
Alex mendekati ana " aku tanya sekali lagi dari mana saja kamu?"
ana repleks mundur, sedikit takut dengan tatapan Alex, "aku...aku tadi tiba-tiba kepingin duduk di samping pantai, dan aku mencari mu ke mana-mana tapi tidak menemukan mu, dan juga aku tadi mencoba menghubungi mu namun kamu tidak mengangkat telpon ku"
"untung saja tadi aku mencoba menghubungi Alex, jadi aku bisa mencari alasan, dan pas banget Batere hp aku lowbat jadi jika Dy tnya aku bisa nunjukin hp aku yg kehabisan baterai"
Alex menatap ana penuh dengan kecurigaan, "ana kau tau aku sangat membenci pembohong...!"
"SUDAH AKU KATAKAN YG SEJUJURNYA, JIKA KAMU MAU MENYALAKAN ORANG SALAHKAN DIRIMU YG SUDAH MEMBUAT KU BEGINI, IHHH (berlari menaiki anak tangga menuju kamar)"
"ANA JANGAN BERLARI , ANA....(dengan nada keras)
Alex ikut menghampiri ana di kamar.
...****************...
KAMAR
ana duduk di sisi ranjang samb mengomel , dan di susul oleh Alex.
"mau ap lgi? mau marah, ? " tnya ana
Alex tidak menjawab pertanyaan ana dan langsung mendekati ana dan ******* bibir ana, membuat ana melotot kebingungan
setelah beberapa saat Alex ******* bibir ana, akhirnya alex melepaskan ciumannya.
"aku minta maaf, aku hanya tidak ingin terjadi hal buruk pada mu dan anak kita" ucap Alex tulus
"apa? Alex minta maaf?"
"aku mau mandi " cetus ana
secepat mungkin ana menuju kamar mandi.
"ohhh ada apa dengan jantung ku ini, berdebar sangat keras (memegang dada) huhhh debaran yg sangat aneh, aku rasa besok aku harus ke rumah sakit untuk mengeceknya" ucap ana di dalam kamar mandi.
...****************...
keesokan harinya, Alex tidak mengijinkan and untuk pergi, dan ana juga menurut, tidak seperti hari-hari sebelumnya ana pasti melawan.
PERUSAHAAN ALEXANDER
"bos Sasa kembali? " ucap Andre memberi tau Alex
"APA..? DI MANA SEKARANG DIA?"
"aku ras menuju kediaman bos"
"gawat ana ada di rumah sekarang ini, aku harus segera pulang (bersiap dan pergi)
"aku gimana?? (mengikuti Alex)
...****************...
KEDIAMAN ALEXANDER
ana sedang duduk santai di sofa ruang tamu dengan Majalah di tangan nya,
tiba-tiba saja seorang wanita masuk dan berteriak-teriak memanggil nama alex.
"ALEXX....ALEXX...Alex.." teriak wanita itu
__ADS_1
ana yg mendengar nya langsung menghampiri wanita itu.
"maaf Alex tidak ada " cetus ana
wanita itu melihat ana dari atas hingga bawah.
"siapa kamu? kepala pelayan ya?" tebak wanita itu
"kepala pelayan, apa wajah ku sangat cocok untuk pelayan??" batin ana
"cepat bawa koper ku ini, ke kamar Alex, aku cape banget, dan tolong buatkan aku minumman" ucap wanita itu
"maaf saya bukan pembantu" cetus ana
wanita tadi memicingkan mata nya dan mengkerut kan alisnya.
"lalu kamu siapa? ' tnya waktu itu
"aku nyonya Alex , alias istri Alex" ucap ana
wanita itu pun tertawa terbahak-bahak,
"hhhhhh kamu pikir aku percaya?? kamu bisa di pecat oleh Alex jika mengaku-ngaku, kau tau Alex tidak suka wanita lain selain diriku"
beberapa saat kemudian Alex tiba , wanita yang baru saja datang melihat kedatangan Alex langsung berlari kepelukan Alex.
"Alex....(memeluk Alex)"
"Sasa kpn kau kembali? " tnya Alex
"(melepaskan pelukannya) baru saja, tadi aku langsung mencari mu, tp kata pelayan mu itu (menunjuk ana) kau tidak ada" cetus Sasa
"iya tadi dia juga mengaku-ngaku sebagai nyonya Alex , mana aku percaya"
ana yg melihat tingkah kegenitan Sasa semangkin geram.
"mengapa rasanya aku ingin memukul wajah wanita itu, dan hati ku sangat tidak suka melihat nya memeluk Alex" batin ana
"sudahlah, sekarang kamu balik lagi ke Australia " suruh Alex
"mengapa?? aku mau tinggal di sini bersama mu? " Jawab Sasa
"tapi- (terpotong) " ucapan Alex terpotong
"sstt (menaru jari di bibir Alex)
aku tetep akan tinggal di sini Titik " ucap Sasa pinal
Andre yg melihat semuanya hanya bisa diam di samping Alex,
dan ana kesabaran nya hampir meledak.
"hay pelayan bawakan koper ku " suruh Sasa
ana langsung mengambil koper Sasa ,
"ANA" Alex mencoba mencegah ana, namun di tahan oleh Sasa
"sudah , biarkan saja dia " cetus Sasa
ana menarik koper Sasa , namun ana bukan membawa koper Sasa ke kamar Alex ataupun ke kamar yg lain, tapi ana membawa koper Sasa ke pintu keluar dan membuka sereting dan membuang semua isi koper Sasa di luar dengan berantakan, dan kocar-kacir.
__ADS_1
semua yg melihat ana hanya bisa mengangga termasuk Alex dan andre
"istri bos benar-benar wanita yang susah di tebak, dan baru nyonya yg berani melakukan hal itu kpd Sasa," batin Andre penuh kekaguman.
Sasa dengan amarah yg sangat besar menghampiri ana dan berteriak.
"WANITA SIALAN, ****** , APA YG KAU LAKUKAN PADA KOPER KU"
Alex dan andre menghampiri keduanya di depan pintu kediaman Alexander.
Sasa ingin menampar wajah ana namun pergelangan tangan nya di tahan oleh ana , dan malah ana yg menampar pipi Sasa
PLAKKK
"dengar, ya aku bukan pelayan dan juga bukan babumu, dengan seenak jidat mu menyuruh ku , cihh (meludahi wajah Sasa) aku benar-benar muak melihat mu di sini, sekarang pergi dari sini atau aku bisa melakukan hal lebih dari sekedar menampar mu" kencam an
"(membersihkan wajah ) **KAU ,BERANI NYA MAU MELUDAHI KU DAN MENGHINAKU, ALEX PECAT WANITA INI SEKARANG JUGA"
"SUDAH CUKUP**! Alex akhirnya Angky bicara
"Sasa apa yg dikatakan ana benar dia istri ku, dan kamu silahkan pergi dari sini"
bagaimana di sambar petir , Sasa tidak bisa berkata-kata lagi, dan kakinya terasa lemas , dengan seketika dia pingsan mendengar pengakuan alex.
Alex ingin berlari menolong Sasa, namun berhenti saat melihat tatapan tajam ana,
"Andre bawa Sasa ke dalam" ucap Alex
saat Andre mengendong tubuh Sasa dan ingin melangkah masuk ke dalam rumah Alex, ana berteriak
"JIKA KAU BERANI MEMBAWA WANITA ITU KEDALAM, JAGAN HARAP KAU BISA MELIHAT KU LAGI DAN CALON ANAK MU ALEX!!! "ancam ana
langkah Andre seketika terhenti dan berbalik dan menoleh ke arah bos nya.
"ANA DIA PINGSAN, TUNGGU DIA SADAR DAN AKU AKAN MENYURUH NYA PERGI" ucap Alex
"baik lah jika itu keputusan mu, (ana ingin pergi dari kediaman Alex)
"ana mau kemana kamu"??" tnya Alex
"(langkah ana terhenti) seperti nya kau sangat menginginkan wanita itu, aku tidak ingin menganggu kalian"
"BAIKLAH AKU AKAN MENYURUH ANDRE UNTUK MEMBAWA PERGI SASA , SEKARANG KEMBALI KESINI ANA
"dan kau cepat bawa pergi Sasa"
ana tidak menghiraukan ucapan Alex dan terus berjalan ke arah pintu gerbang.
dengan cepat Alex mengeja ana dan mengendong nya.
"Alex lepas kan aku!! (memberontak)"
Alex membawa ana menuju kamar..
...****************...
...****************...
...****************...
bersambung......
__ADS_1