"DENDAM MAFIA KEJAM"

"DENDAM MAFIA KEJAM"
Bab 16 : ngidam


__ADS_3

setelah Alex berhasil menenangkan ana hingga tertidur, Alex memutuskan untuk ikut tidur.


sore harinya ana terbangun.


"duh kok tiba-tiba kepingin pakek baju pengantin sih...?


Alex terbangun mendengar ana bergumam,


"ada apa? " tanya Alex


",MMM aku pingin sesuatu!!


"katakan, hmm pingin sesuatu apa?


"tiba-tiba saja aku pingin mengunakan baju pengantin"


Alex bingung dan heran,


"kamu ngidam kok aneh banget??


entah mengapa semenjak ana hamil, emosi nya susah terkontrol dan mudah marah-marah


"kalok ngk bisa nurutin ya udah, ngk usah bacod..!! ,💢


",iy udah kamu bangun trus mandi habis ini aku ajak kamu ke sebuah butik untuk cari baju pengantin" ajak Alex


"Oky.


setelah beberapa saat kemudian, ana telah siap dan Alex pun menempati janji nya, membawa ana ke sebuah butik.


...****************...


...BUTIK...


"ada yg bisa saya bantu tuan dan nyonya" ucap salah satu karyawan butik


"saya ingin melihat-lihat baju pengantin" jawab ana


"ohh sepertinya nyonya dan tuan akan menikah ya ? " tebak karyawan


"kami sudah menikah " cetus Alex


Jawaban Alex membuat karyawan perempuan itu binggung.


"maaf mbk, saya lagi hamil dan mengidam pingi mengunakan baju pengantin" jelas ana


"oooohh iy iy nyonya maaf saya tidak tau" sesal karyawan


setelah beberapa saat karyawan itu pun menunjuk kan beberapa koleksi terbaik baju pengantin di butik itu


"wahh aku suka yg ini (memegang baju pengantin yg sangat mewah)


"ya udah kita beli " suruh Alex


mereka pun memutuskan untuk membeli baju pengantin itu, setelah nya mereka langsung pulang karena ana sudah tidak sabar ingin mengunakan nya.


"ayoo cepat bawa mobilnya Alex" suruh ana


"iya iya, sabar "


"aku udah ngk bisa sabar...!"


"tadi Waktu karyawan itu suruh kamu pakai baju pengantin nya mengapa kamu menolak, sekarang kamu jadi tidak sabaran" omel Alex


"duuuh banyak bacod bnget, cepat bawa mobilnya "


setelah beberapa saat akhirnya Alex dan ana sampai di kediaman mereka.


ana langsung turun dari mobil dan berlari ke kamar


"ANA JAGAN LARI...!!! 💢💢


ana tidak menghiraukan Alex dan langsung mencoba baju pengantin yg baru dia beli.

__ADS_1


.....


setelah beberapa saat akhirnya ana selesai mengunakan gaun pengantin nya dan turun ke ruang tamu untuk menunjukkan nya pada Alex.


"Alex...!! " panggil ana


Alex langsung menoleh dan melihat istrinya yg sudah mengunakan baju pengantin .



"kamu benar-benar cantik ana 😍" puji Alex


pujian Alex membuat ana tersipu


"terimakasih "


"rasanya aku ingin mengulang hari pernikahan kita dengan mewah "ucap Alex


ana menjadi teringat bagaimana awal mereka menikah karena di jodohkan dan masih banyak kenangan buruk saat mereka baru menikah.


"aku cape, mau tidur " cetus ana


ana berbalik dan menuju kamar, melepaskan baju pengantin dan tidur.


...****************...


beberapa bulan sudah berlalu usia kandungan ana sudah mencapai 8 bulan , tingal menunggu 1 bulan lagi untuk menantikan kelahiran buah hatinya.


"mumpung masih pagi, aku ingin pergi melihat keadaan rumah ku dulu " ucap ana


ana pun meminta ijin Alex dan Alex awalnya tidak mengijinkan, tetapi akhirnya di ijinkan dengan syarat Alex yg mengantar ana, mau tidak mau ana menurut.


...****************...


KEDIAMAN RAHMAN


ana masuk lebih dulu dan langsung menuju ruang tamu, karena di situ tempat biasanya berkumpul satu keluarga itu.


"ana!!! " ucap Rahman


"sayang kamu hamil " ucap Safira


"hm begitulah " cetus ana


"sudah berapa bulan, knp kmu tidak pernah memberi kami semua kabar" ucap rahman


"palingan udah lupa sama kita, karena udah hidup enak dengan suami " cetus Eka


"diem lu" bentak ana


"wah..wah gue kira udah berubah, ternyata masih sama aja kelakuan kejam Lo masih ada" cetus eka


"memangnya yg ingin berubah siapa hah.." cetus ana


"sudah-sudah kalian berdua setiap bertemu pasti aja ribut " ucap Rahman


"aku sebel pa sama ni anak pungut " cetus Eka


perkataan eka membuat amarah ana naik dan menampar wajah eka dan menendang perut nya.


PLAKKK... BUKKK 👊.


"awww sakit "ringis Eka


"ANA ...!! ' bentak Rahman


"knp ? ap blum cukup biar aku tambahin". cetus ana


Rahman hendak menampar ana namun tangan nya tertahan oleh Alex.


"jangan pernah berani menyakiti istri saya" cetus Alex


"tu..tu..tuan Alex (gugup ) " Rahman

__ADS_1


"kamu salah paham nak, kami sedikit pun tidak ingin menyakiti ana, dia anak kami, cuma karena tingkah ana yg slalu seenaknya kpd KK nya membuat kami terkadang kesal " keluh Safira


"cih penjilat" cetus ana


ana langsung berlari menuju kamar nya dulu dan mengambil sesuatu di dalam lemari sebuah kotak kecil, setelah mengambil kotak kecil itu ana kbali ke ruang tamu.


"udah yuk, males lama-lama di sini."cetus ana


Rahma menarik pergelangan tangan ana dengan lembut.


"ana kamu tidak ingin makan dulu??


"tidak" cetus ana


Alex heran dengan sikap ana yg sama sekali tidak menyukai keluarga nya sendiri , padahal keluarga nya sangat baik dan terlihat sayang pada nya.


"aku binggung dengan ana? ada apa dengan nya dan keluarga nya sampai-sampai ana merasakan ketidaksukaan terhadap papa dan mama , termaksud Eka? " batin Alex


"nak kamu sudah lama tidak mampir, setidaknya kamu duduk atau mengobrol dulu dengan kami nak "saran Safira


Eka yg sedari tadi diam dan merasakan sakit akhirnya ikut bicara.


"kalok dia ngk mau ngk usah di paksa ma.pa toh dia kn cuma anak pungut." cetus eka


"DIAM " Rahman dan Safira serentak membentak Eka


"cih , (keluar)" ana


Alex hendak mengikuti langkah ana namun terhenti saat Rahman menahan tangan nya.


"(menaiki sebelah alisnya) ada apa?" cetus Alex


"maaf kan tingkah ana, jika dia terkadang berbuat semaunya , dia seperti itu karena kami yg -*terpotong


ucap Rahman terhenti saat ana kembali, dan menarik pergelangan tangan Alex dan membawanya keluar.


"ngapain si lama banget " cetus ana di pintu luar rumah


"tidak tadi papa kamu ingin bicara- *terpotong


"alah (masuk dalam mobil) ayo .."cetus ana


...****************...


beberapa saat kemudian ana dan Alex sampai di kediaman mereka.


ana Langsung berjalan menuju kamar, dan di ikuti oleh Alex.


Kamar:


ana membuka kotak kecil yg tadi di ambil dari rumah Rahman


yg isinya kalung liontin yg sangat indah.



saat ana membuka kotak itu terpancar cahaya dari dalam liontin itu membuat Alex menutupi kedua matanya.


setelah beberapa saat Alex menyesuaikan penglihatan nya dan mulut nya mulai terganggu,


"kalung itu..(menatap ana tidak percaya)


"ini kalung peninggalan kakek aku" cetus ana


Alex masih susah untuk berkata-kata.


sebenarnya ada apa dengan kalung itu, nantikan di bab selanjutnya..😁😁


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


bersambung.....


jangan lupa like dan vote 😘😘


__ADS_2