"PENDEKAR ELANG"

"PENDEKAR ELANG"
EPISODE 1


__ADS_3

  Langit cerah,, sang dewi malam terlihat berseri,,


Tapi keindahan angkasa tidak seindah suasana di kerajaan Pinasti malam ini.


Di Padepokan istana nampak seorang Raja tengah memimpin sebuah ritual,,ritual hitam tepatnya.


Ayam hitam itu lalu di angkatnya ke atas seolah2 meminta restu pada purnama,,,lalu pedang yang berada di tangannya dihunuskan pada ayam hitam yg ada disana,,nampaklah darah segar mengucur dari leher ayam itu,,lalu satu persatu mereka meminumnya,,tentu saja sang eksekutor yang meminum pertama kali karena dia pemimpin sekte hitam itu.


Tapi siapakah gerangan eksekutor itu????


Dialah Tengger,,Raja di kerajaan Pinasti,,yang terkenal sebagai raja yang lalim semenjak dia mendalami ilmu hitam itu.


Raja Tengger ini semena2 terhadap rakyatnya,,dia juga terkenal sebagai penguasa yang kejam dan memanfaatkan ilmu hitamnya untuk menindas rakyat yang sengaja melawannya.


Itu juga didukung oleh anak pertamanya Setyaji kaka Elang dari sang permaisuri,,satu ayah lain ibu,,dan Setyaji ini memiliki sifat yang seratus persen sama dengan sang Raja, sombong dan lalim.


Meski Elang dan Setyaji berasal dari Ayah yang sama Raja Tengger tapi mereka memiliki sifat yang berbeda..Iya Elang mewarisi sifat Ibunya Nyimas Nawang Wulan selir sang Raja.


"Semesta telah merestui kita rakyatku katanya mengakhiri ritual itu"


Dia nampak mengedarkan pandangannya ke segala arah..tak jua ditemukannya sosok yang dimaksud diantara para pengikut2 sesatnya.


"Anandaku Setyaji..kemana ibu keduamu itu?? Kenapa dia tidak ikut serta dalam ritual malam ini???"


"Ananda tidak tau Ayahnda..sedari tadi sore ananda tidak melihatnya."


Kurang Ajar!!! Sudah berani dia membantah titahku!!


Ritual telah benar2 berakhir seiring dengan menghilangnya purnama di kegelapan langit malam.


Cuaca yang semula cerah,,tiba2 berubah muram karena awan hitam tampak memenuhi langit,,bintang2 pun seketika lenyap.


Hujan turun malam itu..


Raja Tengger segera menuju kamar Nyimas Nawang Wulan,,selir sang Raja.


Setibanya disana dia menemukan selirnya itu tengah merebahkn diri di kasur dengan tasbih di tangannya.


Melihat kedatangan sang Raja,, Nyimas Nawang Wulan segera menyembunyikan tasbih itu dibalik bantalnya.


"Nyimas..kenapa kamu tidak ikut ritual??"


"Saya tak enak badan paduka"


"Kamu bohong Nyimas..badan mu tidak terasa panas." Seraya meletakkn tangannya di kepala Nyimas


"Tapi aku merasakan tak enak pada tubuhku paduka..kepala ku juga terasa berat dan sakit."


Baik lah kalo begitu kamu istrhat,,aku akan segera memanggil tabib untukmu.


Tak perlu paduka..saya telah minum pil penghilang rasa sakit,,nanti setelah bangun tidur kesehatan saya juga akan pulih.


"Ananda Elang kemana??dia juga tidak hadir di ritual tadi."


"Elang lagi saya suruh mengambil ramuan obat pada Ki Jarot.


Mungkin sbntar lagi pulang."


"Baiklah saya malam ini akan bersmaa permaisuri."


"Tidurlah Nyimas..ucapnya seraya mencium keningnya."


Raja Tengger pun berlalu dari sana.


Alhmdulilah..akhirnya dia pergi juga..batin Nyimas.


Raja Tengger kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Nyimas sang selir.


Nyimas lalu segera bangkit dan mengambil air wudhu untuk sholat Isya.


Setengah jam berselang terdengar ketukan dari pintu kamarnya,ternyata putra tampannya Elang yang datang.


"Ibu apa Elang boleh masuk??"


Masuk saja nakk..


Elang lalu menghampiri sang ibu,,


Bagaimana kondisi ibu?? Sbnrnya ibu baik2 ajaa nakk,,hanya tak enak badan sedikit mungkin masuk angin,,namun sengaja ibu lebih2kn biar terkesan seperti benar2 sakit.


Lohh,,emangnya kenapa bu?? Apa yang sedang ibu hindari??


Ayahnda mu nakk,,ibu menghindar dari menghadiri ritual sesat itu.


Jika tidak karena sakit yg menjadi alasannya mungkin saja ibu sudah dihukum oleh Ayahndamu.


Elang juga tidak setuju dengan ritual2 itu bu,,untung saja tadi ibu menyuruh Elang ke rumah ki Jarot mengambil ramuan,,jadi Elang punya alasan yg tepat jika Ayahnda bertanya.

__ADS_1


Iya nakk..jangan pernah kamu ikut ritual itu..sangat menyesatkan anakku,,cukup Gusti Allah tempat kita bergantung.


Njihh bu..Elang bisa membedakan mana jalan kebaikan mana yang tidak.


Alhmdulilah..kuatkan keimananmu kepada Gusti Allah,,karena hanya Dia yang patut disembah dan tempat meminta pertolongan.


Ibu benar sekali..selalu doakan Elang ya bu agar berada dalam jalanNya.


Pasti anakku..doa ibu selalu menyertaimu.


Makasih Bu..sekarang ibu istrihat agar kondisi ibu lebih baik..Elang juga akan ke kamar,,istirahat.


Sebelum tidur,,sholat isya dulu ya nakk..agar hatimu diberi ketenangan sama Gusti Allah


Njih bu..Elang pergi dulu.


Lalu mencium tangan sang ibu dan beranjak dari sana.


Seminggu kemudian,,kembali Raja Tengger melakukan ritual hitamnya


Dia sangat ingin jika Nyimas malam ini bisa ikut di ritual itu.


Namun lagi2 Nyimas tidak menunjukan batang hidungnya sampai acara ritual selesai..


Selama menjadi selir Raja Tengger,,Nyimas Nawang Wulan selalu menolak jika sang Raja menyuruhnya untuk mengamalkan ilmu2 hitam yang dikuasainya,,karena menurutnya  hal itu bertentangan dengan nuraninya,, dia tidak pernah mau mengikuti ritual2 sesat itu.


Raja Tengger nampak sangat marah,,dia lalu mencari Nyimas Nawang Wulan ke kamarnya,,Nyimas yang tak mengira akan kedatangan Raja Tengger,,tidak sempat lagi menyembunyikan tasbih yang dia gunakannya utk berdzikir.


Dan Raja Tengger melihatnya,dia memarahi Nyimas habis2n,,bahkan memukulnya,lalu melemparkan tasbih itu ke lantai,biji2 tasbih itu pun terlepas dari talinya,berhamburan dilantai.


Nyimas segera berjongkok untuk memungut biji2 tasbih itu,,namun tanpa diduga kakinya di tendang dengan sangat kuat oleh Raja Tengger,sehingga menimbulkan lebam di paha kirinya.


Namun Nyimas tak memperdulikan rasa sakit di kakinya karena saat ini hatinya terasa lebih sakit dari kakinya.


Dengan rintihan kecil dan sedikit tertatih dia mencoba bangkit,dengan berpegangan pada ujung meja dia berhasil berdiri.


Sadarlah paduka!!! Paduka sudah jauh tersesat dari akidah!!!


"Bedebah!!! Bisa2nya kamu mengguruiku Nyimas!!!"


Kembali tamparan mendarat di wajahnya,,menyisakan tanda merah dipipi ayunya


Pergi kamu dari sini!!!teriaknya yang menggema ke seluruh istana.


Raja Tengger setengah menyeretnya menuju ke arah pintu..


Semua yang melihat nampak bingung dan panik sekaligus takut pada kemarahan sang Raja.


Raja Tengger kembali menyeret Nyimas Nawang Wulan ke pintu dan mendorongnya keras,,dan hampir saja terjatuh jika Elang tak segera menangkapnya.


Hentikan Ayahnda!!! Ibu tak berhak diperlakukan seperti itu!!!


Ibumu ini tidak tau malu,,sudah diberi hidup enak!!! Tapi tidak pernah mau menuruti perintahku!!!


Pergi kau dari sini!!!! Kembali dia mengusir Nyimas.


Jika Ayahnda mengusir ibu dari sini itu artinya ayahnda juga mengusir Elang.


Pergi sana kalian!!!! Pergi jauh dari hadapan saya !!!!


Baik !!! Kami akan pergi dari sini!!!


Kata Elang seraya membawa ibunya meninggalkn kerajaan Pinasti.


Di tengah hujan deras malam itu.


Dengan badan menggigil mereka berjalan menyusuri jalan desa.


Hanya lengang yang mereka temukan tak ada satu orang pun yang bisa di mintai tolong kala itu,,semua penduduk desa telah terlelap ke alam mimpi bersma nyanyian hujan.


Malam itu dalam perjalanannya..


Nyimas Nawang Wulan nampak meneteskan air mata saat melangkahkan kakinya meninggalkan kerajaan bersmaa sang putra.


Dia menangis bukan sedih karena telah di usir,,tapi karena memikirkan nasib rakyat jelata itu.


Bagaimana nasib kalian nanti pikirnya.


Namun saat melihat senyuman  dan kasih sayang tulus dari sang anak dia berhenti menangis,,karena dia yakin putranya yang akan mengembalikan kedamaian di kerajaan Pinasti nanti.


Lalu sampai lah Elang dan ibunya di sebuah surau di ujung jalan desa,,mereka berteduh disana.


Niat awal mereka cuma untuk berteduh tapi melihat sang ibu yang kelelahan,,Elang lalu berinisiatif untuk bermalam di surau itu,,karena Elang merasa ibunya lebih aman jika berada disana ketimbang harus menyusuri jalan desa yang sepi dan dingin malam ini.


Bu kita bermalam di surau ini saja ya..biar ibu bisa istirahat


Iya nakk..ibu juga lelah karena sudah jauh kita berjalan meninggalkan kerajaan.

__ADS_1


Elang lalu menggelar sarung yang dibawanya,,lalu menyuruh sang ibu rebahan disana.


Bu apa ayahnda tadi memukul ibu??


Saat melihat bekas merah dipipi ibunya tanpa sadar air mata Elang menetes


"Jangan menangis anakku,,ibu baik2 saja..jangan cemaskan ibu ya.


Terimakasih nak,kamu memang anak yang berbakti"


Elang yang harusnya berterimakasih ,,karena terlahir dari ibu yang sangat baik dan sholehah.


Elang juga istrihat ya..


Njih bu..lalu mereka memejamkan mata..meski sebenarnya Elang hanya berpura2 tidur demi menjaga sang ibu dia harus tetap waspada.


Semalaman Elang terjaga,,sampai kokok ayam jantan terdengar di kejauhan..tanda hari sudah subuh.


Tak berapa lama ibu Elang terbangun dan mendapati anaknya tak berada di dekatnya..


kemana Elang..pikirnya


Sewaktu Nyimas akan beranjak mencari keberadaan Elang,,Elang pun muncul dari balik pintu..


"Ibu sudah bangun tohh"


"Kamu kemana ajaa nakk??"


"Ambil air wudhu bu,,sbntr lagi subuh"


"Ohh iya,, ibu juga mau ambil air wudhu"


"Biar Elang temani bu..


Segera Elang mengantar ibunya ke pancuran air."


Lalu mereka sholat berjamaah,,bersama beberpa orang warga kampung di sekitar surau.


Meski mereka sempat bingung dengan keberadaan Elang dan ibunya tapi mereka bisa menerima dan sholat bersmaa subuh itu.


Untung saja mereka tidak mengenali  Nyimas dan Elang yang punya keterkaitan dengan sang Raja.


Karena keberadaan Nyimas selama ini tidak terlalu mencolok tak seperti   sang Ratu,,karena Nyimas hanya seorang selir.


Menjadi selir juga bukan kehendak Nyimas,,dia hanya memenuhi keinginan sang kakek yang mempunyai utang budi pada Raja Tengger.


Waktu itu sang kakek Ki Anom di selamatkan oleh Raja Tengger dari terkaman macan tutul saat di hutan..


Ketika Raja Tengger bersmaa pengawalnya sedang berburu..tiba2 mendengar teriakan minta tolong seseorang,,dia mencari asal suara dan tak jauh dari sana dia melihat Ki Anom terdesak oleh seekor macan tutul yang akan menyerangnya.


Lalu dengan panahnya Raja Tengger berhasil melumpuhkan macan tutul itu,,sebagai hasil buruan mereka.


Sejak saat itu kakek merasa punya hutang budi pada Raja Tengger.


Saat mengantarkan kakek yang kakinya terluka terkena duri saat menghindari macan tutul tadi bersmaa para pengawal ke tempat tinggalnya,,disana dia bertemu dengan Nyimas yang merupakan kembang desa kala itu dikarenakan wajah dan fisiknya yang cantik.


Dia menanyakan siapakah gerangan perempuan cantik itu pada kakek.


Kakek lalu memperkenalkan Nyimas sebagai cucunya.


Sejak pertemuan dan perkenalan itu Raja Tengger mempunyai rasa spesial pada Nyimas dan menyatakan niatnya untuk menjadikan Nyimas sebagai selirnya.


Karena saat itu Raja Tengger sudah memiliki Nyai Cempaka sebagai istri pertamanya,,yg menduduki tahta sbgai permaisuri kerajaan.


Posisi Ratu di kerajaan hanya dimiliki oleh satu orang,,dan jika Raja beristri lagi tentunya hanya sebagai selir.


Karena hutang budi itulah kakek Nyimas,,Ki Anom dan ayahnya Nyimas Ki Pandu menerima lamaran Raja Tengger.


Sementara Nyimas hanya bisa menuruti keinginan kakek dan ayahnya.


Dulu Raja Tengger terkenal sebagai  Raja yang baik hati,,tidak lalim dan kejam seperti sekarang,,melihat banyak kebaikan yang dimiliki Raja Tengger,,Nyimas tanpa ragu menerimanya menjadi suami walau hanya sebagai selir.


Dan dari pernikahan itu mereka di karuniai seorang putra yang mereka beri nama Elang Danendra.


Tapi semenjak Patih kerajaan berganti kekuasaan dari patih Abiyaksa ke patih Doro Metung,, sikap Raja Tengger berubah karena ajakan patih Doro Metung untuk menganut ilmu hitam di sambut dengan tangan terbuka oleh Raja Tengger. Raja Tengger dengan mudah terpengaruh akan bujuk rayu Patih Doro Metung,,karena Raja Tengger sangat berambisi dengan kekuasaannya dan dia tak mau ada yang melengserkannya sebagai Raja,,alasan lain juga agar menjadi Raja yang tak terkalahkan.


Patih Doro Metung ini mempunyai sifat penjilat,,dia ingin menanamkan pengaruhnya pada yang lain di kerajaan agar ditakuti,,dengan selalu berpihak pada sang Raja dia berharap setiap kata2nya mendpat dukungan,, itu adalah sebuah jalan yang tepat untuknya menanamkan pengaruhnya sebagai patih baru di kerajaan Pinasti.


Jauh berbeda dengan Patih Abiyaksa..beliau terkenal sebagai orang yang bijaksana,,ramah meski tegas dalam keputusan,,dan yang terpenting beliau orang yang agamais.


Namun semua berubah sejak sepeninggal beliau.


Patih Abiyaksa meninggal terkena racun yang dimasukkan kedalam makanannya,,sampai saat ini tak diketahui siapa yang telah meracuni beliau.


"Kenapa ya bu...Orang baik selalu di ambil lebih cepat,ketimbang yang berhati jahat??


"Mungkin ini cara gusti Allah memberi kesempatan pada yang berbuat jahat untuk bertaubat.

__ADS_1


Tapi kebanyakan manusia tidak menyadarinya."


Begitulah perbincangan Nyimas dengan putranya Elang subuh itu kala masih di Surau.


__ADS_2