
beberapa hari kemudian, ana sedang duduk santai di ruang tamu sambil membaca sebuah majalah,
"cantik bnget gue jadi kepingin, ini baju benar-benar gaya gue, (melihat beberapa pakaian seksi wanita ala mafia).
ana terus melihat-lihat majalah tanpa sadar Alex di hadapan nya,
"wanita ini benar-benar mengabaikan keberadaan ku !!! " gumam alex
"EHEM....(Alex berdehem)
ana hanya menoleh, dan berkata singkat
"ada apa? "
"berani sekali kau mengabaikan ku!!,
/alex
"lalu aku harus bagaimana menghadapi mu...? /ana
"KAU.....!!!! (suara meninggi)" /Alex
ana berdiri menghadap pd Alex ,
"IYA....AKU .., KNP...? ( ana,ikut suara meninggi)
"aku tidak habis pikir kenapa , tidak kah kau memiliki rasa takut kpd ku walau sedikit??? " tnya Alex
"dengar tuan Alexander aku tidak pernah memiliki rasa takut sedikitpun pada siapapun, termasuk kamu, (menunjuk-nunjuk dada Alex) "
setelah itu ana berbalik ingin meninggalkan alex , namun dengan cepat Alex mengangkat tubuh ana ke pundak nya , dan membawa ana ke kamar,
"turun kan aku Alex, turun (memberontak)
kamar..
Alex menghempaskan tubuh ana ke atas ranjang dan kembali untuk menutup pintu kamar.
"kau mau apa.? " tnya ana dengan wajah marah,
"aku ingin kau melayani ku.!! " Alex dengan cepat melepas semua pakaian nya
"tapi ini , ini masih siang..." ucap ana gugup
"aku tidak peduli...!!!, cetus Alex.
akhirnya dengan terpaksa ana melayani Alex , walau ana juga menikmati nya, 😅
beberapa jam kemudian, setelah mereka berdua habis bertempur di atas ranjang, dengan penuh keringat , ana tertidur karena kelelahan.
Alex menatap wajah ana,
"saat kau tidur, kau benar-benar Persih seperti wanita pada umumnya, tidak seperti ana yg ku kenal , wanita bar-bar,
(tersenyum sambil mengelus rambut panjang ana) /Alex
tak lama kemudian ana terbangun dari tidurnya, saat membuka mata, ana langsung melihat pemandangan dada telanjang milik Alex, dan Alex yg tengah menatapnya.
"kau, knp kau tidak membersihkan tubuh mu, dan pergi..? " cetus ana
"kau mengusir ku..? (menyipitkan matanya) /Alex
ana membulat kan mata nya, dan langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi,
__ADS_1
Alex sedikit terkekeh melihat ana yg berjalan dengan membawa selimut.
"buat apa kau menutupi seluruh tubuh mu, aku sudah melihat semuanya tanpa terkecuali" ujar Alex
ana tidak mempedulikan perkataan Alex dan segera mandi.
beberapa saat kemudian ana keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk yg hanya menutupi dada hingga lutut.
"gunakan baju ini (memberikan paperbag) , dan MLM ini kau harus menemani ku untuk memenuhi undangan." tidak menunggu Jawaban dari ana, Alex langsung berjalan menuju kamar mandi.
ana yg sedari tadi hanya diam , karena melihat Alex dengan santainya berjalan menghampiri nya tanpa menggunakan pakaian sehelai benang pun, dan memberikan paperbag ketangan ana.
saat Alex sudah menutup pintu kamar mandi, ana sontak kaget, dan sadar.
BAMM...(suara pintu kamar mandi tertutup)
"aiss, apa dia tidak punya malu sedikit pun, mengapa dia dengan santai berjalan menghampiri ku, tanpa menggunakan pakaian, atau penutup tubuhnya, aiiss , dasar lelaki mesum...."
(ana mengomel di dalam hati)
setelah mengomel ana membuka paperbag dan melihat baju yg sama persis seperti yang di majalah ,
"WAOOWWWW. ini menakjubkan" ucap ana dengan penuh kekaguman...
ana segera berdandan dan menggunakan pakaian yg di berikan Alex.
.
.
.
.
Alex menyapa pemilik acara pesta dan memperkenalkan istri nya,
beberapa saat kemudian, ana merasa haus dan pergi mengambil minuman,
banyak sekali mata lelaki melihat ana, karena kagum akan kecantikannya,
"wanita yg benar-benar cantik dan seksi, aku harus mendapatkan nya " ucap salah satu peria undangan di St,
tak sengaja Alex mendengar nya, dan langsung menghampiri ana,
"mengapa kau lama sekali mengambil minuman?? " tnya Alex dengan nada halus
"sabarlah tuan, saya juga ingin menikmati pesta ini, cetus ana
Alex mles berdebat dengan ana, langsung menarik pergelangan tangan ana, dan berbisik "kau tidak boleh jauh-jauh dari ku"
ana pun hanya bisa mendengus kesal.
saat ana dan Alex sedang asik menikmati pesta, tiba-tiba saja ada seseorang yg menikam perut Alex dari depan.
"AKKKHHHCCCCC "
ana sontak terkejut melihat kejadian itu, dan langsung membawa Alex ke rumah sakit.
.
.
HOSPITAL...
__ADS_1
setelah Alex sampai di rumah sakit, dokter pribadi Alex langsung merawatnya dengan baik, menjaid beberapa jaitan,pd luka di perut
setelah beberapa saat kemudian, Alex di pindahkan ke ruang rawat VIP
ana yg sll setia menunggu di samping ranjang Alex ,
Alex yg tak kunjung sadar dari pingsan mbuat ana sedikit khawatir.
"knp Dy blum sadar, ap Dy mati...?, dan siapa yang berani menikam Alexander ,? " gumam ana
ana terus memperhatikan wajah Alex yg pingsan,
dan sesekali ana tanpa sadar mengelus pipi Alex
"kau tampan jika tidur begini, (mengelus pipi Alex) , coba saja kau bisa sedikit lembut PD ku, ,? ckk, itu hal yg tidak mungkin kau bisa lakukan ,
ana terus mengajak Alex bercerita, saat ana memperhatikan wajah Alex, tiba-tiba ana tergoda saat melihat bibir PING basah milik Alex,
"duhh knp bibir mu begitu imut, dan membuat aku pingin menciumnya"
sesaat kemudian Alex refleks mencium bibir Alex
"(mencium bibir alex) eummm
saat ana sedang mencium bibir PING Alex, tiba-tiba saja Alex membuka matanya , membuat ana sontak terkejut dan menjauhi Alex,
"AH, (terkejut dan ingin pergi) /ana
"(menahan tangan ana) mengapa kau berani mencuri ciumanku (menarik tubuh ana mendekati tubuh nya dan ******* bibir ana dengan penuh hasrat)
biasanya ana memberontak namun kali ini ana membalas ciuman panas Alex
cpkk..cpk...cpk...cpk (suara ciuman)
suara kecupan memenuhi kamar rumah sakit itu , beberapa saat kemudian ana merasa kehilangan oksigen memukul dada Alex. , Alex yg mengerti , langsung melepaskan ciumannya.
"bibir mu manis seperti biasa, " ucap Alex dengan suara yg parauh"
ana Hanya diam, karena dia lgi mengomel Li dirinya sendiri di dlm hati.
"ana mengapa kau seperti orang bodoh dan wanita jal*ng, mengapa kau berani mencuri ciuman, ckk bodoh,bodoh, bodoh, apa lagi kau mencuri ciuman Alex yg kasar, rasanya aku ingin hilang dari bumi ini, membuat aku malu..."
alex melihat pipi ana yg sudah memerah seperti tomat Mateng , seketika tersenyum
"mengapa pipi mu merah..?" tnya Alex dengan nada mengejek
"tidak kok, tidak merah , mungkin hawa nya panas " ana mengelakkan
"benarkah, setau aku AC nya cukup dingin, " jwb Alex
"ehh sudah lah, apa kau sudah merasa baikan" ana mengalikan pembicaraan, karena Dy benar-benar merasa malu,
"sudah, aku bukan orang yang lemah, hanya luka kecil , kau Jangan khawatir!" ucap Alex
"siapa yg khawatir...???" tnya ana , dengan alis yg naik
*
*
*
bersambung........
__ADS_1