
"sepertinya mereka tau kita akan datang bos" ujar Andre
"sialan, ternyata mereka benar-benar cerdik, aku semangkin penasaran siapa pemimpin wanita itu? " tnya Alex dengan penuh keingintahuan.
"menurut informasi yg saya dengar, wanita itu masih muda, dan cantik, juga banyak sekali kelompok mafia lain yg ingin berkerja sama dengan nya, karena kecerdikan ny, dan keahlian nya dalam bertarung, namun tidak ada satu pun dari kelompok mafia itu dapat menemukan keberadaan nya., karena itu mereka. menyebutnya wanita misterius." jelas Andre .
"WANITA MISTERIUS, TUNGGU SAJA AKU PASTI AKAN SEGERA MENEMUKAN MU, DAN MEMBAWA KEMBALI MILIKU YG KAU CURI" ancam Alex sambil berteriak.
malam hari pun telah tiba, ana tertidur cukup lama, lupa bahwa dia harus kembali ke rumah Alex ,
"duhh mengapa aku bisa ketiduran begini, bagaimana caranya aku menjelaskan pada alex, gawat"
ana dengan segera bersiap dan pergi, saat menuruni tangga aysi berpapasan dengan ana.
"maaf bos, mau kmna? kelihatannya buru-buru sekali" tnya aysi
"kamu mengapa tidak membangunkan ku aysi, aku sudah terlambat pulang" dengan cepat ana berlari meninggalkan aysi yg masih ingin bertanya, dan binggung
"terlambat pulang..., tidak biasanya bos sepanik itu , biasanya bos tidak peduli dengan keha watiran keluarganya,.
ana blum menceritakan tentang pernikahan nya dengan Alex kpd aysi.
di perjalanan.....
"
"bagaimana ini...??,
tiba-tiba saja ponsel ana berdering, ana melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Alex.
ana segera memberhentikan mobilnya, di jalan sepi dan turun dari dalam mobil.
"aku tau , apa yg harus aku lakukan (senyum licik ana)"
ntah apa yang di lakukan ana, dia membocorkan salah satu ban mobilnya.
"beres , ana kau memang pintar" ana memuji dirinya sendiri.
lalu ana menghubungi Alex. dengan cepat Alex mengangkat telpon nya.
"DI MANA KAU.?, terdengar suara keras dari dalam ponsel ana.
"aku berada di tengah jalan, mobil ku tidak sengaja menginjak paku," ana berpura-pura sedih
"kirim lokasi mu sekarang, aku akan segera kesana" ucapan Alex yg langsung mematikan ponselnya dan bersiap untuk menjemput ana.
"syukurlah, sepertinya lelaki tua itu percaya , sekarang aku tinggal mengirimkan lokasi ku "
*
*
*
bersambung......
__ADS_1