"PENDEKAR ELANG"

"PENDEKAR ELANG"
EPISODE 12


__ADS_3

    Elang nampak berlatih di halaman depan rumah,,Rindu Aji memperhatikannya dengan seksama.


Namun tak berapa lama Elang dikejutkan dengan kehadiran sang guru,,Ki Agung.


Assalamualaikum anakku..


Waalaikum salam..


Guru..dari mana saja???


Maaf nakk guru lama tak kesini,,lagi ke gunung bertemu adik seperguruan.


Bagaimana ibu mu Lang?? Apa sudah di temukan??


"Alhmdulilah sudah guru,,Elang sendiri yang membawanya dari Istana Pinasti,,nahh Rindu Aji inilah yang telah membantu saya guur,berkat dia ibu selamat."


O iya Aji kenalkan ini Ki Agung yang sering saya ceritakan..


Assalamualaikum Ki..saya Rindu Aji.


Waalaikum salam nakk..


Karena jasanya itu ibu meangkatnya anak guru,,Elang jadi punya sodara karena Aji tinggal disini sekarang bersama kami.


"Alhamdulilaah..sungguh kabar yang menggembirakan."


"Guru..Elang telah bercerita banyak tentangmu,,bolehkah saya menjadi muridmu."


Wahh begitukah?? Silahkan nakk Aji datang kepadepokan saya, kita akan belajar bersma yang lainnya disna.


Njih guru..terimakasih banyak.


Smaa2 anakku.


"Ayo anak2 diminum dulu kopinya..


Wahh ada ki Agung tohh,,sudah lama ki???"


Baru saja Nyimas..


Ayo guru minum bersma disni..kata Nyimas.


Mereka bertiga lalu asik menyeruput kopi hangat dan sepiring pisang goreng buatan Nyimas.


    Di desa Tanah Tinggi..


Pak Tikno dan istrinya nampak tak henti menangisi anaknya yang hilang.


Bahkan bu siti istri pak Tikno sudah seperti orang hilang akal,, kadang menangis kadang asik bermain seolah sedang bermain bersama Juna anakknya.


Semua tetangga sedih dan merasa kasihan pada kemalangan yang menimpa keluarga itu.


Mereka juga tak tinggal diam,,para penduduk berkeliling kampung mencari dengan peralatan menampi beras kalo2 Juna disembunyikan demit..tapi hasilnya tetap nihil.


La


Sebagian lagi ada yang mencari sampai ke desa lain siapa tau ada yang melihat orang atau penculik yang membawanya.


Pak Slamet tetangganya tak tega melihat kemalangan yang menimpa mereka..lalu berinisiatif mencarinya sampai ke desa lain.


Dengan menggunakan sepeda ontel miliknya pak Slamet menyusuri jalan desa bersmaa beberapa orang lainnya,,lalu berpencar ke masing2 desa.


Pak Slamet sampai di desa WonoAgeng,,dia nampak ngos2n setelah jauh menggowes sepedanya,,dan berhenti sambil melihat2,,


Pak Slamet berdiri di dekat sepedanya sesaat seperti berpikir,,Elang yang sedari tadi memperhatikan gerak geriknya lalu buka suara.


"Coba liat Ki..siapa itu disna yang pakai sepeda sedari tadi memperhatikan kita."


Ki Agung melihat ke arah yang dimaksud Elang..


"Saya tidak mengenal orang itu nakk,,sepertinya bukan warga sini"


Mendengar penuturan Ki Agung,,Rindu Aji menolehkan kepalanya,,lalu ikut mengamati.


"Lohh itu kan Pak Slamet."


"Kamu mengenalnya Aji??" tanya Elang.


"Iya Lang,,dia tetanggaku di desa Tanah Tinggi"


"Pakk Slamet..sini.."panggil Aji.


Dengan menuntun sepedanya,,lalu mermarkirkannya di dekat sebuah pohon rambutan yang ada di halaman rumah Elang.


"Wahh benar nakk Aji ternyata,,makanya bapak seolah kenal tapi takut salah orang,,karena gak nyangka nak Aji ada disini."


"Disini kerabat dekat saya Pak Slamet. Ngomong2 koq bisa pak Slamet sampai ke desa ini,,ada apa pak??"


"Saya ikut mencari anak Pak Tikno yang tiba2 hilang,,menurut orang2 ada yang nyulik nakk"


"Apaa?? Diculik??baru kali ini di desa kita ada penculikan ya Pak..anehh.."


"Iya nakk Aji,,kami juga bingung,,sudah mencari keliling desa tetap tak ada,jadi beberapa orang memutuskan berpencar ke desa2 lain ,,termasuk bapak yang berada disni sekarang."


Kami kasihan melihat keadaan mereka,,apalgi istri pak Tikno sudah sperti orang tak waras dibuatnya."


"Kasihan sekali mereka ya pak..smoga saja anak mereka bisa secepatnya di temukan"


Aamiin..


Ini Pak Slamet silahkan dinikmati kopi dan pisang gorengnya kata Elang


Makasih ya nakk...


Panggil saja Elang pak..dan ini ki Agung..Elang mengenalkan padanya.


"Salam kenal untuk nakk Elang dan Ki Agung"

__ADS_1


Sama2 pak Slamet kata Elang.


Iya smaa2 kisanak kata Ki Agung.


Satu jam berselang Pak Slamet pamit pulang setelah menikmati jamuan Elang dengan kopi dan pisang goreng,,


"Saya permisi pulang dulu,takut kemalaman sampai rumah,,"


pamitnya pada mereka semua.


"Iya pakk..hati2 dijalan" kata Aji..


"Kapan2 mampir lagi ya pak" kata Elang


"Iya nakk,,,makasih untuk kopi dan pisang gorengnya"


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" kata semuanya bersmaaan


Setelah kepergian pak Slamet Aji terlihat membahas masalah penculikan tadi..


Lang..aku curiga dehh,,penculikan anak kecil itu ada hubungannya dengan ritual yang akan di adakan Raja Tengger.


"Ohh yahh..apa alasannya Aji kamu mencurigai Raja Tengger??"


"Karena dia sedang mencari tumbal untuk menyempurnakan ilmunya di ritual malam purnama besok malam".


Apa kamu lupa jika aku pernah menjadi utusannya"


"Kalo benar begitu kita harus menyelamatkan anak kecil itu,,aku tak mau jika orang yang tak berdosa jadi korbannya".


"Aku juga memikirkan hal yang sama Lang"


"Menurut ki Agung bagaimana,,apa yang harus kami lakukan??" tanya Elang.


"Tegakkan kebenaran nakk,,ikuti kata hatimu"


"Baiklah Ki,,saya akan menyelematkan anak itu.


"Sepertinya malam nanti waktu yang tepat Lang,,tapi kamu harus mendapatkan anak itu sebelum ritual dilakukan."


"Perkataan nak Aji benar sekali  Lang,,karena jika Raja Tengger gagal melaksanakn ritual hitamnya,maka dialah yang akan menjadi tumbal raja iblis itu"


   Malam ini di kerajaan Pinasti,,


Raja Tengger tengah melakukan persiapan ritual.


Sesajen,kemenyan,dupa dan lain2nya sudah nampak siap dan lengkap karena ritual malam ini menjadi ritual terakhir untuk kesempurnaan ilmunya.


Semua anggota sekte telah berkumpul di ruangan terbuka itu,,dibagian belakang istana.


Jaya Seba telah meminumkan ramuan yang berfungsi sebagai obat tidur pada si balita lalu meletakkannya di atas meja di tengah2 halaman.


Bau dupa dari perapen (tungku kecil) itu menyeruak disana,,tak lama lagi ritual akan dilaksanakan,,hanya menunggu sang dewi malam menampakkan wajahnya yang sedari tertutup awan mendung.


Elang dan Ki Agung menggunakan ilmu Halimunnya agar bisa mengamati kegiatan mereka dari dekat dan jika saatnya tepat akan mengambil anak itu dari meja persembahan.


Hari beranjak semakin malam,,angin yang bertiup menyibak awan mendung yang sedari tadi menyelimuti purnama malam ini.


"Purnama..merestuii" ujar Raja Tengger..


"Lalu dia membacakan mantra2 memanggil raja iblis..


Tak berapa lama angin tiba2 bertiup sangat kencang..


Dan terdengar suara menggelegar sehingga mengejutkan semua yang ada disnaa.


"WUAHAHHAAAAA...Ada apa kamu memanggilku Tengger!!! Hardiknya.


"Aku punya persembahan untukmu" Raja Iblis di ritual terakhirku malam ini."


Bukankah kau telah berjanji akan menyempurnakn ilmu ku di ritual terkhir?!!"


"Baiklah..apa yang kau persembahkan untukku Tengger?!!"


"Lihatlah disana,bocah laki2 itu sebagai hadiah untukmu"


WUAHAHAHAAA..kembali raja iblis tertawa..


"Bagus..bagus Tengger!!!"


"Kamu akan segera mendapatkannya!!!"


Elang dan Ki Agung melihat makhluk Yang itu,,dengan kedua tanduk merah di kepalanya,,dengan mata yang juga merah,,tubuhnya besar dan tinggi setingi langiit.


Raja Tengger lalu memulai ritualnya dengan membacakan mantra2 persembahan.


Dia mengambil sebilah pedang,,meangkatnya tinggi dan siap menghunuskan ke jantung anak itu.


Namun disaat yang tepat Elang bertindak..


Sedetik saat Raja Tengger akan menghunuskan pedangnya,,dengan menggunakan ilmu peringan raga,,Elang dengab secepat kilat bergerak,,gerakan yang sungguh diluar dugaan Raja Tengger,,dia dengan gesit menangkap anak itu,,lalu menyerahkannya pada ki Agung.


"Ki Bawa anak ini ke tempat yang aman"


Ki Agung segera membawa anak itu pergi dari sana dengan ilmu halimunnya agar kekuatan hitam itu tak bisa mengejarnya.


Hunusan pedang Raja Tengger hanya tertancap pada meja kayu itu.


Menyadari sasarannya hilang Raja Tengger berteriak


KURAANG AJAAARRRRR!!! siapa yang telah menggagalkan ritualku.


Aku!!!


Semua terkejut melihat kehadiran Elang malam itu.

__ADS_1


"Beraninya Kau!!!! Dasar bocah tengikk!!!"


Namun saat Raja Tengger akan menyerang,,tiba2 angin kencang lagi2 bertiup,,dan suara menggelegar itu terdengar marah.


KAMU GAGAL TENGGER!!!! TERIMA LAH KONSEKUENSI DARI KEGAGALANMU INI!!!!


Sebuah cahaya merah datang dari atas lalu mengenai Raja Tengger tepat di jantungnya.


Seiring dengan teriakan kesakitan darinya,,Raja Tengger jatuh terhempas ke tanah dengan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Raja Tengger mengerang,,meregang nyawa dan tewas seketika di tangan raja iblis sekutunya.


Melihat Ayahndanya tewas Setyaji, Jaya seba,Patih Doro Metung,serta seluruh pengawal mengepung Elang..


Pertarungan sengit dimulai,,Elang yang hanya sendirian bertarung melawan mereka yang jumlahnya ribuan.


Elang mengeluarkan semua jurusnya ,,dan juga ilmu yang telah di pelajari olehnya.


Semakin lama semakin banyak prajurit kerajaan yang mati ditangannya..


Melihat itu Setyaji tidak tinggal diam,,dia bertarung melawan sodaranya sendiri..


Keduanya smaa hebat dan kuat,,namun Setyaji tak seperti Elang yang meminta pertolongan Allah dalam pertarungannya.


Setengah jam bertarung,, Setyaji nampak terluka di tangan kirinya akibat sabetan pedang Elang.


Elang mencoba menolong Setyaji,,namun tiba2 Jayaseba menyerang,,Setyaji yang melihat Jaya Seba akan Menusukkan pedangnya pada Elang segera berdiri dan menutupi Elang dari serangan Jayaseba,,sehingga pedang Jayaseba menghunus tepat di bagian perut Setyaji..dia pun tewas seketika.


JayaSeba yang merasa salah sasaran  saat itu seketika merasa sangat ketakutan,,dia terlihat panikk,,dan menyerang Elang secara membabi buta,,namun Elang bisa mguasai diri di tengah kemarahan juga rasa panik JayaSeba.


Jaya Seba mengeluarkan jurusnya,,sebuah cahaya biru keluar dari tangannya lalu melemparkannya ke arah Elang namun Elang dengan gesit mengelakk,,karena dia bisa membaca arah serangan Jaya seba.


Di saat Elang akan menyerang JayaSeba tiba2 sosok Raja Tengger yang sudah tewas itu bangkit lagi..


Seraya mengeluarkan tawa yang menggelegar...


WUAHAHAHHAAAAAAA...


Pa - padukaa Raja k- kau b-bangkit lagi?!! Kata JayaSeba terbata.


"Ohh rupanya,, kau memiliki ilmu rawarontek gumam Elang dalam hati!!


"Baiklah akan ku hadapi kamu" batin Elang.


Jaya Seba seolah mendapat dukungan setelah melihat Raja Tengger hidup lagi untuk yang kedua kalinya.


Jaya Seba kembali melakukan serangan pada Elang..kembali sinar biru keluar dari tangannya,,lalu di arahkan pada Elang,, Elang mengeluarkan jurus tenaga dalamnya sedikit untuk membalikan serangan JayaSeba tadi..seketika sinar biru itu berbalik arah menuju Jayaseba,, dia yang tak mengira akan mendapat serangan balik dari Elang,,hanya bisa pasrah menerima serangan cahaya biru miliknya sendri yang tepat mengenai dadanya,, Jaya seba jatuh terjerembab ke tanah dengan darah segar keluar dari mulutnya..Jayaseba tewas seketika.


Namun tugas Elang belum berakhir,, Raja Tengger telah siap dengan serangannya yang bertubi2 pada Elang..ayah dan anak ini nampak akan bertarung sengit,,adu kekuatan.


Bola api merah nampak keluar dari tangan Raja Tengger,, dia melemparkannya ke arah Elang,,namun Elang berhasil mengelak,,serangan itu mengenai pohon palem yang ada disna..pohon itu terlihat terbakar keseluruhan.


Sialan kau!!!! Bocah tengil!!!


Terima lah ini...Duuuuarrrrrr..tiba2 cahaya merah kembali terlihat di lemparkannya ke arah Elang.


Lagi2 Elang bisa menghindarinya.


Ssiiiaalaaaaaaann!!!! Makinya geram..Raja Tengger bertambah murka dan ingin segera menghabisi Elang.


Dia melupakan jika Elang adalah darah dagingnya.


Tak berapa lama Raja Tengger nampak membaca mantra lalu tubuhnya seperti membelah diri,,terlihat beberapa duplikat Raja Tengger berdiri berjajar di depan Elang...Dia tertawaa terbahak2 karena merasa berhasil mengelabui Elang..Kemudian dengan bertubi2 dia melancarakn serangannya pada Elang,,melihat hal itu Elang juga melakukan hal yang sama..jurus menggandakan diri..setelah membaca doa2, mfokuskan diri dan pikirannya,,tak lama berselang tubuh Elang menjadi banyak..sebanyak tubuh Raja Tengger..mereka berdiri berseberangan,,seolah satu lawan satu.


Serangan demi serangan terjadi..cahaya dari kedua pihak yang bertarung nampak beradu di udara,,kedua kubu sama2 kuat,,saling menyerang dan bertahan.


Namun di tengah pertarungan antara ayah dan anak itu,,Elang teringat pada kata2 yang pernah di ucapkan Ki Agung sewaktu berlatih dulu.


"Perhatikan titik putih yang ada di dekat kedua alis itu untuk membedakan mana yg asli mana yang duplikatnya,,jika ingin mengalahkan orang yang memiliki ilmu pengganda diri"


Teringat kata2 itu Elang lalu memperhatikan dengan seksama satu persatu barisan Raja Tengger yang ada dihadapannya,,dan nampak olehnya di sosok yang paling ujung ada titik putih kecil di bagian yang dimaksud oleh ki Agung itu.


Ternyata benar apa kata Ki Agung,,Elang merasa berada di atas angin setelah mengetahui mana Raja Tengger yang sbenarnya.


Dibiarkannya Raja Tengger menyerangnya,,lalu serangan itu dikembalikan Elang pada Raja Elang yang berada di ujung dengan titik putih kecil di bagian tengah alisnya.


Buuughhhhhh !!!!! Serangan itu mengenai Raja Elang yang tiba2 tumbang dengan erangan kesakitan keluar dari mulutnya..bayangan duplikat Raja Elang itu pun menghilang seketika..


Raja Tengger memuntahkan darah segar dari mulutnya,,terlihat tubuhnya menggelepar2 di tanah berumput itu,, kejang2.


Raja Tengger tewas untuk yang kedua kalinya.


Ki Agung segera pergi ke desa Tanah Tinggi ditemani oleh Rindu Aji untuk menyerahkan anak itu pada orang tuanya.


Pak Tikno dan istrinya sangat berterimaksih berkat mereka anak mereka selamat.


Setelah urusan mengantarkan anak kecil itu ke orang tuanya Ki Agung kembali mendatangi Elang yang sedang bertarung.


"Bagaimana Elang..sepertinya Raja Tengger tewas untuk kedua kalinya ki..namun sepertinya dia punya ilmu rontek,,sehingga dia bisa hidup kembali.."


"Kalo begitu cepat penggal kepalanya,,pisahkan dari  badannya..kubur di tempat yang terpisah..kalo tidak jasadnya akan bersatu lagi.."kata Ki Agung.


"Saya tak bisa melakukannya Ki,,bagaimanapun dia ayah saya"


Kalo begitu izinkan aku yang melakukannya Lang,, kalau tidak dia akan bangkit lagi.


Baiklah Ki..Elang serahkan penyelesaiannya pada Ki Agung..


Ki Agung segera menyelesaikan Raja Tengger,,dengan menggunakan pedangnya Ki Agung memenggal kepala Raja Tengger,, Elang segera menutupi tubuh Raja Tengger dengan kain,,membuatnya dalam karung lalu membawanya ke pulau seberang dengan ilmu halimunnya,,kemudian menguburkan badannya disnaa.


Sedangkan kepalanya dikubur ki Agung di hutan Lodaya.


Hari beranjak pagii Elang dan Ki Agung mebersihakn istana dari sisa2 darah yang menggenang disnaa.


Tak berapa lama terdengar kokok ayam jantan,,subuh menampakkan senyum indahnya..seindah sapaan sang mentari pagi.


Elang dan Ki Agung kembali ke desanya.

__ADS_1


Namun keindahan pagi ini terusik oleh Aksi tak terduga dari Ratu Cempaka..dia bunuh diri saat melihat tubuh anaknya terbujur kaku tak bernyawa.


__ADS_2